WARTAGARUT.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut memastikan siap mendukung penuh proses seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut periode 2026–2031.
Seleksi tersebut diharapkan menghasilkan pimpinan yang kompeten, transparan, dan mampu mengelola zakat secara profesional.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan keterlibatan Kemenag dalam proses seleksi merupakan amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 10 Tahun 2025.
Dalam regulasi tersebut, Kemenag menjadi salah satu unsur dalam tim seleksi calon pimpinan BAZNAS.
“Sesuai PMA Nomor 10 Tahun 2025, Kementerian Agama menjadi bagian dari tim seleksi. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat mendukung program-program BAZNAS dan masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat ikut mendaftarkan diri,” ujar Saepulloh.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pengumuman seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut di Aula Kantor MUI Garut, Rabu (22/7/2026).
Syarat Lebih Terbuka, Seleksi Gunakan CAT dan Wawancara
Saepulloh menjelaskan, salah satu perubahan dalam PMA terbaru adalah syarat pendidikan minimal bagi calon pimpinan BAZNAS tingkat kabupaten, yakni lulusan SMA atau sederajat.
Menurutnya, ketentuan ini memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses seleksi.
Selain seleksi administrasi, peserta akan mengikuti beberapa tahapan lanjutan, di antaranya Computer Assisted Test (CAT) serta wawancara yang mengacu pada makalah yang telah disusun oleh masing-masing peserta.
“Kami berharap seleksi ini menghasilkan output berupa pimpinan BAZNAS yang memiliki kompetensi baik, bahkan lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Kompetensi Calon Jadi Fokus Penilaian
Menurut Kepala Kemenag Garut, kompetensi menjadi aspek utama dalam proses seleksi. Calon pimpinan diharapkan memahami tata kelola zakat sesuai ketentuan, memiliki wawasan kebangsaan, memahami moderasi beragama, serta menguasai fikih zakat.
Ia menilai kemampuan tersebut penting agar pengelolaan zakat dapat berjalan secara profesional dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
Harapkan Lahir Pimpinan BAZNAS Berkualitas
Saepulloh berharap proses seleksi mampu menghasilkan lima pimpinan BAZNAS Kabupaten Garut yang memiliki kualitas dari berbagai aspek, mulai dari pengelolaan zakat, transparansi, hingga keadilan dalam menjalankan tugas.
Kemenag, lanjutnya, juga mendukung penuh seluruh tahapan seleksi agar berjalan sesuai regulasi. Seluruh persyaratan dan mekanisme seleksi telah diatur secara rinci dan dapat diakses melalui Sistem Informasi Manajemen Zakat Terpadu (SIMZAT).***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar