WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut terus memperkuat kualitas pendidikan dengan meningkatkan kompetensi para guru melalui kegiatan In House Training (IHT) Penyusunan Kisi-Kisi Soal dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berbasis Kurikulum Merdeka yang digelar pada 17–18 Juni 2026 di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan tenaga pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran lebih berkualitas, sekaligus mendukung lahirnya lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Hermawan, S.Pd.I, mengatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya menuntut perubahan metode mengajar, tetapi juga perubahan dalam penyusunan asesmen yang mampu mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan para guru memiliki kemampuan menyusun instrumen asesmen yang berkualitas, berorientasi pada HOTS dan selaras dengan Kurikulum Merdeka. Harapannya tentu berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas,” ujar Yan Hermawan.
Fokus pada Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif
Pelatihan tersebut mengangkat tema Penyusunan Kisi-Kisi Soal dan HOTS Berbasis Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada pengembangan instrumen penilaian yang mampu mendorong siswa berpikir lebih kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Konsep HOTS sendiri dinilai menjadi salah satu pendekatan penting dalam dunia pendidikan modern karena tidak hanya mengukur kemampuan menghafal materi, tetapi juga kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menyelesaikan masalah.
Yan Hermawan menilai kemampuan tersebut menjadi kebutuhan utama bagi generasi muda yang akan menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis.”Saat ini dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik, dan dapat berkolaborasi. Karena itu guru perlu terus meningkatkan kompetensinya agar proses pembelajaran bisa menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.
Hadirkan Narasumber Berpengalaman
Kegiatan IHT menghadirkan dua pemateri yang memiliki pengalaman panjang di bidang pendidikan.
Mereka adalah Drs. H. Nur Komarudin, M.Pd, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Barat, serta Drs. H. Yayan Sofyan, M.Pd, Pengawas Pembina KCD XI Jawa Barat.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan kisi-kisi soal, pengembangan asesmen berbasis HOTS, hingga strategi implementasi Kurikulum Merdeka yang efektif di lingkungan sekolah kejuruan.
Pelatihan berlangsung sejak pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh para guru dari berbagai program keahlian yang ada di SMK Muhammadiyah Garut.
Dorong Kualitas Lulusan Lebih Kompetitif
SMK Muhammadiyah Garut saat ini memiliki sejumlah program keahlian, di antaranya Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Bisnis Digital dan Pemasaran (BDP), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).
Melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, sekolah berharap lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahlian masing-masing, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dibutuhkan di dunia industri dan dunia usaha.
Yan Hermawan menegaskan bahwa penguatan kualitas guru merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan siswa dan kemajuan pendidikan.
“Kami ingin para siswa mendapatkan pembelajaran terbaik dari guru-guru yang terus berkembang. Ketika kualitas guru meningkat, maka kualitas lulusan juga akan meningkat. Itu yang terus kami upayakan di SMK Muhammadiyah Garut,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan In House Training ini, SMK Muhammadiyah Garut menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan pendidikan nasional sekaligus mempersiapkan lulusan yang lebih siap bersaing di era yang semakin kompetitif.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar