WARTAGARUT.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait proses seleksi pimpinan periode berikutnya.
Di tengah proses tersebut, penghimpunan dana zakat juga menghadapi tantangan setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, M.H., saat melakukan kunjungan kerja ke kantor Baznas Garut, Selasa (20/10/2026).
H. Nurdin Yana menjelaskan, proses penentuan pimpinan Baznas berikutnya masih berada dalam kewenangan pusat.
Pemerintah Kabupaten Garut, kata dia, telah menyampaikan usulan nama-nama calon yang dinilai memenuhi kualifikasi.
“Calon pimpinan ini masih di pusat. Jadi, belum ada seleksi maupun wawancara. Kita tunggu saja, mudah-mudahan prosesnya segera dilaksanakan,” ujar H. Nurdin Yana.
Ia menjelaskan, proses seleksi akan berlanjut hingga jumlah calon mengerucut menjadi lima orang sebelum pimpinan ditetapkan.
Namun, pemerintah daerah belum dapat memastikan kapan seluruh tahapan tersebut selesai.
“Kita masih menunggu karena semuanya menjadi ranah pusat, bukan pemerintah Kabupaten Garut. Yang penting, kita sudah menyampaikan usulan nama-nama yang masuk kualifikasi,” katanya.
Terkait kemungkinan perpanjangan masa jabatan pimpinan Baznas saat ini apabila proses seleksi belum selesai tepat waktu, Nurdin meminta semua pihak menunggu kebijakan pemerintah pusat.
“Kita lihat kebijakan pusat. Kalau prosesnya belum selesai tepat waktu, kemungkinan itu bisa saja terjadi,” ucapnya.
Masa Jabatan Ketua Baznas Garut Berakhir November
Ketua Baznas Kabupaten Garut, Abdullah Efendi, S.Pd.I., M.E., mengatakan proses seleksi pimpinan berikutnya diserahkan kepada Baznas pusat.
Ia juga belum mengetahui apakah masa jabatannya akan diperpanjang.
Abdullah Efendi menyebut masa jabatannya dijadwalkan berakhir pada 15 November 2026.
“Soal seleksi, saya serahkan kepada Baznas pusat. Apakah nanti diperpanjang atau tidak, saya belum tahu,” kata Abdullah.
Sambil menunggu keputusan tersebut, Abdullah berharap kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan program yang telah berjalan baik sekaligus memperbaiki bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Penghimpunan Dana Zakat Mengalami Penurunan
Selain persoalan pergantian pimpinan, Abdullah Efendi mengungkapkan bahwa penghimpunan dana Baznas Garut mengalami penurunan.
Ia menyebut angka penghimpunan yang pernah mencapai sekitar Rp13 miliar kini menghadapi tekanan akibat sejumlah perubahan kebijakan.
Menurut Abdullah Efendi, salah satu faktor yang memengaruhi penghimpunan zakat adalah adanya pegawai aparatur sipil negara (ASN) yang ditarik ke pemerintah pusat.
Selain itu, tunjangan sertifikasi guru yang sebelumnya berkontribusi terhadap penghimpunan zakat melalui kas daerah kini disalurkan langsung ke rekening penerima.
“Banyak penurunan. Salah satunya karena banyak pegawai ASN yang ditarik ke pusat. Kemudian, tunjangan sertifikasi guru tidak lagi melalui kas daerah, tetapi langsung masuk ke rekening masing-masing,” jelasnya.
Perubahan mekanisme tersebut, menurut Abdullah Efendi, turut memengaruhi sumber penghimpunan dana zakat yang selama ini dikelola Baznas Garut.
Audit dan Tata Kelola Menjadi Capaian
Di akhir masa jabatannya, Abdullah Efendi juga menyampaikan sejumlah capaian yang diraih Baznas Garut.
Ia menyebut Baznas Garut memperoleh hasil baik dalam audit syariah dan secara berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP).
Selain itu, Baznas Garut memperoleh nilai A dalam penilaian Sistem Informasi Manajemen Baznas (SIMBA) dari Baznas pusat.
Abdullah Efendi menilai capaian tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam penguatan tata kelola lembaga.
Ia juga menyampaikan bahwa Baznas Garut pernah memperoleh penghargaan terkait peran pimpinan yang proaktif menjalin hubungan dengan pemerintah daerah.
Abdullah Efendi turut mengingatkan pentingnya dukungan regulasi dan pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan zakat.
Ia menyinggung peran kepala daerah sebelumnya, Rudi Gunawan, dalam mendorong gerakan zakat di Kabupaten Garut.
Pimpinan Berikutnya Diminta Perkuat Pengumpulan dan Penyaluran
Abdullah Efendi berharap pimpinan Baznas Garut berikutnya dapat mempertahankan program yang sudah berjalan baik dan memperbaiki aspek yang masih memiliki kekurangan.
Menurutnya, penguatan perlu dilakukan terutama dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat.
Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan tata kelola Baznas dengan sistem dan indikator yang berlaku, termasuk Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) serta Indeks Zakat Nasional (IZN).
“Kalau ada program kami yang baik, silakan dilanjutkan. Yang masih kurang, diperbaiki. Terutama dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat, karena masih ada hal-hal yang harus kita tingkatkan,” kata Abdullah Efendi.
Ia menambahkan, penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) serta Rencana Strategis (Renstra) Baznas Garut juga telah mengacu pada tiga misi Bupati Garut.
Dengan proses seleksi pimpinan yang masih menunggu keputusan pusat, keberlanjutan program dan penguatan penghimpunan zakat menjadi pekerjaan penting bagi Baznas Garut ke depan.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar