Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND

Garut Sumbang Hampir 80 Persen Kentang Jabar, Jadi Percontohan UPLAND

WARTAGARUT.COM – Garut kembali menegaskan posisinya sebagai sentra kentang terbesar di Jawa Barat.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan kontribusi produksi kentang dari daerahnya mencapai hampir 80 persen dari kuota Jawa Barat, sekaligus menjadi alasan Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi nasional Program UPLAND.

Capaian tersebut menjadi perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang melakukan Project Completion Review (PCR) Mission Program UPLAND Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).

Evaluasi ini bertujuan mengukur keberhasilan sekaligus membahas keberlanjutan program pengembangan pertanian dataran tinggi yang telah berjalan sejak 2019.

Garut Jadi Penopang Produksi Kentang Jawa Barat

Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan bahwa komoditas kentang memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kontribusi Garut terhadap produksi kentang di Jawa Barat menjadi salah satu bukti besarnya potensi sektor pertanian daerah.

“Komoditas kentang merupakan komoditas strategis yang juga menjadi perhatian pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan. Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa Garut selama ini berkontribusi kurang lebih hampir 80 persen terhadap kuota kentang di Jawa Barat,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Ia berharap Program UPLAND yang dijalankan Kementerian Pertanian bersama IFAD terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin dirasakan petani dan mampu memperkuat pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Kementan dan IFAD Nilai Garut Paling Berhasil

Kunjungan evaluasi ini dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Bappenas, serta Biro Kerja Sama Kementerian Pertanian.

Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani, menjelaskan bahwa Program UPLAND menunjukkan perkembangan signifikan sejak 2022.

Dari 14 kabupaten pelaksana di Indonesia, Garut dinilai sebagai salah satu daerah dengan capaian terbaik sehingga memperoleh perpanjangan hibah daerah untuk fase kedua pada periode 2025–2026.

“Kami membangun pertanian mulai dari infrastruktur, melihat potensi yang dapat dikembangkan, kemudian memastikan keberhasilannya bisa dilanjutkan oleh pemerintah agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” kata Hani.

Program UPLAND sendiri dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian dataran tinggi melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan kelembagaan petani, hingga perluasan akses pasar, termasuk pasar ekspor.

Garut Dipilih karena Programnya Paling Lengkap

Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND, Muhammad Ikhwan, menjelaskan alasan Garut dipilih sebagai lokasi evaluasi nasional.

Menurutnya, keberhasilan Garut tidak hanya terlihat dari hasil program, tetapi juga karena daerah ini menerima paket pengembangan yang paling lengkap dibandingkan kabupaten lainnya.

Baca Juga :  SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

“Garut dipilih karena dianggap mampu mewakili keberhasilan pencapaian tujuan program. Selain itu, paket kegiatan yang diterima juga paling lengkap dibandingkan sebagian besar dari 14 kabupaten pelaksana,” ujarnya.

Fakta tersebut menjadikan Garut sebagai contoh implementasi Program UPLAND yang dinilai berhasil dan berpotensi direplikasi di daerah lain.

UPLAND Ubah Pola Bertani Kentang di Garut

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan Program UPLAND tidak hanya meningkatkan infrastruktur pertanian, tetapi juga mengubah pola usaha tani masyarakat.

Jika sebelumnya petani bekerja secara mandiri, kini mereka terdorong bergabung dalam koperasi sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih terorganisasi.

“Sebelumnya aktivitas budidaya kentang masih dilakukan secara individual. Melalui Program UPLAND, petani peserta otomatis tergabung dalam koperasi sehingga pengelolaannya menjadi lebih kuat,” ungkap Ardhy.

Ia menambahkan bahwa penggunaan teknologi pertanian juga meningkat selama program berlangsung. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas kentang sekaligus mendukung keberlanjutan usaha tani di Kabupaten Garut.

Dengan kontribusi produksi yang mencapai hampir 80 persen untuk Jawa Barat dan keberhasilan pelaksanaan Program UPLAND, Garut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi model pengembangan pertanian dataran tinggi di Indonesia.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional
Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026

Berita Terbaru

UCAPAN DAN TWIBBON

Ucapan Hari Santri 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 18:29 WIB