Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri Podcast Rotinsulu Care Live di Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri Podcast Rotinsulu Care Live di Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut.

WARTAGARUT.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membuka peluang pengembangan Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu menjadi rumah sakit sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Garut.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri Podcast Rotinsulu Care Live di Jalan Pembangunan, Tarogong Kidul, Selasa (21/7/2026).

Menurut Syakur Amin, peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan, terutama di tengah keterbatasan sarana serta tenaga kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Garut.

“Peranan klinik ini sangat membantu peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut. Tantangan kami saat ini adalah keterbatasan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Usai menyampaikan pernyataan tersebut, Syakur menjelaskan bahwa lahan yang saat ini digunakan Klinik Rotinsulu merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Ia mengatakan pemerintah daerah membuka peluang perluasan lahan apabila dibutuhkan untuk mendukung peningkatan status klinik menjadi rumah sakit.

Baca Juga :  Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026 Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi  

Pemkab Dorong Pengembangan Layanan

Selain pengembangan fisik, Bupati Garut juga meminta pengelola klinik meningkatkan publikasi melalui media digital maupun media luar ruang agar masyarakat semakin mengenal layanan kesehatan yang tersedia.

“Upaya sosialisasi perlu diperkuat melalui Instagram, Facebook, dan media lainnya agar masyarakat mengetahui layanan yang tersedia,” katanya.

Syakur juga mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, termasuk RSUD dr. Slamet dan Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu, khususnya bagi warga yang membutuhkan pengobatan TBC.

Ia menilai program deteksi dini yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah menunjukkan perkembangan positif sehingga masyarakat yang teridentifikasi dapat segera menjalani pengobatan.

Estimasi TBC Capai 12 Ribu Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, mengungkapkan Garut saat ini berada di peringkat kedelapan di Jawa Barat dengan estimasi sekitar 12 ribu penderita Tuberkulosis (TBC).

Baca Juga :  Instruksi Baru Bupati Garut Ini Bisa Mengubah Kondisi Jalan Kabupaten

Menurutnya, strategi utama yang sedang dilakukan adalah memperbanyak penemuan kasus melalui deteksi dini agar pasien segera mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

“Kami sedang gencar mencari sebanyak-banyaknya untuk dideteksi lebih dini, kemudian diobati secepatnya agar menghentikan penularan. Harapannya kasus terus menurun,” ujarnya.

dr. Leli menjelaskan pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan selama enam hingga sembilan bulan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan merokok dapat memperburuk penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut.

Sementara itu, Kepala Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut, dr. Sartika Nurwendah, mengatakan pihaknya terus mengembangkan layanan kesehatan. Selain spesialis paru, klinik kini telah menyediakan layanan spesialis penyakit dalam dan berencana menambah layanan spesialis lain sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia berharap pengembangan fasilitas yang dilakukan secara bertahap dapat mendukung peningkatan status Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu menjadi rumah sakit di masa mendatang.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Instruksi Baru Bupati Garut Ini Bisa Mengubah Kondisi Jalan Kabupaten
Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026 Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi  
PAD Garut Masih Bergantung Transfer, Apa Jalan Keluarnya?
Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND
Tiga Kepala Desa Baru di Garut Resmi Menjabat, Berikut Daftar Lengkapnya
Temui Menteri LH, Bupati Garut Akan Geser Fokus Pembangunan Pada Isu Lingkungan
PT KAI Serahkan Pos JPL 19 ke Pemkab Garut, Perkuat Keselamatan Perlintasan Kereta
Krisis 404 Jabatan Kepala Sekolah Garut, Ratusan Sekolah Masih Menunggu Pemimpin Definitif

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

Instruksi Baru Bupati Garut Ini Bisa Mengubah Kondisi Jalan Kabupaten

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:48 WIB

Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:27 WIB

Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026 Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi  

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:30 WIB

PAD Garut Masih Bergantung Transfer, Apa Jalan Keluarnya?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:32 WIB

Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND

Berita Terbaru

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memberikan arahan kepada jajaran Bapenda mengenai penguatan PAD sebagai upaya meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Garut.

PEMERINTAHAN

PAD Garut Masih Bergantung Transfer, Apa Jalan Keluarnya?

Selasa, 21 Jul 2026 - 06:30 WIB