WARTAGARUT.COM – Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam menjaga persatuan umat pada Opening Ceremony Satu Abad NU 1926–2026 dan Mukercab PCNU Garut di Lapangan SOR Ciateul, Tarogong Kidul, Senin (26/1/2026).
Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama di Kabupaten Garut tersebut menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yang berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara.
Dalam sambutannya, KH. Amin Muhyiddin menegaskan bahwa berdirinya NU pada 31 Januari 1926 oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari merupakan ikhtiar menjaga kemurnian ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus merawat masa depan bangsa.
“NU sejak awal hadir untuk menegakkan persatuan, kemaslahatan, dan arah peradaban. Amanat Qonun Asasi inilah yang terus kami jaga hingga hari ini,” ujar KH. Amin Muhyiddin di hadapan ribuan warga nahdliyin.
Ketua Umum MUI Garut ini menjelaskan, perjalanan satu abad NU tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara ulama dan umara.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan yang harmonis.
“Ulama menjaga nilai moral dan akhlak. Umara menjalankan amanah kekuasaan demi keadilan dan kesejahteraan. Jika keduanya berjalan seiring, maka umat akan kuat,” katanya.
KH. Amin Muhyiddin menuturkan, di Kabupaten Garut, sinergi itu terus hidup melalui berbagai program keagamaan, sosial, dan pembangunan daerah yang melibatkan PCNU dan pemerintah.
Ia menyebut Mukercab PCNU Kabupaten Garut masa khidmat 2025–2030 sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
“Mukercab ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi ikhtiar meneguhkan kembali arah perjuangan jam’iyyah agar tetap berpihak pada umat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Amin juga menyampaikan penghormatan kepada para pendiri NU, para muassis NU Garut, serta para kiai dan ulama yang telah mengorbankan tenaga dan pikiran demi keberlangsungan organisasi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas keteladanan dan pengorbanan para pendahulu. Tanpa mereka, NU tidak akan sebesar hari ini,” ujarnya.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan seluruh unsur umara atas sinergi yang telah terjalin selama ini.
Menurut KH. Amin, kerja sama yang baik antara NU dan pemerintah menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Menatap abad kedua, ia berharap PCNU Garut semakin kokoh, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman, tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaan.
“Semoga NU senantiasa istiqomah dalam khidmah, dan PCNU Garut mampu melangkah lebih kuat demi umat, bangsa, dan peradaban yang mulia,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni
















