WARTAGARUT.COM – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut.
Sejumlah santri murid sekolah tersebut menorehkan prestasi dalam dua kompetisi nasional, yakni Kompetisi Matematika Nasional (KMN) UPI 2026 dan Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Capaian tersebut mencakup Juara III bidang matematika, empat medali emas, dua medali perak, dan 13 medali perunggu dalam Olimpiade PAI.
Empat peraih medali emas juga dijadwalkan mengikuti babak Grand Final Olimpiade PAI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 28 Oktober 2026.
Prestasi di dua bidang berbeda ini menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Al Mashduqi IIBS Garut, sekaligus menggambarkan upaya santri mengembangkan kemampuan akademik dan memperdalam ilmu keagamaan.
Isi Artikel
Santri Al Mashduqi Garut Raih Juara III KMN UPI 2026
Salah satu capaian datang dari Kompetisi Matematika Nasional (KMN) UPI 2026 yang diselenggarakan oleh Gema Mahasiswa Matematika (GMM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Santri murid Al Mashduqi IIBS Garut, Derizza Ihsanulfadillah, berhasil meraih Juara III dalam kompetisi tersebut.
Pengumuman prestasinya dirilis pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Guru pembina olimpiade, Mr. Budi Firmansyah, menyebut keberhasilan Derizza merupakan hasil dari ketekunan dan proses belajar yang dijalani secara konsisten.
“Capaian Ananda Derizza di KMN UPI 2026 ini adalah buah dari ketekunan dan proses belajar yang panjang,” ujar Mr. Budi Firmansyah.
Ia berharap raihan tersebut dapat mendorong santri murid lainnya untuk semakin percaya diri dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional, khususnya di bidang sains dan matematika.
“Raihan Juara III ini harapannya bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh santri untuk terus percaya diri dan berani bersaing di ajang nasional,” katanya.
Empat Santri Raih Emas Olimpiade PAI UIN Jakarta
Prestasi lainnya datang dari Olimpiade PAI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berdasarkan pengumuman pada 14 Oktober 2026, santri murid Al Mashduqi IIBS Garut berhasil meraih total 19 medali, terdiri atas empat medali emas, dua medali perak, dan 13 medali perunggu.
Empat peraih medali emas sekaligus memperoleh kesempatan melaju ke babak Grand Final yang dijadwalkan berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 28 Oktober 2026.
Keempat santri tersebut adalah:
- Fatiya Vira Rahima, Grade VI.
- Muhammad Fachri Atallah, Grade IV.
- Nazeefah Khairunnisa, Grade IV.
- Mohammad Sya’ban Rizqi Al-Halali, Grade V.
Keikutsertaan mereka di babak Grand Final menjadi kesempatan berikutnya untuk menunjukkan kemampuan dalam kompetisi bidang Pendidikan Agama Islam.
Persiapan dan pemantapan materi pun menjadi perhatian pembina menjelang pelaksanaan final.
Dua Santri Raih Medali Perak
Dua medali perak atau Silver Medal diraih oleh Muhammad Ashdiqul Amin dari Grade VI dan Annisa Intan Zahirah dari Grade V.
Sementara itu, 13 santri lainnya berhasil membawa pulang medali perunggu atau Bronze Medal. Mereka adalah:
- Dhefara Nafsa Arifa, Grade IV.
- Andini Nuraeni, Grade V.
- Alya Khalifa, Grade VI.
- Safa’atul Mubarokah, Grade IV.
- Raisya Fakhira, Grade V.
- Rozwa Salsabila, Grade V.
- Nida Syahidah, Grade IV.
- Adam Yuda Nugraha, Grade V.
- Keyzha Aura, Grade IV.
- Raihan Azhar Alfi Ramadhan, Grade IV.
- Hariyansah Yasin, Grade VI.
- Muhammad Ghailan, Grade IV.
- Dalfa Nurul Mulkiyah, Grade IV.
Capaian tersebut melengkapi prestasi Al Mashduqi IIBS Garut dalam kompetisi yang berfokus pada bidang keagamaan.
Para santri tidak hanya memperoleh medali, tetapi juga pengalaman berkompetisi dan mengukur kemampuan akademik mereka.
Pembina Olimpiade PAI Siapkan Peraih Emas Menuju Grand Final
Guru pembina Olimpiade PAI, Ms. Vindy, menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri.
Menurutnya, prestasi tersebut terasa semakin bermakna karena hadir dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional.
“Alhamdulillah, hasil dari Olimpiade PAI UIN Jakarta ini sangat membanggakan. Deretan prestasi ini terasa makin bermakna karena diraih bertepatan dengan suasana momentum Hari Santri, menjadi kado indah sekaligus bukti bahwa semangat belajar santri terus membara,” tutur Ms. Vindy.
Ia mengatakan, perhatian pembinaan kini diarahkan pada empat santri peraih medali emas yang akan mengikuti babak Grand Final pada 28 Oktober 2026.
“Untuk empat santri pemenang Gold Medal, kami fokus melakukan pemantapan materi agar mereka siap tampil maksimal di babak Grand Final pada 28 Oktober mendatang,” ujarnya.
Persiapan tersebut menjadi tahapan penting bagi para santri sebelum kembali berkompetisi.
Hasil akhir di babak Grand Final masih akan ditentukan melalui pelaksanaan kompetisi tersebut.
Hari Santri, Momentum Mengapresiasi Semangat Belajar
Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober menjadi pengingat atas peran santri dalam perjalanan bangsa sekaligus kontribusi mereka dalam pendidikan dan kehidupan masyarakat.
Prestasi santri Al Mashduqi IIBS Garut di bidang matematika dan Pendidikan Agama Islam menghadirkan gambaran tentang beragam bidang yang dapat dikembangkan melalui proses belajar di lingkungan pesantren.
Capaian tersebut juga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus mengasah kemampuan, menjaga semangat menuntut ilmu, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik.
Dengan empat peraih medali emas yang bersiap menuju Grand Final Olimpiade PAI, perhatian berikutnya tertuju pada perjuangan mereka di kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar