WARTAGARUT.COM – Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG) menunjukkan langkah besar dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut.
Melalui kegiatan Tasyakur Binni’mah yang digelar di Sarana Olahraga Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG), Jumat (19/6/2026), YDHIG tidak hanya mensyukuri keberhasilan empat program studi meraih predikat unggul, tetapi juga mencanangkan sejumlah agenda strategis yang dinilai akan membawa dampak jangka panjang bagi daerah.
Momentum penting ini menegaskan komitmen YDHIG, membangun sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan sekaligus memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat.
Ketua Pembina YDHIG, Dr. H. Hadiat, MA, mengatakan pencapaian empat program studi berpredikat unggul merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah dalam dua bulan terakhir empat program studi kami berhasil meraih predikat unggul, yakni D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan Profesi Ners. Ini sesuatu yang sangat langka karena tidak banyak perguruan tinggi yang mampu meraih empat predikat unggul sekaligus dalam waktu berdekatan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yayasan, institut, tenaga pendidik, mahasiswa, mitra praktik, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan institusi.
YDHIG Resmikan Sarana Olahraga untuk Membangun Karakter
Selain mensyukuri capaian akademik, YDHIG juga meresmikan penggunaan sarana olahraga baru yang dibangun sebagai bagian dari penguatan karakter dan budaya hidup sehat di lingkungan kampus.
Dr. Hadiat menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter dan kepribadian yang kuat.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Karena itu sarana olahraga ini menjadi bagian penting dari upaya membangun kesehatan fisik sekaligus karakter mahasiswa,” katanya.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh sivitas akademika maupun masyarakat sekitar sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran.
Fakultas Kedokteran Gigi Jadi Mimpi Besar Baru YDHIG
Agenda strategis yang paling menyita perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pencanangan rencana pendirian Fakultas Kedokteran Gigi IKKHG.
Menurut Dr. Hadiat, dorongan untuk membuka fakultas baru tersebut muncul karena kebutuhan tenaga dokter gigi di Kabupaten Garut masih sangat tinggi.
“Kami mendapatkan dorongan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan para tokoh masyarakat, untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan dokter gigi di Garut. Karena itu kami mulai menyiapkan seluruh persyaratan untuk pendirian Fakultas Kedokteran Gigi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan proses penyusunan dokumen dan berbagai persyaratan pendukung akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.
Dukungan juga datang dari berbagai organisasi profesi diantaranya, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Garut, dan Persatuan Perawat Nasional Indonesiaserta (PPNI) Cabang Garut.
“Insya Allah dalam dua sampai tiga bulan ke depan kami akan bekerja keras menyiapkan seluruh kebutuhan agar proses pengajuan bisa berjalan lancar dan mendapat hasil yang positif,” katanya.
Bangun Gedung Serbaguna dan Perkuat Infrastruktur Pendidikan
Dalam kesempatan yang sama, YDHIG juga mencanangkan pembangunan Gedung Serbaguna yang akan menjadi pusat berbagai aktivitas akademik, kemahasiswaan, dan kegiatan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur yayasan yang terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pengembangan kapasitas mahasiswa.
Dr. Hadiat menegaskan seluruh pembangunan yang dilakukan bukan semata untuk kepentingan institusi, tetapi juga sebagai bentuk melanjutkan amanah para pendiri yayasan.
“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari upaya meneruskan cita-cita para pendiri. Kami ingin yayasan ini terus berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Wujud Syukur dalam Aksi Nyata
Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik dan akademik, kegiatan Tasyakur Binni’mah juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada pegawai berprestasi berupa program umrah, penghargaan bagi unit kerja terbersih, laboratorium terbaik, serta berbagai bentuk apresiasi lainnya.
Menurut Dr. Hadiat, rasa syukur tidak cukup diwujudkan dalam bentuk seremoni, tetapi harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata yang membawa manfaat lebih luas.
“Tasyakur binni’mah tidak hanya kami maknai sebagai ucapan syukur, tetapi juga diwujudkan dalam langkah-langkah nyata yang bisa memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan capaian empat program studi unggul, pembangunan sarana olahraga, pencanangan Fakultas Kedokteran Gigi, serta rencana pembangunan gedung serbaguna, Yayasan Dharma Husada Insani Garut kini tengah menyiapkan lompatan besar yang berpotensi memperkuat posisi Garut sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan terdepan di Jawa Barat.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar