Kejari Garut Tahan Mantan Kepala Desa Cipancar, Dugaan Korupsi Dana Desa Rugikan Negara Rp653 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Garut Tahan Mantan Kepala Desa Cipancar, Dugaan Korupsi Dana Desa Rugikan Negara Rp653 Juta

Kejari Garut Tahan Mantan Kepala Desa Cipancar, Dugaan Korupsi Dana Desa Rugikan Negara Rp653 Juta

WARTAGARUT.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Desa Cipancar, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2022 dan 2023 dari Polres Garut, Kamis (4/6/2026).

Penyerahan tersangka dan barang bukti tersebut berlangsung di Ruang Tahap II Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Garut.

Tersangka berinisial YS (58) merupakan mantan Kepala Desa Cipancar yang menjabat pada periode 2017 hingga 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Garut melalui Kepala Seksi Intelijen, Frans Mona, S.H., M.H., menjelaskan bahwa perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Cipancar Tahun Anggaran 2022 dan 2023 yang menyebabkan kerugian keuangan negara.

“Pada hari ini Kejaksaan Negeri Garut telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Garut dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Desa Cipancar Kecamatan Leles Tahun Anggaran 2022 dan Tahun Anggaran 2023,” ujar Frans Mona, S.H., M.H.

Menurut hasil penyidikan, tersangka diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan dan penggunaan Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga :  Duta Baca GELIS MASAGI MTsN 1 Garut Dorong Budaya Literasi Siswa

Frans Mona, S.H., M.H. menjelaskan bahwa Kejaksaan Negeri Garut juga menerima berbagai barang bukti berupa dokumen penyaluran Dana Desa, dokumen perencanaan dan penganggaran kegiatan desa, mutasi rekening kas desa, dokumen pencairan anggaran, kwitansi pembayaran, serta dokumen administrasi keuangan lainnya.

“Barang bukti yang diterima berkaitan dengan pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 dan 2023 yang diduga menunjukkan penggunaan dana tidak sesuai dengan peruntukannya,” katanya.

Berdasarkan hasil penyidikan, Dana Desa Tahun Anggaran 2022 dan Tahap I Tahun Anggaran 2023 diduga tidak dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyidik menduga tersangka memerintahkan penarikan dana dari rekening kas desa dan menguasai pengelolaannya secara langsung tanpa melalui mekanisme pengelolaan keuangan desa sebagaimana mestinya.

“Dana yang seharusnya digunakan untuk berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa diduga tidak seluruhnya direalisasikan sesuai perencanaan, bahkan sebagian kegiatan ditemukan tidak dilaksanakan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Frans Mona, S.H., M.H.

Baca Juga :  Kado Indah Hari Santri, Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ukir Prestasi di Dua Kompetisi Nasional

Kejaksaan mengungkap, sebagian dana tersebut diduga digunakan untuk membayar berbagai kewajiban keuangan, utang, dan pengeluaran lain yang tidak berkaitan langsung dengan program pembangunan desa sebagaimana yang telah ditetapkan dalam APBDes.

Dari hasil perhitungan Inspektorat Daerah Kabupaten Garut, dugaan penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp653.562.688.

Nilai tersebut terdiri atas kerugian Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp346.356.238 dan Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp307.206.450.

“Berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat Daerah Kabupaten Garut, dugaan penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara dengan estimasi sebesar Rp653.562.688,” jelasnya.

Usai proses Tahap II, tersangka YS langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Garut selama 20 hari, terhitung sejak 4 Juni 2026 hingga 23 Juni 2026.

“Selanjutnya terhadap tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari dan perkara akan diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Frans Mona, S.H., M.H.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Todongkan Golok demi Dua HP, Pria di Garut Ditangkap Polisi
Proyektil Bersarang di Mata Pelajar, Polisi Tangkap Tersangka
Tawaran Kerja Berujung Dugaan Eksploitasi, Polisi Usut Kasus TPPO di Garut
Polres Garut Amankan Pria di Malangbong, 222 Tablet Obat Keras Disita
Polres Garut Periksa 7 Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sukawening
Polres Garut Ungkap 20 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Diamankan
Polres Garut Tahan 3 Tersangka Kasus 2.877 BBL, Dugaan TPPU Didalami
Isu Begal Gegerkan Garut, Faktanya Ternyata Perselisihan Keluarga

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Todongkan Golok demi Dua HP, Pria di Garut Ditangkap Polisi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Proyektil Bersarang di Mata Pelajar, Polisi Tangkap Tersangka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Tawaran Kerja Berujung Dugaan Eksploitasi, Polisi Usut Kasus TPPO di Garut

Selasa, 22 September 2026 - 07:52 WIB

Polres Garut Amankan Pria di Malangbong, 222 Tablet Obat Keras Disita

Kamis, 10 September 2026 - 16:50 WIB

Polres Garut Periksa 7 Terduga Pelaku Bullying Pelajar di Sukawening

Berita Terbaru

Ilustrasi kondisi langit di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT TERKINI

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:44 WIB

Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (25/10/2026).

Olahraga

Inter vs Fiorentina: Gol Menit Akhir Bawa Inter Menang 2-1

Minggu, 25 Okt 2026 - 20:45 WIB