Korupsi Kredit BPR Intan Jabar Garut Rugikan Negara Rp5 Miliar, 3 Tersangka Ditahan Kejari Garut

Senin, 8 Juni 2026 - 15:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Kejaksaan Negeri Garut melakukan proses Tahap II terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi kredit PT BPR Intan Jabar Kabupaten Garut yang diduga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp5 miliar.

Petugas Kejaksaan Negeri Garut melakukan proses Tahap II terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi kredit PT BPR Intan Jabar Kabupaten Garut yang diduga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp5 miliar.

WARTAGARUT.COM – Kejaksaan Negeri Garut resmi menerima penyerahan tiga tersangka beserta barang bukti dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit di PT BPR Intan Jabar Kabupaten Garut.

Perkara yang terjadi di Kantor Cabang Utama pada periode 2018 hingga 2021 itu diduga menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai sekitar Rp5 miliar.

Penyerahan tersangka dan barang bukti atau Tahap II tersebut dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026, di Ruang Tahap II Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Garut.

Proses tersebut dilakukan dari Jaksa Penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum sebagai bagian dari tahapan menuju proses persidangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut melalui Kepala Seksi Intelijen, Frans Mona, S.H., M.H., menjelaskan bahwa terdapat tiga tersangka yang diserahkan dalam perkara dugaan korupsi pemberian kredit di PT BPR Intan Jabar Kabupaten Garut.

Tiga Pejabat BPR Intan Jabar Jadi Tersangka

Ketiga tersangka yang telah memasuki tahap penuntutan masing-masing berinisial AJ, EH, dan RR.

AJ diketahui menjabat sebagai Pimpinan Cabang PT BPR Intan Jabar Kantor Cabang Utama periode 2016 hingga 2019.

Baca Juga :  Hari Santri Nasional, Rektor UNIGA Irfan Nabhani Soroti Peran Santri dalam Membangun Bangsa

Sementara EH merupakan Pimpinan Cabang PT BPR Intan Jabar Kantor Cabang Utama periode 2020 hingga 2021.

Adapun RR pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Pemasaran PT BPR Intan Jabar Kantor Cabang Utama periode 2020 hingga 2021 dan kemudian menjadi Pimpinan Cabang pada periode 2021 hingga 2022.

Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan pemberian kredit yang berlangsung selama beberapa tahun di lingkungan PT BPR Intan Jabar Kabupaten Garut.

Modus Kredit Fiktif hingga Top Up Tanpa Sepengetahuan Nasabah

Berdasarkan hasil penyidikan, masing-masing tersangka diduga melakukan berbagai bentuk penyimpangan dalam proses pemberian kredit.

Modus yang terungkap di antaranya berupa kredit fiktif, kredit topengan, hingga praktik penambahan pinjaman atau top up kredit tanpa sepengetahuan nasabah.

Dugaan praktik tersebut menyebabkan kerugian keuangan negara yang ditaksir mencapai sekitar Rp5 miliar.

Dalam perkara ini, para tersangka disangkakan melanggar ketentuan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, serta ketentuan yang relevan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Juga :  Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Kejari Garut Sita Berbagai Dokumen Kredit

Selain menerima para tersangka, Kejaksaan Negeri Garut juga menerima sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti yang diserahkan antara lain dokumen kredit, dokumen permohonan kredit, dokumen pengajuan kredit, laporan internal, surat keterangan lunas, surat keputusan, surat edaran, tanda bukti setoran, perjanjian kredit, laporan keuangan, dokumen agunan, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai dokumen lain yang terkait dengan pengelolaan kredit.

Seluruh barang bukti tersebut akan digunakan untuk mendukung proses pembuktian pada tahap penuntutan dan persidangan.

Ditahan 20 Hari di Rutan Garut

Usai proses Tahap II, ketiga tersangka langsung menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Garut.

Masa penahanan berlangsung selama 20 hari, terhitung mulai 8 Juni 2026 hingga 27 Juni 2026.

Kejaksaan Negeri Garut menyatakan perkara ini akan segera diproses ke tahap berikutnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***

 

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Todongkan Golok demi Dua HP, Pria di Garut Ditangkap Polisi
Proyektil Bersarang di Mata Pelajar, Polisi Tangkap Tersangka
Tawaran Kerja Berujung Dugaan Eksploitasi, Polisi Usut Kasus TPPO di Garut
Polres Garut Amankan Pria di Malangbong, 222 Tablet Obat Keras Disita
Polres Garut Periksa 7 Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sukawening
Polres Garut Ungkap 20 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Diamankan
Polres Garut Tahan 3 Tersangka Kasus 2.877 BBL, Dugaan TPPU Didalami
Isu Begal Gegerkan Garut, Faktanya Ternyata Perselisihan Keluarga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Todongkan Golok demi Dua HP, Pria di Garut Ditangkap Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Proyektil Bersarang di Mata Pelajar, Polisi Tangkap Tersangka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Tawaran Kerja Berujung Dugaan Eksploitasi, Polisi Usut Kasus TPPO di Garut

Selasa, 22 September 2026 - 07:52 WIB

Polres Garut Amankan Pria di Malangbong, 222 Tablet Obat Keras Disita

Kamis, 10 September 2026 - 16:50 WIB

Polres Garut Periksa 7 Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sukawening

Berita Terbaru

Ucapan Sumpah Pemuda 2026

UCAPAN DAN TWIBBON

Ucapan Sumpah Pemuda 2026

Rabu, 28 Okt 2026 - 08:10 WIB