WARTAGARUT.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut menggelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) dengan sasaran 1.892 masjid yang tersebar di 42 kecamatan.
Gerakan ini diarahkan tidak hanya untuk membersihkan masjid, tetapi juga menjaga kebersihannya secara berkelanjutan.
Kegiatan tingkat Kabupaten Garut dipusatkan di Masjid Al-Madinah, Jalan Cipanas Baru No.45, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (10/8/2026).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I. mengatakan GEBER MAS diharapkan dapat menciptakan lingkungan masjid yang sehat dan nyaman, baik bagi pengelola maupun jamaah.
“Alhamdulillah sekarang kita sudah melaksanakan GEBER MAS, jadi gerakan bersih-bersih masjid. Mudah-mudahan dengan gerakan bersih-bersih masjid ini menjadikan sehat lingkungan masjid, sehat pengelola masjidnya, sehat yang beribadahnya dan bersih pikirannya, bersih hatinya,” ujar Saepulloh.
Menurutnya, pelaksanaan GEBER MAS melibatkan berbagai unsur di lingkungan Kemenag Garut.
Mulai dari unsur pimpinan, guru, kepala madrasah, penyuluh hingga elemen lainnya ikut bergerak bersama dalam kegiatan tersebut.
Dr. H. Saepulloh menyebut jumlah 1.892 masjid yang menjadi sasaran gerakan tersebut merupakan capaian yang besar karena tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Garut.
Sasar 1.892 Masjid di 42 Kecamatan
Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kabupaten Garut H. Endang Sutiana, S.Ag., M.MPd. menjelaskan, jumlah tersebut berkaitan dengan kuota yang diberikan tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Karena kita diberikan kuota oleh Provinsi Jawa Barat itu 1.892 masjid se-Kabupaten Garut, alhamdulillah tercapai,” kata H. Endang.
Ia menjelaskan, jumlah masjid yang menjadi sasaran program tersebut merupakan bagian dari total masjid yang ada di Kabupaten Garut.
Menurut H. Endang, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 6.000 masjid di Garut, sementara yang masuk dalam pelaksanaan GEBER MAS kali ini sebanyak 1.892 lokasi.
Pelaksanaan program tersebut tersebar di 42 kecamatan. Untuk tingkat kabupaten, kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Madinah.
H. Endang menyebut sekitar 600 orang berada dalam pengawalan tim relawan, ditambah penggiat remaja masjid di daerah masing-masing.
Kebersihan Masjid Jadi Gerakan Berkelanjutan
GEBER MAS tidak diarahkan berhenti pada kegiatan bersih-bersih dalam satu hari.
Kemenag Garut berencana melanjutkannya secara berkala dengan melibatkan penyuluh untuk melakukan monitoring di wilayah binaan masing-masing.
H. Endang mengatakan, kebersihan masjid perlu dijaga secara rutin. Pengurus masjid juga didorong melakukan pembersihan secara berkala, termasuk pada bagian luar lingkungan masjid yang tidak selalu dibersihkan setiap pekan.
“Insya Allah setiap tahun kita berlanjut. Untuk pelaksanaan bersih masjid itu secara nasional, walaupun kita secara kontinu mungkin tiga bulan sekali mengadakan GEBER MAS,” ujarnya.
Untuk fasilitas kebersihan, kegiatan dilaksanakan dengan dukungan mandiri dari masing-masing unsur yang terlibat.
Peralatan kebersihan juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan di lokasi.
Sementara itu, monitoring akan dilakukan melalui penyuluh Kemenag yang memiliki wilayah binaan masing-masing.
Evaluasi diperlukan untuk melihat keberlanjutan kebersihan masjid setelah kegiatan GEBER MAS selesai.
Toilet dan Sanitasi Jadi Perhatian
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Garut H. Muhtarom, M.Ag. mengatakan tidak ada kriteria khusus berdasarkan tipologi masjid untuk mengikuti gerakan tersebut.
Masjid yang menjadi sasaran terlebih dahulu mendapatkan survei untuk melihat kebutuhan kebersihannya.
Prioritas pembersihan diarahkan pada sarana dan prasarana umum yang digunakan jamaah, terutama toilet, halaman, teras, dan sanitasi.
Perhatian terhadap fasilitas tersebut dinilai penting karena masjid bukan hanya digunakan jamaah setempat, tetapi juga dapat menjadi tempat persinggahan jamaah dari luar daerah.
“Kalau di dalam masjid juga sama, tapi prioritasnya di tempat-tempat halaman, terasnya. Kalau di dalam rata-rata memang sudah bersih, tapi juga dibersihkan,” kata H. Muhtarom.
Ia menambahkan, keberlanjutan kebersihan membutuhkan keterlibatan pengurus dan jamaah.
Karena itu, kegiatan GEBER MAS juga diarahkan untuk membangun motivasi DKM agar konsisten menjaga kebersihan masjid.
Ke depan, Kemenag Garut juga mempertimbangkan lomba kebersihan masjid sebagai salah satu upaya memotivasi pengurus untuk mempertahankan kebersihan secara konsisten.
Kemenag Dorong DKM Terus Jaga Kebersihan
H. Muhtarom mengingatkan pengurus masjid, khususnya bagian takmir, agar terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan masjid.
Ia secara khusus meminta fasilitas toilet terus dikontrol karena menjadi salah satu bagian yang paling banyak digunakan jamaah.
“Kami berpesan kepada para pengurus masjid khususnya bagian ta’mir masjid untuk bisa mengedukasi masyarakat agar selalu bisa menjaga kebersihan masjid, apalagi tempat toiletnya selalu dikontrol,” katanya.
Bagi Kemenag Garut, GEBER MAS tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik.
Gerakan tersebut juga diharapkan membangun kesadaran bersama agar masjid tetap bersih, nyaman dan terawat.
Dengan melibatkan penyuluh, pengurus masjid, marbot, serta unsur masyarakat lainnya, keberlanjutan program menjadi bagian penting setelah kegiatan bersih-bersih selesai dilaksanakan.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar