Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi

Senin, 22 Juni 2026 - 16:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi

Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi

WARTAGARUT.COM – Puncak Milad ke-109 Aisyiyah tingkat Jawa Barat yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Kecamatan Cilawu, Senin (22/6/2026), menjadi momentum penting bagi gerakan perempuan Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Dra. Hj. Ia Kurniati, M.Pd., mengungkapkan Kabupaten Garut dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki prestasi organisasi yang menonjol serta memiliki nilai historis bagi perkembangan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Barat.

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan, Mewujudkan Perdamaian” tersebut dihadiri hampir 2.000 peserta dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Aisyiyah, serta berbagai elemen masyarakat.

“Garut menjadi pilihan kami karena prestasi Pimpinan Daerah Aisyiyah Garut beserta cabang dan rantingnya sangat positif. Program-program berjalan dengan baik, target tercapai, bahkan muncul berbagai terobosan yang membanggakan,” ujar Ia Kurniati.

Menurutnya, alasan lain yang membuat Garut dipilih sebagai lokasi puncak Milad adalah nilai sejarah yang dimiliki daerah tersebut dalam perjalanan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Barat.

“Garut adalah kota kelahiran Muhammadiyah di Jawa Barat. Bahkan ada Mushola Aisyiyah yang menjadi bukti bahwa gerakan Aisyiyah telah tumbuh sejak lama di daerah ini. Mushola tersebut bahkan telah dikirim ke Museum Muhammadiyah di Yogyakarta sebagai bagian dari sejarah organisasi,” katanya.

Ribuan Kader Hadir, Gubernur Jawa Barat Jadi Magnet Acara

Ia Kurniati mengaku bersyukur karena resepsi puncak Milad mendapat respons luar biasa dari warga Aisyiyah dan masyarakat.

Baca Juga :  Hasil MU vs Roma 3-2: Gol Cunha dan Kartu Merah

Delegasi dari seluruh daerah di Jawa Barat hadir dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus hingga kendaraan pribadi.

“Hampir 2.000 peserta hadir. Semua 27 kabupaten dan kota mengirimkan utusan. Alhamdulillah, ini menunjukkan bahwa keputusan menggelar puncak Milad di Garut adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.

Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menjadi perhatian peserta. Ia menyebut sosok KDM memiliki kesamaan visi dengan gerakan sosial yang selama ini dijalankan Aisyiyah.

“Pak Gubernur memiliki program yang dekat dengan semangat Aisyiyah, seperti perhatian kepada anak-anak, perempuan, kelompok rentan, pendidikan, dan inklusi sosial. Karena itu kehadiran beliau memberi semangat tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Salah satu momen yang mendapat apresiasi besar adalah penampilan kelompok lansia Aisyiyah yang memainkan angklung. Penampilan tersebut bahkan mendapat penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Barat.

PWA Jawa Barat Fokus Bangun Universitas hingga Daycare Lansia

Dalam kesempatan itu, Dra Ia Kurniati juga memaparkan sejumlah capaian dan program unggulan PWA Jawa Barat yang terus dikembangkan.

Salah satu program terbesar adalah penguatan Universitas Aisyiyah Bandung yang kini menjadi universitas keempat milik Aisyiyah secara nasional.

“Ini amanat besar dari persyarikatan. Saat ini kami sedang mengawal pembangunan kampus baru dan terus memperkuat eksistensi Universitas Aisyiyah Bandung sebagai perguruan tinggi unggulan,” katanya.

Baca Juga :  Dugaan Penculikan Anak di Tarogong Kaler, Polres Garut Periksa Saksi

Selain itu, Aisyiyah Jawa Barat juga mengembangkan Boarding School Aisyiyah di Kabupaten Bandung yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Program unggulan lainnya adalah Kulliyatul Mubalighat, yakni pendidikan khusus bagi perempuan dan lansia untuk menjadi mubalighat atau pendakwah perempuan.

Program tersebut dilaksanakan selama satu tahun melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring.

“Kami menargetkan memiliki seribu mubalighat Aisyiyah yang tersebar di seluruh Jawa Barat,” ujarnya.

Sekolah untuk Putus Sekolah dan Daycare Lansia Jadi Perhatian

PWA Jawa Barat juga mengembangkan Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang telah hadir di 27 kabupaten dan kota. Program ini memberikan akses pendidikan nonformal bagi masyarakat yang putus sekolah.

Tidak hanya itu, Aisyiyah juga mengembangkan program daycare lansia yang menyediakan kegiatan mengaji, olahraga, kesenian, hingga pembinaan keagamaan bagi warga lanjut usia.

“Saat ini sudah ada tiga daerah yang memperoleh pengakuan resmi pemerintah untuk program daycare lansia dan jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.

Menurut Ia Kurniati, seluruh program tersebut berjalan seiring dengan misi utama Aisyiyah untuk memperkuat dakwah dan menjaga akidah warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, terutama yang berada di lingkungan amal usaha.

“Kami ingin seluruh warga Aisyiyah dan Muhammadiyah, khususnya yang berada di amal usaha, tetap memiliki pemahaman akidah yang kuat sesuai dengan tuntunan Muhammadiyah. Itu menjadi bagian penting dari dakwah yang terus kami lakukan,” pungkasnya.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan
DMI Garut Siapkan Warung Barokah Masjid dan Program Ekonomi Jemaah
Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah
Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan
Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah
Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
PDM Garut Dukung Seruan Muhammadiyah Hormati Putusan MK, Ini Pesan Pentingnya
Ketua PDM Garut Dorong Guru ISMUBA Jadi Penggerak Pendidikan Holistik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:18 WIB

Milad Muhammadiyah ke-114, PDM Garut Siapkan 17 Kegiatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:19 WIB

DMI Garut Siapkan Warung Barokah Masjid dan Program Ekonomi Jemaah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Ketua PDM Garut Tekankan Dialog dan Amal Saleh dalam Pelantikan Kepala SMP Muhammadiyah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Hari Santri 2026, Ketua PDM Garut Dorong Santri Jadi Penggerak Perubahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Pengajian Aisyiyah Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha Bahas Pendusta Ayat Allah

Berita Terbaru

Sugiah, S.Si., M.Biotek., AIFO, dosen Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medis IKKHG, meraih Juara 1 Best Oral Presentation bidang ilmu TLM dalam PINLITAMAS 5 UNJANI.

Perguruan Tinggi

Dosen IKKHG Raih Juara 1 Presentasi Terbaik di PINLITAMAS 5 UNJANI

Minggu, 8 Nov 2026 - 17:03 WIB

Kegiatan patroli kepolisian pada malam hari untuk mengantisipasi tawuran, geng motor, balap liar, dan gangguan kamtibmas di wilayah Kabupaten Garut.

KRIMINAL

12 Pemuda Diamankan di Garut, Polisi Sita 6 Senjata Tajam

Minggu, 8 Nov 2026 - 16:24 WIB

Polsek Tarogong Kidul mengamankan dua terduga pelaku curanmor yang diduga terlibat dalam delapan TKP.

Uncategorized

GPS Bantu Polisi Ungkap Dugaan 8 TKP Curanmor di Garut

Minggu, 8 Nov 2026 - 04:28 WIB