WARTAGARUT.COM — Perencana Ahli Utama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Ir. Subandi Sardjoko, M.Sc., menegaskan bahwa pembangunan gizi merupakan prioritas utama dalam rencana pembangunan nasional jangka panjang dan menengah Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertema “Transformasi Gizi Indonesia: Dari Krisis Menuju Aksi Nyata”, yang digelar oleh STIKES Karsa Husada Garut di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (8/10/2025), dalam rangka Dies Natalis ke-18 kampus tersebut.
“Indonesia menghadapi tantangan besar. Sekitar seperlima balita kita masih mengalami stunting, dan ini harus segera diatasi bila ingin mencetak SDM unggul,” ujar Subandi.
Selain stunting, tingginya angka anemia pada remaja putri dan ibu hamil juga menjadi sorotan utama. Menurutnya, anemia berdampak langsung terhadap kelangsungan hidup ibu dan anak.
“Jika seorang ibu mengalami anemia, maka besar kemungkinan anak yang dilahirkan juga berisiko stunting. Ini perlu perhatian serius dari semua pihak,” jelasnya.
Dr. Subandi mengapresiasi langkah STIKES Karsa Husada Garut yang turut mengambil peran dalam edukasi gizi kepada mahasiswa, terutama calon tenaga kesehatan perempuan yang kelak akan berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Saya sangat bahagia bisa hadir di seminar ini. Pemahaman tentang gizi bagi mahasiswa kesehatan sangat penting, bukan hanya untuk proses belajar, tapi juga ketika mereka terjun ke masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Program Studi Gizi di STIKES Karsa Husada Garut, yang dinilainya sebagai langkah strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Seminar ini juga menjadi momentum penting menuju transformasi kelembagaan STIKES Karsa Husada Garut menjadi Institut Kesehatan, sejalan dengan semangat “Diktisaintek Berdampak” yang menekankan inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.***
Penulis : Soni Tarsoni












