WARTAGARUT.COM – APBD Garut 2027 diproyeksikan mencapai Rp4,76 triliun.
Pemerintah Kabupaten Garut mengarahkan anggaran tersebut untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pembangunan infrastruktur sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Proyeksi APBD Garut 2027 disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang III Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026).
Pendapatan Daerah Diproyeksikan Rp4,76 Triliun
Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan Pemerintah Kabupaten Garut telah menyusun proyeksi keuangan daerah untuk tahun anggaran 2027 dengan mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Ia mengatakan pemerintah tetap menyampaikan dokumen KUA-PPAS sesuai jadwal agar pembahasan bersama DPRD dapat berlangsung tepat waktu.
“Meskipun perubahan RKPD Tahun Anggaran 2027 belum terbit, kami tetap berinisiatif menyampaikan rancangan KUA dan PPAS TA 2027 kepada DPRD sesuai ketentuan agar dapat dibahas dan disepakati pada waktunya,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Total pendapatan daerah diperkirakan mencapai Rp4,76 triliun.
Jumlah tersebut terdiri atas:
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp803,47 miliar
Pendapatan transfer: Rp3,95 triliun
Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp12,6 miliar
Proyeksi tersebut menjadi dasar penyusunan arah pembangunan Kabupaten Garut sepanjang 2027.
Pertanian hingga Infrastruktur Jadi Prioritas APBD Garut 2027
Tema pembangunan daerah yang diusung dalam RKPD 2027 adalah “Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah.”
Melalui tema tersebut, pemerintah memprioritaskan sejumlah sektor strategis yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus anggaran diarahkan pada:
1. Pertanian
2. Peternakan
3. Pariwisata
3. Ekonomi kreatif
4. Belanja modal
5. Infrastruktur
Kebijakan tersebut juga diselaraskan dengan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Nasional Tahun 2027 sehingga pembangunan daerah tetap sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Belanja Daerah Capai Rp4,86 Triliun
Selain memproyeksikan pendapatan, Pemerintah Kabupaten Garut juga merencanakan belanja daerah sebesar Rp4,86 triliun.
Belanja tersebut diprioritaskan untuk memenuhi belanja wajib, menjalankan program prioritas daerah, serta mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Karena nilai belanja lebih besar dibandingkan pendapatan, pemerintah memperkirakan terjadi defisit anggaran sebesar Rp100 miliar.
Namun defisit tersebut telah direncanakan ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi fiskal agar pelaksanaan program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.
Bupati Harap APBD 2027 Berdampak Langsung bagi Masyarakat
Menutup penyampaiannya, Abdusy Syakur Amin berharap pembahasan KUA-PPAS bersama DPRD menghasilkan kebijakan anggaran yang semakin berkualitas.
Ia menekankan APBD 2027 diharapkan mampu memberikan manfaat nyata melalui pembangunan yang lebih merata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut.
“Kami berharap pembahasan bersama ini dapat menyempurnakan rancangan yang ada sehingga APBD 2027 dapat secara optimal memberikan kebermanfaatan, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar