Resmi Jadi Institut, Dr. Hadiat Buka Kisah Panjang 22 Tahun STIKes Karsa Husada

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Resmi Jadi Institut, Dr. Hadiat Buka Kisah Panjang 22 Tahun STIKes Karsa Husada

Resmi Jadi Institut, Dr. Hadiat Buka Kisah Panjang 22 Tahun STIKes Karsa Husada

WARTAGARUT.COM – Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), DR. H. Hadiat, MA, menegaskan bahwa transformasi STIKes Karsa Husada Garut (SKHG) menjadi Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dibangun dengan iman, keikhlasan, dan kerja kolektif seluruh elemen yayasan.

Hal itu disampaikannya dalam rangkaian Milad ke-22 YDHIG, pelantikan rektor pertama, serta peresmian Gedung Kampus 3 di Jalan Proklamasi, Tarogong Kidul, Garut, Jumat (23/1/2026).

Dalam sambutannya, DR. Hadiat mengibaratkan perjalanan YDHIG yang menaungi STIkes Karsa Husada, sebagai sebuah bahtera kecil yang terus berlayar di tengah tantangan zaman.

“Dua puluh dua tahun lalu, yayasan ini berangkat seperti bahtera kecil. Tidak megah, sering diterpa ombak, bahkan diguncang gelombang. Tapi Alhamdulillah, ia tidak karam, karena di dalamnya ada iman, keikhlasan, dan tekad untuk memberi manfaat,” ujar Hadiat.

DR. Hadiat menjelaskan, tema milad tahun ini, “Membangun Optimisme, Melanjutkan Transformasi, dan Meningkatkan Kuantitas serta Kualitas Syukur”, bukan sekadar slogan seremonial.Menurutnya, tema tersebut mencerminkan sikap hidup seluruh insan yayasan.

“Optimisme adalah keberanian melangkah. Transformasi adalah kesediaan membenahi diri. Syukur adalah pengabdian untuk terus bekerja, bukan berhenti pada ucapan,” tegasnya.

Ia menilai perubahan status Stikers Karsa Husada menjadi institut merupakan bentuk kesiapan lembaga untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Baca Juga :  Hasil Belanda vs Uzbekistan 2-1: Drama Penalti Menit 98, Gakpo Jadi Pahlawan

Dr. Hadiat menyebut, peningkatan status perguruan tinggi yang diselenggarakan YDHIG merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Kepercayaan ini bukan hadiah, tapi pengakuan atas kapasitas dan kelayakan institusi. Ini kehormatan sekaligus amanah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras kolektif para pendiri, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, mitra, dan orang tua.

“Ini hasil perjuangan panjang seluruh unsur. Tidak mungkin dicapai tanpa kesabaran dan konsistensi,” ujarnya.

Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, STIKes Karsa Husada Garut resmi bertransformasi menjadi IKKHG.

Transformasi tersebut diperkuat dengan penambahan Program Studi Sarjana Gizi, sehingga kini IKKHG memiliki sembilan program studi.

“Ini ikhtiar memperluas manfaat dan mutu pendidikan kesehatan,” jelas Hadiat.

Ia berharap penguatan kelembagaan ini mampu meningkatkan daya saing lulusan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, YDHIG juga meresmikan Gedung Kampus 3 Karsa Husada Garut yang dirancang sebagai fasilitas multifungsi.

Menurut Dr. Hadiat, gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang akademik, tetapi juga sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 5.127 Formasi, Begini Cara Buat Akun SSCASN

“Di sinilah pendidikan dan kesehatan dipertemukan, ilmu dan nurani disatukan,” tuturnya.

Gedung ini juga menjadi bagian dari rencana pengembangan layanan kesehatan yayasan, mulai dari klinik hingga rumah sakit ibu dan anak.

“Kami niatkan sebagai mata air pelayanan, agar manfaat yayasan benar-benar mengalir sampai ke rumah-rumah masyarakat,” katanya.

Dr. Hadiat menegaskan komitmen YDHIG untuk menyelaraskan arah pengembangan institusi dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam penjaminan mutu dan tata kelola yang akuntabel.

“Kami siap dibimbing, dievaluasi, dan dikoreksi demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyatakan kesiapan yayasan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Garut dalam menyiapkan sumber daya manusia kesehatan.

Di akhir sambutannya, Hadiat menyampaikan apresiasi kepada para tokoh yang berperan dalam proses transformasi, khususnya H. Engkus Kusnadi, S.Kep., M.Kes. dan Cucu Sopian. H. Engkus Kusnadi sebelumnya menjadi Ketua STIkes KArsa Husada Garut hingga mengantarkannya menjadi alih status menjadi Institut

“Terima kasih atas dedikasi dan kepemimpinan yang membawa lembaga ini sampai pada titik hari ini,” ucapnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa perubahan status IKHG bukan sekadar administratif, melainkan tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Hari ini adalah jawaban atas doa para pendahulu dan kepercayaan masyarakat Garut,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Uniga Apresiasi Garut Raih Penghargaan Pengendali Inflasi Terbaik Pertama Regional Jawa-Bali 2026
IPI Garut Jadi Kampus Unggulan, Siapkan Generasi Adaptif dan Berprestasi
4 Program Studi Raih Akreditasi Unggul, Karsa Husada Garut Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan
Uniga Gelar Kreafest Digital Garut 4.0, Budaya Sunda Dikemas Lebih Kekinian
UIN Bandung dan Yayasan Al-Musaddadiyah Garut Sepakat Perkuat Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
Peringatan Haril Lahir Pancasila! Rektor Universitas Garut: Pancasila Adalah Nyawa dalam Setiap Langkah Bangsa
GEN Z Space Vol.4 Garut: Mahasiswa Didorong Ubah Aktivitas Digital Jadi Dampak Nyata
KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:59 WIB

Uniga Apresiasi Garut Raih Penghargaan Pengendali Inflasi Terbaik Pertama Regional Jawa-Bali 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 11:38 WIB

IPI Garut Jadi Kampus Unggulan, Siapkan Generasi Adaptif dan Berprestasi

Senin, 8 Juni 2026 - 11:07 WIB

4 Program Studi Raih Akreditasi Unggul, Karsa Husada Garut Perkuat Mutu Pendidikan Kesehatan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:12 WIB

Uniga Gelar Kreafest Digital Garut 4.0, Budaya Sunda Dikemas Lebih Kekinian

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:53 WIB

UIN Bandung dan Yayasan Al-Musaddadiyah Garut Sepakat Perkuat Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Berita Terbaru

Boualem Khoukhi merayakan gol penyeimbang saat Qatar vs Swiss pada matchday pertama Grup B Piala Dunia 2026 di Levi's Stadium, Santa Clara, Minggu (14/6/2026).

SEPUTAR OLAHRAGA

Qatar vs Swiss Berakhir Dramatis, Ada Momen Penentu di Menit Akhir

Minggu, 14 Jun 2026 - 14:51 WIB

Caption Foto  Vinicius Junior merayakan gol penyama kedudukan saat Brasil bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey.

SEPUTAR OLAHRAGA

Brasil vs Maroko 1-1, Satu Pemain Maroko Bikin Selecao Frustrasi

Minggu, 14 Jun 2026 - 09:23 WIB

error: Content is protected !!