SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala SMP Negeri 2 Garut, Darsono, menghadiri Gelar Karya 2.0 PPG IPI Garut bertema “Merajut Arah, Membangun Bangsa” di Aula IPI Garut, Kabupaten Garut, Senin (19/10/2026).

Kepala SMP Negeri 2 Garut, Darsono, menghadiri Gelar Karya 2.0 PPG IPI Garut bertema “Merajut Arah, Membangun Bangsa” di Aula IPI Garut, Kabupaten Garut, Senin (19/10/2026).

WARTAGARUT.COM – Kepala SMP Negeri 2 Garut, Darsono, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inovasi media pembelajaran yang ditampilkan dalam Gelar Karya 2.0 Pendidikan Profesi Guru (PPG) IPI Garut Tahun 2026.

Menurutnya, karya para peserta dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, baik dengan memanfaatkan teknologi maupun melalui pendekatan nonteknologi.

Apresiasi tersebut disampaikan Darsono saat menghadiri Gelar Karya 2.0 bertajuk “Merajut Arah, Membangun Bangsa” di Aula IPI Garut, Jalan Terusan Pahlawan No. 32, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (19/10/2026).

“Saya menyambut baik kegiatan gelar karya ini karena dapat memberikan inspirasi, terutama bagi rekan-rekan guru. Tidak semua guru memiliki kesempatan untuk berinovasi seperti yang ditampilkan para peserta PPG,” kata Darsono.

Media Pembelajaran Tak Harus Bergantung pada Teknologi

Darsono menilai, salah satu hal menarik dari Gelar Karya PPG IPI Garut adalah keberagaman media pembelajaran yang dipamerkan.

Peserta menghadirkan media berbasis teknologi sekaligus media yang dapat digunakan tanpa perangkat digital.

Menurut dia, inovasi pembelajaran tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologi.

Kreativitas guru dalam merancang media yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik juga menjadi faktor penting.

“Yang terpenting adalah bagaimana para guru mampu berinovasi dan berkreasi dalam mengembangkan media pembelajaran, meskipun tidak selalu menggunakan teknologi,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan tersebut membuka peluang bagi guru dengan tingkat penguasaan teknologi yang berbeda untuk tetap mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan mudah diterapkan.

Baca Juga :  Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas

Menghidupkan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Selain bentuk media pembelajaran, Darsono tertarik pada konsep yang mendasari karya para peserta.

KoIa melihat adanya upaya menerapkan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam proses pembelajaran.

Filosofi Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani tercermin dalam pendekatan media pembelajaran yang dipamerkan.

Menurut Darsono, ada karya yang menekankan keteladanan guru, ada yang mendorong tumbuhnya kemauan dan kreativitas peserta didik, serta ada pula yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan pemikiran kritis dan kemandirian.

“Saya melihat konsep mereka berlandaskan pemikiran Bapak Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara. Ternyata para peserta PPG bisa mengembangkan pemikiran sejauh itu dalam media pembelajaran,” tuturnya.

Darsono meyakini karya-karya tersebut berpotensi diterapkan di sekolah masing-masing.

Sebab, media yang dipamerkan bukan sekadar gagasan, tetapi merupakan hasil pengembangan yang menurutnya telah digunakan oleh para peserta.

Ia berharap inovasi itu dapat membantu siswa mengikuti proses belajar dengan lebih mudah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Tantangan Guru di Tengah Digitalisasi Pendidikan

Di balik peluang yang ditawarkan teknologi, Darsono menyoroti tantangan dalam membimbing peserta didik agar menggunakan perangkat digital secara bijak.

Ia mengingatkan bahwa teknologi yang semestinya mendukung kegiatan edukasi dapat bergeser menjadi sarana hiburan apabila tidak digunakan secara tepat.

Baca Juga :  Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK

“Anak-anak yang belum bijak menggunakan teknologi bisa membuat teknologi yang tadinya untuk edukasi justru menjadi alat rekreasi. Ini menjadi tantangan bagi kita dalam dunia pendidikan,” katanya.

Menurutnya, guru tidak cukup hanya memperkenalkan teknologi kepada siswa.

Guru juga perlu membimbing mereka agar mampu memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan belajar.

Gelar Karya Diharapkan Menjangkau Lebih Banyak Guru

Darsono berharap Gelar Karya PPG IPI Garut tidak hanya menjadi kegiatan internal kampus, tetapi juga berkembang menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi guru-guru di Kabupaten Garut.

Ia mengusulkan agar penyelenggaraan berikutnya turut mengundang sekolah-sekolah di luar sekolah mitra.

Dengan jangkauan peserta yang lebih luas, semakin banyak guru diharapkan memperoleh inspirasi untuk mengembangkan inovasi pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Saya berharap ke depannya semua sekolah bisa diundang, bukan hanya sekolah mitra. Dengan begitu, semua guru bisa mendapatkan inspirasi untuk membuat inovasi pembelajaran yang lebih baik,” ujarnya.

Darsono juga menyampaikan terima kasih kepada IPI Garut, khususnya penyelenggara program PPG, atas kesempatan untuk belajar dan memperkuat kemitraan dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Garut.

Bagi Darsono, Gelar Karya PPG IPI Garut memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar pameran hasil karya.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana berbagi praktik pembelajaran, memperluas kolaborasi antarsekolah, dan mendorong guru terus mengembangkan metode belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.***

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar
Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas
Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi
IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG
H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan
Ketua Pembina YDHIG Ungkap Hasil Visitasi FKG IKKHG, Target Pembukaan Tahun 2027
PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi

Berita Terbaru