Terungkap! Kasatreskrim polres Garut Beberkan Penyebab Petugas KAI Dikeroyok

Kamis, 16 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan kereta api di Leuwigoong.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan kereta api di Leuwigoong.

WARTAGARUT.COMPetugas KAI dikeroyok saat menjalankan tugas menutup pintu perlintasan kereta api di Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Polisi mengungkap fakta baru bahwa para pelaku diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dan aksi kekerasan itu terjadi secara spontan setelah korban menegur mereka.

Kasus petugas KAI dikeroyok tersebut kini memasuki tahap penyidikan.

Satreskrim Polres Garut bersama Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat.

Namun, penyidik masih mendalami peran masing-masing karena tidak seluruhnya diduga menjadi pelaku pemukulan.

Polisi Ungkap Kronologi Pengeroyokan

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra, S.H., M.H., C.H.R.A. menjelaskan peristiwa bermula pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Empat orang yang berboncengan menggunakan dua sepeda motor baru pulang dari sebuah acara hajatan.

Saat melintas di pintu perlintasan kereta api Leuwigoong, portal sudah ditutup karena kereta api akan melintas.

Namun, rombongan tersebut diduga memaksa ingin tetap melewati perlintasan.

Korban yang sedang bertugas kemudian menegur tindakan tersebut demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

Baca Juga :  MAN 1 Garut Kembali Jadi Sekolah Favorit, Pendaftar PMBM 2026 Jauh Melebihi Kuota

“Mereka memaksa melewati portal yang sudah ditutup. Saat ditegur oleh petugas jaga, para pelaku merasa tersinggung hingga terjadi pemukulan,” ujar AKP Herman Saputra, dalam Wawancara di Polres Garut, Kamis, (16/7/2026).

Pelaku Diduga Berada di Bawah Pengaruh Minuman Keras

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi juga memperoleh fakta bahwa salah satu faktor yang diduga memicu aksi kekerasan tersebut adalah kondisi pelaku.

“Kejadiannya spontan dan para tersangka saat itu diduga berada dalam pengaruh minuman,” kata Herman.

Menurutnya, hingga kini penyidik masih mendalami seluruh keterangan saksi maupun para terduga pelaku.

Empat Orang Diamankan, Dua Diduga Jadi Eksekutor

AKP Herman Saputra menjelaskan polisi memang mengamankan empat orang.

Namun berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, hanya dua orang yang diduga terlibat langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

Dua orang lainnya masih didalami status hukumnya karena diduga hanya berada di lokasi kejadian.

“Empat orang kami amankan. Tetapi yang terbukti nanti dalam proses penyidikan bisa saja dua orang, sementara dua lainnya masih didalami apakah hanya sebagai saksi,” jelasnya.

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah Garut Buka Pendaftaran Siswa Baru hingga Juli 2026

Polisi menyebut para pelaku datang menggunakan dua sepeda motor.

Kendaraan tersebut diparkir di samping pos penjagaan sebelum dua orang turun dan diduga melakukan pemukulan terhadap korban.

korban.

Korban Dipukul di Bagian Kepala

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami beberapa kali pukulan pada bagian kepala.

Keterangan tersebut diperoleh dari pengakuan korban dan diperkuat hasil pemeriksaan terhadap para terduga pelaku.

Saat ini seluruh terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Garut.

Polisi Tegaskan Proses Hukum Terus Berjalan

Penyidik masih melengkapi alat bukti sekaligus mendalami keterlibatan masing-masing terduga pelaku sebelum menetapkan status hukum secara final.

AKP Herman Saputra menegaskan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama cepat antara Polres Garut dan Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat sehingga para terduga pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Polres Garut Ringkus Pelaku Penganiayaan Petugas KAI di Leuwigoong
Operasi Gabungan Tertibkan 117 Hektare Perambahan Gunung Papandayan, Ini Faktanya
Polres Garut Bongkar Peredaran Psikotropika, Dua Pengedar Ditangkap dan Pemasok Diburu
Taufik Hidayat DPO Kasus Penyekapan di Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi ke Polda Jabar
Korupsi Kredit BPR Intan Jabar Garut Rugikan Negara Rp5 Miliar, 3 Tersangka Ditahan Kejari Garut
Kejari Garut Tahan Mantan Kepala Desa Cipancar, Dugaan Korupsi Dana Desa Rugikan Negara Rp653 Juta
Terungkap! Dadan Hindayana dan 2 Pejabat BGN Jadi Tersangka Korupsi Progam MBG 2025-2026
Usai Nobar Persib, Korban Dugaan Penganiayaan Ditemukan Tergeletak di Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:57

Polres Garut Ringkus Pelaku Penganiayaan Petugas KAI di Leuwigoong

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:36

Terungkap! Kasatreskrim polres Garut Beberkan Penyebab Petugas KAI Dikeroyok

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:18

Operasi Gabungan Tertibkan 117 Hektare Perambahan Gunung Papandayan, Ini Faktanya

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:37

Polres Garut Bongkar Peredaran Psikotropika, Dua Pengedar Ditangkap dan Pemasok Diburu

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:02

Taufik Hidayat DPO Kasus Penyekapan di Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Beri Apresiasi ke Polda Jabar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!