Fekon Uniga Merajut Harapan di Pasirwangi: Mengubah Sampah Menjadi Berkah dan Menumbuhkan Kesadaran Sejak Dini

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fekon Uniga Merajut Harapan di Pasirwangi: Mengubah Sampah Menjadi Berkah dan Menumbuhkan Kesadaran Sejak Dini

Fekon Uniga Merajut Harapan di Pasirwangi: Mengubah Sampah Menjadi Berkah dan Menumbuhkan Kesadaran Sejak Dini

PASIRWANGI, GARUT – Tumpukan sampah yang selama ini menjadi pemandangan biasa di pinggir jalan Kampung Mulyasari, kini perlahan mulai sirna.

Di balik perubahan itu, ada sekelompok ibu rumah tangga dari Desa Padaawas dan Barusari yang berani memulai langkah baru.

Mereka adalah peserta program pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Garut (Uniga) yang telah berjalan selama sebulan penuh, dari 23 Juli hingga 26 Agustus 2025.

Dipimpin oleh Dr. Wati Susilawati. S.E., M.Si., program bertema “Manajemen Sampah Rumah Tangga: Strategi Hemat dan Sehat Melalui Kebun Tanaman Obat Keluarga” ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah gerakan hati.

Tim dosen dan mahasiswa Fekon Uniga menyentuh langsung permasalahan yang selama ini seolah tak berujung, yaitu kurangnya kesadaran akan kebersihan lingkungan.

Selama sebulan penuh, mereka hadir, mendampingi, dan membimbing para ibu, mengubah kebiasaan lama menjadi praktik baru yang penuh harapan.

Pada hari pertama, Rabu, 23 Juli 2025, Risma Muhamad Ramdani, S.E., M.Si., dosen Fekon Uniga, memberikan materi.

Ia tidak hanya bicara tentang cara memilah sampah, tetapi juga menyentuh hati para ibu dengan pesan penting: kebersihan adalah warisan terbaik untuk anak cucu.

Baca Juga :  H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan

“Mendidik anak-anak kita peduli kebersihan adalah investasi untuk masa depan mereka,” katanya, menanamkan benih kesadaran yang lebih dalam.

Merajut Kemandirian dengan Teknologi Sederhana

Harapan itu semakin nyata ketika dua mahasiswa, Mohammat Fajar dan Nana Supriatna, memperkenalkan teknologi komposer tumpuk.

Teknologi sederhana ini langsung menyentuh hati para peserta.

Mereka diajarkan cara mengubah sampah organik yang tadinya tidak berguna menjadi pupuk kompos yang berharga.

Sebuah keajaiban kecil yang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Bagian menarik lainnya adalah materi yang disampaikan oleh Deri Alan, S.E., M.M., dosen Fekon Uniga, tentang manfaat tanaman obat keluarga.

Ia menjelaskan berbagai khasiat dari tanaman herbal yang mudah ditanam di pekarangan. Sebagai dukungan, tim membagikan 250 bibit tanaman obat kepada warga.

Beberapa di antaranya adalah Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus) yang bermanfaat untuk kesehatan ginjal, Sambiloto (Andrographis paniculata) yang dikenal sebagai antibakteri, dan Pegagan Air (Centella asiatica) yang baik untuk daya ingat.

Selain itu, sebagai pelengkap semangat baru ini, tim juga menyerahkan seperangkat alat kebersihan esensial, seperti sapu, pengki, dan tempat sampah agar warga dapat segera memulai aksi nyata di lingkungan mereka.

Baca Juga :  Qisti dan Marsela Harumkan MAN 1 Garut Lewat Lomba Syarhil Qur’an

Ini adalah langkah kecil yang besar, simbol dari komitmen tim untuk mendukung setiap langkah warga menuju kebersihan.

Setelah pembagian alat-alat ini, warga berkomitmen untuk mengadakan kerja bakti Jumat bersih setiap minggu, sebuah inisiatif baru yang disambut baik oleh seluruh warga.

Puncak Kebahagiaan dan Spirit Gotong Royong

Puncak dari perjuangan satu bulan ini adalah perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2025.

Warga Kampung Mulyasari menunjukkan semangat luar biasa dengan antusias berpartisipasi dalam lomba kebersihan lingkungan dan pekarangan.

Tawa riang dan semangat gotong royong membanjiri kampung, membuktikan bahwa perubahan sudah terjadi dari dalam.

Rangkaian acara ditutup dengan sebuah momen sakral: penyerahan 55 buku Al-Qur’an kepada DKM Masjid Baiturrahman.

Sebuah simbol bahwa perubahan sejati tidak hanya terjadi pada lingkungan fisik, tetapi juga pada batin setiap individu.

Pengabdian ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian yang tulus dapat menumbuhkan harapan, mengubah kebiasaan, dan merajut kembali tali persaudaraan.

Penulis: 

Risma Muhamad Ramdani, S.E., M.Si;

Dr. Wati Susilawati, S.E., M.Si;

Deri Alan Kurniawan, S.E., M.M.

(Dosen Fakultas Ekonomi Uni

versita Garut)

 

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Qisti dan Marsela Harumkan MAN 1 Garut Lewat Lomba Syarhil Qur’an
Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut
Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran
SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI
Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar
Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas
Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Qisti dan Marsela Harumkan MAN 1 Garut Lewat Lomba Syarhil Qur’an

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Berita Terbaru