Sambut 1 Muharam 1448 H, Kepala Kemenag Garut Serukan Muhasabah dan Persatuan

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, M.Pd.I., mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, M.Pd.I., mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat persatuan, kepedulian sosial, dan perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai titik awal memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperbaiki kualitas diri di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pesan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang mengajak umat Islam memaknai hijrah bukan sekadar perpindahan waktu dalam kalender Hijriah, melainkan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurut H Saepulloh, pesan yang disampaikan Menteri Agama sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan semangat kebersamaan, toleransi, dan saling percaya dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Momentum Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana muhasabah bagi seluruh umat Islam. Hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan menuju kebaikan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam hubungan sosial kemasyarakatan,” ujar H Saepulloh di Garut, Senin (15/6/2026).

Tahun Baru Islam Bukan Sekadar Pergantian Kalender

H Saepulloh menjelaskan bahwa peringatan 1 Muharam memiliki makna mendalam dalam sejarah Islam karena berkaitan dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak lahirnya peradaban Islam yang lebih maju dan berkeadilan.

Baca Juga :  KA Cikuray Kembali ke Akar Sejarah Garut, Apa yang Akan Terjadi pada Distribusi Komoditas?

Karena itu, menurutnya, umat Islam tidak cukup hanya memperingati Tahun Baru Hijriah secara seremonial, tetapi juga harus menjadikannya sebagai momentum evaluasi diri dan perbaikan karakter.

“Tahun Baru Islam harus menjadi pengingat bahwa setiap manusia dituntut terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat integritas, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” katanya.

Hijrah Harus Terlihat dalam Kehidupan Sehari-hari

Kepala Kemenag Garut menilai semangat hijrah perlu diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mulai dari memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan antarumat beragama, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, hingga membangun budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat penting di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang sering kali memunculkan perbedaan pandangan di ruang publik.

“Kita harus menjadikan hijrah sebagai gerakan moral untuk memperkuat persaudaraan, mengurangi konflik, memperbanyak dialog, dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Daftar Wilayah dengan Harga Pertamax Termurah dan Termahal di Indonesia

Kemenag Garut Ajak Masyarakat Perbanyak Muhasabah

Menjelang datangnya 1 Muharam 1448 H, Kementerian Agama Kabupaten Garut juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta melakukan muhasabah atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.

H Saepulloh berharap Tahun Baru Islam menjadi momentum lahirnya pribadi-pribadi yang lebih baik, keluarga yang lebih harmonis, dan masyarakat yang semakin kuat dalam menjaga persatuan.

“Semoga pergantian Tahun Baru Islam ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Garut, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta melahirkan semangat baru untuk bersama-sama membangun daerah dan bangsa yang lebih maju,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk terus berkarya, menjaga kerukunan, dan memperkuat kontribusi positif bagi kehidupan sosial maupun pembangunan bangsa.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, keberkahan, dan kemudahan kepada kita semua dalam menjalani kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Datang, Menag Ingatkan Hal yang Sering Dilupakan
Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah? Simak Waktu, Adab dan Keutamaannya
Menjelang 1 Muharam, Ini Doa Akhir Tahun Islam 1447 H dan Keutamaannya
KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu
1.000 Calon Pengantin Ikuti Bimwin Kemenag Garut, Kepala Kemenag Ungkap 3 Kunci Keluarga Sakinah
Kasubag TU Kemenag Garut: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Apakah Idul Adha Boleh Mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin? Ini Penjelasan Lengkapnya
Doa Idul Adha dan Doa Kurban Lengkap Arab, Latin, serta Artinya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Sambut 1 Muharam 1448 H, Kepala Kemenag Garut Serukan Muhasabah dan Persatuan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:53 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H Datang, Menag Ingatkan Hal yang Sering Dilupakan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:03 WIB

Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah? Simak Waktu, Adab dan Keutamaannya

Senin, 15 Juni 2026 - 15:39 WIB

Menjelang 1 Muharam, Ini Doa Akhir Tahun Islam 1447 H dan Keutamaannya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:05 WIB

KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!