WARTAGARUT.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengapresiasi inovasi pembelajaran yang ditampilkan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut dalam Gelar Karya 2.0 Tahun 2026.
Produk yang dihasilkan calon guru tersebut dinilai berpotensi mendukung pengembangan pembelajaran di sekolah, khususnya pada jenjang SD dan SMP.
Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dr. Ajang Rusmana, M.Pd., mengaku tertarik dengan berbagai karya yang dipamerkan dalam kegiatan bertema “Merajut Arah, Membangun Bangsa” tersebut.
Dr. Ajang Rusmana menyampaikan apresiasinya saat mengunjungi Gelar Karya 2.0 di Aula IPI Garut, Jalan Terusan Pahlawan No. 32, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (19/10/2026).
“Bagi kami di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, kegiatan ini luar biasa. Kami sangat tertarik dengan hasil karya mahasiswa PPG IPI Garut dan berharap produk-produk tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran di sekolah,” kata Dr. Ajang Rusmana.
Disdik Garut Tertarik Jajaki Pemanfaatan Karya
Dr. Ajang Rusmana mengatakan, pihaknya berencana menjalin komunikasi dengan koordinator PPG IPI Garut untuk membahas kemungkinan pemanfaatan karya mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.
Menurutnya, inovasi yang dihasilkan calon guru perlu mendapat ruang agar manfaatnya tidak berhenti pada pameran.
Produk yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan media maupun pendekatan pembelajaran.
“Kami akan mencoba berkomunikasi dengan koordinator PPG untuk membahas bagaimana hasil karya mahasiswa ini bisa diselaraskan dengan teknologi dan pendekatan pembelajaran yang ada di sekolah, khususnya pada jenjang SD dan SMP,” ujarnya.
Rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Penerapannya akan bergantung pada kesesuaian produk dengan kebutuhan pembelajaran dan tindak lanjut antara pihak terkait.
Inovasi Guru Jangan Berhenti Setelah Kuliah
Selain mengapresiasi hasil karya mahasiswa, Ajang menyoroti pentingnya menjaga semangat berinovasi setelah calon guru menyelesaikan pendidikan dan mulai bertugas di sekolah.
Ia menilai, kreativitas dan motivasi yang ditunjukkan mahasiswa selama proses pendidikan perlu terus dikembangkan ketika mereka menghadapi situasi pembelajaran yang sesungguhnya.
“Saya optimistis ketika melihat semangat dan inovasi para mahasiswa ini,”katanya
“Motivasi tersebut jangan sampai berhenti ketika mereka mendapat tugas atau masih mengikuti perkuliahan, tetapi harus terus berkembang sampai mereka bertugas di sekolah,” tambahnya.
Menurut Dr. Ajang Rusmana, guru yang terus berinovasi memiliki peluang lebih besar untuk mendorong kemajuan sekolah.
Karena itu, kegiatan seperti Gelar Karya PPG IPI Garut diharapkan menjadi bekal bagi calon guru untuk membangun kebiasaan mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
PPG Diharapkan Melahirkan Guru Profesional
Dr. Ajang Rusmana menegaskan, Pendidikan Profesi Guru memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga pendidik profesional setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
Ia berharap semangat kreativitas yang terlihat dalam Gelar Karya 2.0 dapat diterapkan secara konsisten ketika para peserta kembali ke lingkungan pendidikan masing-masing, baik di Kabupaten Garut maupun di daerah lain.
“Harapan kami, inovasi dan kreativitas seperti ini jangan hanya berhenti di kegiatan gelar karya,”ujarnya.
“Mahasiswa harus membawa semangat tersebut sampai mereka bertugas di sekolah, sehingga dapat berkontribusi untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan di tempat masing-masing,” sambung Dr. Ajang.
Bagi Dr. Ajang Rusmana, keberagaman asal daerah mahasiswa bukan penghalang untuk membangun tujuan bersama.
Para calon guru memiliki tanggung jawab yang sama, yakni meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang kreatif, relevan, dan bermanfaat bagi siswa.
Gelar Karya 2.0 PPG IPI Garut pun diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan hasil proyek mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih baik.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar