H. Muhammad Rian: Pelopor Inovasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Penyamkan Kulit

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

H. Muhammad Rian: Pelopor Inovasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Penyamkan Kulit

H. Muhammad Rian: Pelopor Inovasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Penyamkan Kulit

WARTAGARUT.COM– Masalah pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah penyamakan kulit di Sukaregang, Garut, akhirnya menemukan solusinya.

Pengusaha muda asal Garut, H. Muhammad Rian, berhasil mengubah limbah penyamakan kulit yang dulunya menjadi permasalahan serius, menjadi produk pupuk organik cair yang kini banyak digunakan oleh petani di Jawa Barat hingga luar Pulau Jawa.

Limbah penyamakan kulit, terutama jenis fleshing yang terdiri dari sesetan daging dan lemak dari kulit hewan, biasanya dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan.

Namun, Muhammad Rian melihat potensi dalam limbah ini dan berhasil mengolahnya menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang setara dengan pupuk NPK, bahkan tanpa memerlukan tambahan NPK.

“Pupuk ini memiliki kandungan asam amino yang sangat tinggi, sehingga bisa meningkatkan kesuburan tanaman hingga 40%,” ujar Muhammad Rian.

Produksi pupuk organik ini mendapatkan respons positif dari para petani di Garut dan Kalimantan, yang melaporkan hasil panen yang lebih baik setelah menggunakan pupuk tersebut.

Baca Juga :  Kepala MAN 1 Garut Ungkap Cara Memaknai Tahun Baru Islam yang Lebih Bermakna

Meski produksinya saat ini masih terbatas pada 18 ribu liter per bulan, bahan baku limbah yang tersedia sebenarnya cukup untuk mendukung produksi hingga 1 juta liter per hari.

Namun, karena keterbatasan kapasitas produksi, Rian belum bisa memanfaatkan seluruh potensi tersebut.

Selain memberikan manfaat bagi pertanian, pupuk organik buatan Rian juga dijual lebih murah daripada pupuk subsidi.

Hal ini memberikan alternatif yang lebih ekonomis bagi petani, terutama dalam situasi sulit mendapatkan pupuk kimia.

“Kami berharap pupuk ini bisa membantu petani meningkatkan hasil panennya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal,” tambah Rian.

Tidak berhenti sampai di situ, Rian juga tengah mengembangkan pupuk dari limbah pengapuran yang digunakan untuk menggemburkan tanah.

Meskipun masih dalam tahap pengembangan, inovasi ini diharapkan bisa semakin memperluas manfaat limbah penyamakan kulit yang selama ini dianggap sebagai masalah besar bagi lingkungan di Sukaregang.

Baca Juga :  Belanda vs Jepang: Prediksi Susunan Pemain dan Skor, Samurai Biru Tantang Oranje

“Inovasi ini bermula pada tahun 2020, ketika masyarakat Sukaregang mulai menuntut solusi atas masalah limbah penyamakan kulit yang mencemari sungai dan lingkungan sekitar,”katanya.

Muhammad Rian bahkan sempat mendapat ultimatum bahwa jika dia tidak bisa menyelesaikan masalah ini, pabrik miliknya akan ditutup.

Setelah mengalami tekanan dan stres dalam mencari solusi, Muhammad Rian akhirnya bertemu dengan seorang peneliti yang membantunya melakukan riset hingga menemukan cara untuk mengubah limbah menjadi pupuk organik.

Kini, Rian bekerja sama dengan pabrik penyamakan kulit lain untuk mengumpulkan limbah agar tidak lagi dibuang ke sungai.

Produknya juga mulai dikenal di berbagai negara, dengan harapan bisa memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan petani Garut.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Hotel Harmoni Garut Tawarkan Meal Box Premium Mulai Rp45 Ribu untuk Meeting dan Acara
Mulai Rp43 Ribu, 3 Menu Baru Hotel Harmoni Garut Siap Temani Musim Liburan
Hotel Harmoni Garut Hadirkan Paket Liburan Sekolah Rp750 Ribu, Anak Bisa Membatik hingga Hiking
Lebih dari 120 Warga RW 5 Cibangban Ikut Pawai Obor 1 Muharram 1448 H, Tebarkan Semangat Hijrah dan Persatuan
Aplikasi Cek Bansos 2026: Status Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Begini Cara Cek Lewat HP
Gowes dari Garut ke Mekkah, Ada Misi Besar yang Dibawa Asep Akung
Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru
Uniga Apresiasi Garut Raih Penghargaan Pengendali Inflasi Terbaik Pertama Regional Jawa-Bali 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:28 WIB

Hotel Harmoni Garut Tawarkan Meal Box Premium Mulai Rp45 Ribu untuk Meeting dan Acara

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:28 WIB

Mulai Rp43 Ribu, 3 Menu Baru Hotel Harmoni Garut Siap Temani Musim Liburan

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:47 WIB

Hotel Harmoni Garut Hadirkan Paket Liburan Sekolah Rp750 Ribu, Anak Bisa Membatik hingga Hiking

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:30 WIB

Lebih dari 120 Warga RW 5 Cibangban Ikut Pawai Obor 1 Muharram 1448 H, Tebarkan Semangat Hijrah dan Persatuan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:11 WIB

Aplikasi Cek Bansos 2026: Status Desil Bisa Pengaruhi Bansos, Begini Cara Cek Lewat HP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!