WARTAGARUT.COM – Upaya pelestarian budaya Sunda melalui pendekatan digital terus mendapat dukungan di Kabupaten Garut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi Universitas Garut (Uniga) yang konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda melalui Kreafest Digital Garut Festival 4.0.
Kegiatan yang mengangkat tema “Ngamumule Culture in Digital Era“ tersebut berlangsung di Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (4/6/2026), dan menjadi ajang kolaborasi antara budaya lokal dengan inovasi digital yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Mia Herlina, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Program Studi Bisnis Digital Uniga yang telah menyelenggarakan festival tersebut selama empat tahun berturut-turut.
Menurutnya, festival ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menyediakan wadah kreatif dan inovatif bagi generasi muda, khususnya dalam memperkenalkan serta melestarikan budaya Sunda melalui teknologi dan platform digital.
Budaya Sunda Harus Tetap Relevan di Era Digital
Mia menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, budaya merupakan identitas, karakter, sekaligus kekuatan bangsa yang perlu terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga menyoroti kedekatan historis Universitas Garut dengan Pemerintah Kabupaten Garut. Hal itu tidak terlepas dari rekam jejak Bupati Garut yang pernah mengemban amanah sebagai Rektor Universitas Garut selama kurang lebih 12 tahun.
Uniga Dorong Mahasiswa Jadi Agen Pelestari Budaya
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Garut, Iman Saifullah, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Garut serta pihak Ciplaz yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap Kreafest Digital Garut Festival 4.0 dapat menjadi kontribusi nyata Universitas Garut dalam memperkuat nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berperan aktif menjaga warisan budaya di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian kampus dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang sesuai perkembangan zaman.
Talkshow Gen Z hingga Lomba Budaya Modern
Festival ini menghadirkan beragam agenda inspiratif yang memadukan unsur tradisional dan modern. Salah satu agenda utama adalah talkshow bertema “Gen Z, Konten, dan Identitas Lokal Sunda: Antara Tren, Digital Budaya, dan Jati Diri” yang membahas peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah arus konten digital.
Selain itu, panitia juga menggelar sejumlah kompetisi kreatif, di antaranya Lomba Tari Tradisional Modern dan Lomba Pidato Sunda (Puluh Sunda) yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta utama.
Suasana festival semakin meriah dengan berbagai penampilan musik dan atraksi kreatif lainnya yang menunjukkan bahwa budaya Sunda dapat dikemas secara menarik dan relevan bagi generasi digital.
Melalui Kreafest Digital Garut Festival 4.0, Universitas Garut dan Pemkab Garut menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan secara konvensional.
Inovasi digital justru dapat menjadi jembatan baru untuk mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.***
Penulis : Soni Tarsoni

















