Bupati Garut Pastikan Gaji PPPK Aman, Namun Ada Prioritas Anggaran yang Berubah

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menjelaskan kondisi keuangan daerah yang dinilai masih aman untuk membayar gaji PPPK, gaji ke-13, dan TPP ASN di Kabupaten Garut tahun 2026. (poto: istimewa)

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menjelaskan kondisi keuangan daerah yang dinilai masih aman untuk membayar gaji PPPK, gaji ke-13, dan TPP ASN di Kabupaten Garut tahun 2026. (poto: istimewa)

WARTAGARUT.COMBupati Garut Abdusy Syakur Amin memastikan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Garut masih aman untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk gaji ke-13 dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Kepastian tersebut disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran di sejumlah daerah yang mengalami kesulitan membiayai kebutuhan pegawai.

Menurut Syakur Amin, seluruh anggaran untuk pembayaran gaji PPPK, gaji ke-13, hingga TPP telah disiapkan dan dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut.

Karena itu, masyarakat maupun aparatur sipil negara tidak perlu khawatir terhadap kemampuan fiskal daerah.

“Kita sudah salurkan gaji ke-13 dan TPP. Secara umum aman, tidak ada masalah. Yang penting anggarannya sudah disiapkan. Yang berbahaya itu kalau tidak dianggarkan, sementara di Garut semuanya sudah dianggarkan secara penuh,” kata Syakur Amin dalam wawancara, Kamis, (11/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab isu yang berkembang terkait sejumlah pemerintah daerah di Indonesia yang dikabarkan mulai mengalami tekanan anggaran setelah pengangkatan PPPK dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Persigar Garut Tahan Imbang Tuan Rumah Persikoba Kota Batu 0-0, Rudy Gunawan Bidik Tiket 16 Besar

Gaji PPPK dan TPP Garut Dipastikan Aman

Syakur menjelaskan apabila masih terdapat pegawai yang belum menerima TPP atau gaji ke-13, kondisi tersebut umumnya disebabkan proses administrasi dan verifikasi data yang masih berjalan di masing-masing perangkat daerah.

Ia menuturkan setiap bulan selalu terdapat perubahan data kepegawaian, mulai dari pegawai yang memasuki masa pensiun hingga pegawai yang meninggal dunia.

Perubahan data tersebut harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum proses pencairan dilakukan.

“Kadang ada keterlambatan karena verifikasi. Setiap bulan ada yang pensiun, ada yang meninggal, sehingga datanya harus diperbarui. Tetapi sebenarnya tidak terlalu banyak perubahan dan mestinya tidak terlalu lama,” ujarnya.

Syakur Amin juga mengungkapkan keterlambatan pencairan di tingkat kecamatan biasanya terjadi akibat kelalaian administratif dalam pengajuan pencairan dana.

“Ada beberapa yang belum cair, biasanya karena pengajuan dari instansinya terlambat. Dari sisi anggaran tidak ada masalah,” tegasnya.

Baca Juga :  Aplikasi SAGARUT Ditargetkan Tembus 1,5 Juta Pengguna, Ini Strategi Pemkab Garut

Prioritaskan Kewajiban Pegawai, Pembangunan Tetap Berjalan

Meski memastikan pembayaran gaji pegawai menjadi prioritas utama, Pemerintah Kabupaten Garut tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Syakur Amin mengakui strategi tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD.

Namun, ia menegaskan pembangunan infrastruktur tetap berjalan melalui berbagai dukungan program pemerintah pusat.

“Nah ini memang konsekuensinya kita agak menahan beberapa kegiatan pembangunan yang menggunakan kemampuan daerah. Tapi jangan khawatir, pembangunan tetap jalan dengan mencari pola pendanaan dari pemerintah pusat,” katanya.

Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pembangunan infrastruktur di wilayah Banjarwangi dengan nilai mencapai hampir Rp70 miliar.

Menurutnya, proyek tersebut sulit direalisasikan jika hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah.

Selain itu, Pemkab Garut juga terus mengupayakan bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) sekolah serta sejumlah proyek strategis lainnya yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.***

 

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Bupati Garut Terapkan Manajemen Talenta ASN, Promosi Jabatan Akan Lebih Transparan
Aplikasi SAGARUT Ditargetkan Tembus 1,5 Juta Pengguna, Ini Strategi Pemkab Garut
Daftar Lengkap 7 Kepala Desa PAW yang Baru Dilantik Bupati Garut
Rudy Gunawan Apresiasi Bupati Syakur Amin, Garut Raih Juara 1 Pengendalian Inflasi Nasional
Kemendagri Tetapkan Garut sebagai Kabupaten Terbaik Pengendalian Inflasi Jawa-Bali
Tiga Lokasi Tambang di Garut Dihentikan Sementara Karena Dugaan Pelanggaran Regulasi
Dadan Hindayana Dicopot, Nanik S Deyang Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN
Sosok Nanik S Deyang, Mantan Wartawati yang Kini Jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:30 WIB

Bupati Garut Pastikan Gaji PPPK Aman, Namun Ada Prioritas Anggaran yang Berubah

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:28 WIB

Bupati Garut Terapkan Manajemen Talenta ASN, Promosi Jabatan Akan Lebih Transparan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:47 WIB

Aplikasi SAGARUT Ditargetkan Tembus 1,5 Juta Pengguna, Ini Strategi Pemkab Garut

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:07 WIB

Daftar Lengkap 7 Kepala Desa PAW yang Baru Dilantik Bupati Garut

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:05 WIB

Rudy Gunawan Apresiasi Bupati Syakur Amin, Garut Raih Juara 1 Pengendalian Inflasi Nasional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!