Tim Pengabdian IKKHG Dampingi Warga Terapkan Pengelolaan Sampah 3R Desa Sindanggalih

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian kepada Masyarakat IKKHG mengedukasi warga Desa Sindanggalih tentang pengelolaan sampah berbasis 3R.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat IKKHG mengedukasi warga Desa Sindanggalih tentang pengelolaan sampah berbasis 3R.

WARTAGARUT.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) mengedukasi warga Desa Sindanggalih, Kabupaten Garut, mengenai pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan bermitra dengan kader Posyandu Desa Sindanggalih sebagai mitra pemberdayaan masyarakat dalam menggerakkan edukasi dan perubahan perilaku pengelolaan sampah di tingkat keluarga.

Program yang didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu dipimpin Andhika Lungguh Perceka, S.Kom., M.Si. bersama Hasbi Taobah Ramdani, S.Kep., Ns., M.Kep., Dr. Rostiena Pasciana, M.Si. dari Universitas Garut, serta didukung dua mahasiswa.

Ketua tim, Andhika Lungguh Perceka, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kondisi masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Sebagian warga masih membuang sampah ke sungai atau sembarangan, sementara desa belum memiliki sistem pengelolaan maupun bank sampah.

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta kesehatan. Kami melihat masih ada kebiasaan membuang sampah ke sungai dan belum adanya pengelolaan sampah yang baik di Desa Sindanggalih,” ujarnya.

Baca Juga :  Haul Prof KH Anwar Musaddad Simpan Pesan Penting untuk Masa Depan Pendidikan

Menurut Andhika, penerapan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) tidak akan berhasil tanpa kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, pemerintah tingkat RW, kader, hingga masyarakat.

“Pengelolaan sampah berbasis 3R membutuhkan kerja sama semua pihak. Kalau berjalan bersama, kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.

Sampah Didorong Menjadi Bernilai Ekonomi

Selain mengurangi pencemaran, program tersebut juga diharapkan mampu menekan volume sampah yang dikirim ke TPA Pasir Bajing.

Andhika menjelaskan, masyarakat didorong mengelola sampah secara mandiri sehingga sampah yang sebelumnya dibuang dapat diolah menjadi kompos maupun memiliki nilai jual melalui pengepul atau bank sampah.

“Harapan kami, sampah tidak lagi menjadi beban. Sampah bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat atau dijual kembali sehingga manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, tim pengabdian menyediakan sarana berupa tempat sampah organik dan anorganik, drum komposter, enzim pengurai, serta peralatan pendukung lainnya yang sebagian besar berasal dari pendanaan hibah Kemdiktisaintek.

Baca Juga :  Ketua Muhammadiyah Garut Beberkan Alasan SatuMu Jadi Prioritas Tahun Ini

Pendampingan Berlanjut hingga Pembuatan Kompos

IKKHG menegaskan kegiatan tidak berhenti pada sosialisasi. Pendampingan akan terus dilakukan hingga masyarakat mampu mengolah sampah organik menjadi kompos secara mandiri.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan Garut Zero Waste dan Bank Sampah Garut agar penerapan 3R berjalan berkelanjutan.

“Hari ini baru tahap sosialisasi. Setelah ini kami akan mendampingi masyarakat sampai mereka mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan hasilnya,” tutur Andhika.

Ia berharap dukungan pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Garut semakin diperkuat melalui kebijakan pengelolaan sampah dan pembentukan bank sampah di tingkat desa.

“Mari kita mulai dari lingkungan sendiri. Kalau ingin lingkungan yang sehat dan bersih, perubahan harus dimulai dari cara kita mengelola sampah. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan anak cucu kita,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah 4 Prodi Raih Akreditasi Unggul, IKKHG Bersiap Tambah Fakultas Kedokteran Gigi
IKKHG Gelar Cek Kesehatan Gratis, Resmi Berubah Jadi Institut dan Buka Prodi S1 Gizi
HGN 2026, Kepala Dinkes Garut Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Tim Pengabdian IKKHG Dampingi Warga Terapkan Pengelolaan Sampah 3R Desa Sindanggalih

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:10 WIB

Setelah 4 Prodi Raih Akreditasi Unggul, IKKHG Bersiap Tambah Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 10 April 2026 - 13:21 WIB

IKKHG Gelar Cek Kesehatan Gratis, Resmi Berubah Jadi Institut dan Buka Prodi S1 Gizi

Senin, 26 Januari 2026 - 17:53 WIB

HGN 2026, Kepala Dinkes Garut Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal

Berita Terbaru