WARTAGARUT.COM – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (ASDA I) Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, resmi membuka kegiatan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (PENTAS PAI) tingkat SMK se-Kabupaten Garut, Sabtu (18/10/2025).
Acara berlangsung di Kampus Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, dengan suasana meriah dan penuh semangat dari ratusan peserta.
Dalam sambutannya, Bambang Hafidz memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan PENTAS PAI.
Ia menilai kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga wadah pembinaan karakter, keagamaan, dan mental spiritual bagi siswa SMK.
“Melalui ajang PENTAS PAI, empat nilai penting akan tumbuh: motivasi belajar, jiwa sportivitas, ketangguhan mental, serta semangat kerja sama. Semua ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berakhlak,” ujar Bambang.
ASDA I juga berpesan agar seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menanamkan motivasi juang dalam setiap kompetisi yang diikuti.
Ketua Pelaksana Fakhrudin Abbas menjelaskan, PENTAS PAI merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang melibatkan seluruh SMK se-Kabupaten Garut, dengan total 800 peserta.
Terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu:
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
Pidato
Nasyid
Debat
Olimpiade
Hadroh
Content Creator
“Para pemenang akan mewakili Kabupaten Garut pada ajang tingkat Provinsi Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung 8 November 2025 di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” jelas Fakhrudin.
Salah satu peserta lomba Debat Olimpiade, Resa Fitriani dari SMK Islam As Syarief, mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam ajang ini.
“Selain menambah pengalaman, lomba ini juga menjadi sarana belajar berkompetisi secara sehat. Saya berharap kami semua bisa membawa nama Garut hingga tingkat provinsi,” ungkapnya penuh semangat.
Kegiatan PENTAS PAI 2025 di Garut ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan agama tidak hanya sebatas teori, tetapi juga menumbuhkan keterampilan, kreativitas, dan karakter generasi muda menuju masa depan yang berdaya saing.***
Penulis : Soni Tarsoni

















