Kepala Kemenag Garut Dorong Kolaborasi Penyuluh untuk Tekan Angka Perceraian

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kemenag Kabupaten Garut H. Hamzah Rukmana menyampaikan arahan dalam Ngopi Pagi bersama penyuluh agama, Kamis, 10 September 2026

Kepala Kemenag Kabupaten Garut H. Hamzah Rukmana menyampaikan arahan dalam Ngopi Pagi bersama penyuluh agama, Kamis, 10 September 2026

WARTAGARUT.COMKepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, H. Hamzah Rukmana, S.Ag., M.A., menyoroti angka perceraian sebagai salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama jajaran Kemenag Garut.

Hal itu disampaikan H. Hamzah Rukmana saat menjadi narasumber dalam kegiatan Ngopi Pagi atau Ngobrol Peradaban Islam Bersama Penyuluh Agama yang digelar Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Garut di Aula Atas Kankemenag Garut, Kamis, 10 September 2026.

Menurut H. Hamzah Rukmana, penurunan angka perceraian menjadi salah satu arahan yang perlu diterjemahkan ke dalam program kerja melalui kolaborasi antarjajaran.

Ia mengatakan, persoalan tersebut perlu ditangani secara bersama-sama.

H. Hamzah Rukmana menyebut data mengenai angka perceraian antara lain bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pengadilan Agama.

Ia kemudian mendorong jajaran Bimas Islam untuk menyusun langkah yang dapat berkontribusi terhadap penurunan angka perceraian di Garut.

Pihaknya bahkan menyampaikan keinginan agar posisi Garut dalam persoalan angka perceraian dapat ditekan hingga berada di luar 10 besar di Jawa Barat.

“Walaupun ini sesuatu yang berat, tapi kalau bersama-sama dan kolaborasi insyaallah tidak akan berat,” katanya.

Penyuluh Diminta Perkuat Kolaborasi

H. Hamzah Rukmana menilai penyuluh agama memiliki posisi penting dalam upaya pelayanan dan pembinaan masyarakat.

Karena itu, kerja penyuluh tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan tugas masing-masing, tetapi juga membangun jejaring ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Ia mengajak jajaran Kemenag menggunakan semangat “Garut” yang dimaknainya sebagai guyub, amanah, ramah, unggul, dan tulus.

Baca Juga :  Sewa Gedung Telkom untuk BGN Disebut di Atas Harga Pasar, Ini Penjelasannya

Menurut H. Hamzah Rukmana, guyub berarti bekerja bersama untuk tujuan yang sama, bukan sekadar berada dalam pekerjaan yang sama.

“Bukan hanya sama-sama kerja, tetapi bekerja sama,” ujarnya.

Ia memberi gambaran, ketika penyuluh menghadapi persoalan yang tidak dapat diselesaikan sendiri, persoalan tersebut dapat dikomunikasikan secara berjenjang melalui koordinator, kepala seksi hingga pimpinan untuk dicari solusinya.

Pendekatan kolaboratif itu, kata dia, juga dapat diterapkan dalam berbagai isu pembinaan masyarakat, termasuk ekoteologi, moderasi beragama dan program Bimas Islam.

Tekankan Amanah dan Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga mengingatkan jajaran Kemenag mengenai pentingnya menjalankan jabatan sebagai amanah.

Menurut dia, jabatan aparatur negara memiliki batas waktu.

Karena itu, amanah yang diterima dari negara harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Kita adalah pelayan umat, pelayan masyarakat. Termasuk saya juga siap untuk melayani,” katanya.

H. Hamzah Rukmana menegaskan dirinya tidak ingin jajaran Kemenag hanya berorientasi untuk dilayani, tetapi harus menempatkan pelayanan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi, terutama terhadap informasi yang memang menjadi hak publik.

Menurutnya, kegiatan dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat perlu dikomunikasikan secara terbuka melalui kanal informasi yang tersedia.

Namun, ia membedakan informasi publik dengan informasi yang memang memiliki sifat terbatas atau rahasia, termasuk dokumen tertentu dan informasi kepegawaian.

Baca Juga :  Arema FC vs Adhyaksa 4-0, Singo Edan Pesta Gol di Laga Pembuka Super League 2026/2027

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memahami batas antara keterbukaan informasi publik dan informasi yang memang harus dilindungi.

Dorong Pelayanan yang Ramah

Selain guyub dan amanah, Hamzah menekankan pentingnya pendekatan ramah dalam pelayanan masyarakat.

Ia mengaitkan prinsip tersebut dengan nilai rahmah dalam ajaran Islam.

Menurutnya, semangat kasih sayang perlu menjadi dasar dalam berinteraksi dengan masyarakat, termasuk ketika penyuluh menjalankan tugas di lapangan.

“Berangkat dari rasa menyayangi, karunya, dalam melakukan sesuatu akan memiliki nilai yang lebih dalam,” ujarnya.

Ia berharap pendekatan ramah tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan sekaligus membuat keberadaan Kemenag semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

H. Hamzah Rukmana juga menekankan pentingnya membangun keunggulan dan prestasi secara bersama-sama.

Namun, ia mengingatkan agar penghargaan terhadap pekerjaan tidak hanya diukur dari penghargaan formal.

Ia meminta ASN tetap menjalankan tugas secara profesional, termasuk memenuhi ketentuan waktu kerja dan aturan kedinasan.

Di akhir arahannya, Hamzah kembali mengajak seluruh jajaran Kemenag Garut untuk memperkuat sinergi.

Ia menilai forum Ngopi Pagi penting sebagai ruang untuk menyamakan persepsi, membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antarpenyuluh serta jajaran Kemenag.

“Tidak ada hari tanpa belajar. Saya pun terus belajar kepada Bapak dan Ibu. Banyak ilmu yang saya terima hari ini,” katanya.

H. Hamzah Rukmana berharap semangat guyub, amanah, ramah, unggul dan tulus tersebut tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.***

Penulis : Soni Warta Garut

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Kemenag Garut: 14 Kepala KUA Dilantik, Semua Jabatan Kini Terisi
Dr Saepulloh Pamit, Kepala MAN 1 Garut Ungkap Kesan 3 Tahun Kepemimpinan
Dr. Saepulloh Pamit, Ini Harapan untuk Kemenag Garut di Bawah Pimpinan Baru
Kemenag Garut Laksanakan GEBER MAS di 1.892 Masjid, Ini Targetnya
Kemenag Garut Dukung Penuh Seleksi Pimpinan BAZNAS, Ini Kompetensi yang Dicari
Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026 Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi  
Garut Raih Juara Umum II Pentas PAI Jawa Barat, Dua Gelar MTQ Jadi Penentu
APBD Garut 2027 Tembus Rp4,76 Triliun, Ini Prioritas Anggarannya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:00 WIB

Kepala Kemenag Garut Dorong Kolaborasi Penyuluh untuk Tekan Angka Perceraian

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Kepala Kemenag Garut: 14 Kepala KUA Dilantik, Semua Jabatan Kini Terisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Dr Saepulloh Pamit, Kepala MAN 1 Garut Ungkap Kesan 3 Tahun Kepemimpinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:45 WIB

Dr. Saepulloh Pamit, Ini Harapan untuk Kemenag Garut di Bawah Pimpinan Baru

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Kemenag Garut Laksanakan GEBER MAS di 1.892 Masjid, Ini Targetnya

Berita Terbaru