WARTAGARUT.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., mengajak seluruh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dari pangan lokal dalam peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 yang diperingati setiap 25 Januari.
Peringatan HGN 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Garut yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pola konsumsi pangan yang bergizi dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya, dr. Leli menegaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang tidak harus bergantung pada makanan mahal, melainkan dapat diperoleh dari bahan pangan lokal yang mudah diakses masyarakat.
“Momentum Hari Gizi Nasional ini kami manfaatkan untuk menguatkan komitmen bersama. Penuhi gizi seimbang dari pangan lokal, karena itu kunci membangun generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar dr. Leli, melalui rilis kepada WartaGarut.com, pada Senin, (26/1/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Garut memiliki potensi besar dalam menyediakan sumber pangan lokal yang bergizi, mulai dari sayuran, buah-buahan, hasil pertanian, hingga produk peternakan dan perikanan.
“Garut kaya akan sumber pangan. Sayur, buah, ikan, telur, dan hasil pertanian lainnya sangat mudah ditemukan. Semua itu bisa menjadi sumber gizi utama keluarga,” katanya.
Menurut dr. Leli, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau masyarakat terbiasa mengonsumsi pangan lokal, kita sekaligus mendukung petani, peternak, dan pelaku usaha pangan di daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, gizi seimbang memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai permasalahan kesehatan, seperti stunting, anemia, gizi buruk, hingga penyakit tidak menular.
“Dengan gizi yang baik, anak-anak akan tumbuh optimal, lebih cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan,” jelas dr. Leli.
Dalam rangka HGN ke-66, Dinas Kesehatan Garut juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas, posyandu, dan kader kesehatan di tingkat desa.
Program tersebut meliputi sosialisasi pola makan seimbang, pentingnya sarapan sehat, konsumsi protein hewani, serta pemantauan tumbuh kembang balita.
“Kami mengajak keluarga, terutama ibu, untuk lebih peduli terhadap asupan gizi anggota keluarganya, dimulai dari rumah,” tuturnya.
dr. Leli menekankan bahwa peran orang tua sangat menentukan kualitas kesehatan generasi mendatang.
Pola makan yang baik sejak dini akan membentuk kebiasaan hidup sehat hingga dewasa.
“Investasi terbaik adalah investasi gizi. Kalau anak-anak kita sehat hari ini, maka Garut akan kuat di masa depan,” katanya.
Ia berharap, peringatan Hari Gizi Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremoni, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat secara nyata.
“Semoga HGN ini menjadi pengingat bahwa kesehatan dimulai dari piring makan kita. Mari bersama-sama membangun Garut yang lebih sehat,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni
















