WARTAGARUT.COM – Cukur rambut gratis di MTsN 1 Garut menjadi cara berbeda dalam menegakkan kedisiplinan siswa.
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Garut menggandeng Atrox Barber School untuk memberikan layanan pangkas rambut profesional bagi seluruh siswa laki-laki, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan utama madrasah itu dimulai pukul 07.30 WIB setelah apel pagi.
Program ini tidak sekadar menertibkan panjang rambut siswa, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif yang menjaga kenyamanan dan rasa percaya diri mereka.
Kepala MTsN 1 Garut, Dr. H. Pepen Supendi, S.Ag., M.M.Pd., menjelaskan bahwa penegakan tata tertib perlu dilakukan dengan cara yang mendidik.
Menurutnya, siswa tetap harus mengikuti aturan kerapian, tetapi proses penertiban tidak seharusnya membuat mereka merasa malu.
“Penertiban rambut sering kali menjadi momen yang kurang menyenangkan bagi siswa karena dipotong tidak beraturan,”ujar H. pepen.
“Melalui kerja sama dengan Atrox Barber School, kami ingin menunjukkan bahwa menegakkan disiplin bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, estetis, dan tetap menjaga rasa percaya diri siswa,” tambahnya.
Cukur Rambut Gratis dengan Layanan Profesional
Untuk melaksanakan program tersebut, MTsN 1 Garut bekerja sama dengan tim kapster dari Atrox Barber School.
Kolaborasi ini mempertemukan dunia pendidikan dengan keterampilan profesional di bidang pangkas rambut.
Tim kapster memberikan layanan menggunakan standar potongan rambut sekolah atau standard school cut.
Model rambut dibuat klasik dan rapi, tanpa gaya berlebihan seperti undercut ekstrem maupun hair tattoo.
Di lapangan utama madrasah, sejumlah kursi pangkas ditata lengkap dengan cermin dan peralatan profesional.
Para siswa mengikuti antrean sesuai kelas masing-masing, sementara guru dan tim kesiswaan mendampingi jalannya kegiatan.
Sebelum dipangkas, rambut siswa diperiksa terlebih dahulu.
Kapster kemudian memberikan layanan pemotongan sekaligus tips sederhana mengenai perawatan rambut dan pemilihan gaya yang sesuai dengan tata tertib madrasah.
Pendekatan ini diharapkan membuat siswa lebih mudah memahami bahwa menjaga kerapian merupakan bagian dari kedisiplinan sehari-hari.
Kolaborasi Pendidikan dan Keterampilan Profesional
Program cukur rambut gratis ini juga menjadi ruang kolaborasi antara MTsN 1 Garut dan Atrox Barber School.
Keterampilan yang biasanya diberikan melalui layanan barbershop diterapkan dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi siswa.
Selain membantu madrasah menegakkan aturan kerapian, kegiatan tersebut memberikan pengalaman layanan pangkas rambut yang lebih tertata.
Standar kebersihan peralatan dan pendampingan guru menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan.
Seluruh wali kelas dan guru piket turut membantu mengatur antrean agar kegiatan berjalan lancar tanpa terlalu mengganggu jam pembelajaran.
Siswa Merasa Lebih Nyaman
Salah seorang siswa kelas VIII mengaku senang mengikuti program cukur rambut gratis tersebut.
Ia sempat merasa gugup karena mengira kegiatan itu merupakan razia rambut seperti yang dibayangkannya sebelumnya.
“Awalnya deg-degan karena dikira mau dirazia seperti biasa. Tapi ternyata yang memotong kapster profesional langsung. Hasilnya rapi dan keren, sesuai standar sekolah. Jadi tidak malu lagi kalau masuk kelas,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menggambarkan bahwa penertiban tata tertib dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih bersahabat.
Siswa tetap diarahkan mematuhi aturan, tetapi prosesnya dibuat lebih nyaman dan tidak merendahkan mereka.
Pihak komite madrasah dan orang tua siswa juga disebut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
Program tersebut dinilai membantu orang tua menjaga kerapian anak sekaligus mengurangi pengeluaran untuk biaya pangkas rambut.
Kerapian sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter
Kepala MTsN 1 Garut, Pepen Supendi, melalui kegiatan ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang tertib sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa.
Kerapian rambut menjadi salah satu bentuk kepatuhan terhadap tata tertib madrasah.
Namun, nilai pendidikan yang ingin dibangun tidak berhenti pada penampilan, melainkan juga kesadaran siswa untuk bertanggung jawab terhadap aturan yang berlaku.
Melalui kolaborasi dengan Atrox Barber School, MTsN 1 Garut berharap kedisiplinan dapat ditanamkan tanpa mengabaikan kenyamanan dan kepercayaan diri peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB tersebut ditutup dengan sesi foto bersama pimpinan madrasah, tim kesiswaan, dan tim Atrox Barber School.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar