WARTAGARUT.COM – Puncak Milad ke-109 Aisyiyah tingkat Jawa Barat yang digelar di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Kecamatan Cilawu, Senin (22/6/2026), menjadi momentum penting bagi gerakan perempuan Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Dra. Hj. Ia Kurniati, M.Pd., mengungkapkan Kabupaten Garut dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki prestasi organisasi yang menonjol serta memiliki nilai historis bagi perkembangan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Barat.
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan, Mewujudkan Perdamaian” tersebut dihadiri hampir 2.000 peserta dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), pimpinan Muhammadiyah, pimpinan Aisyiyah, serta berbagai elemen masyarakat.
“Garut menjadi pilihan kami karena prestasi Pimpinan Daerah Aisyiyah Garut beserta cabang dan rantingnya sangat positif. Program-program berjalan dengan baik, target tercapai, bahkan muncul berbagai terobosan yang membanggakan,” ujar Ia Kurniati.
Menurutnya, alasan lain yang membuat Garut dipilih sebagai lokasi puncak Milad adalah nilai sejarah yang dimiliki daerah tersebut dalam perjalanan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jawa Barat.
“Garut adalah kota kelahiran Muhammadiyah di Jawa Barat. Bahkan ada Mushola Aisyiyah yang menjadi bukti bahwa gerakan Aisyiyah telah tumbuh sejak lama di daerah ini. Mushola tersebut bahkan telah dikirim ke Museum Muhammadiyah di Yogyakarta sebagai bagian dari sejarah organisasi,” katanya.
Ribuan Kader Hadir, Gubernur Jawa Barat Jadi Magnet Acara
Ia Kurniati mengaku bersyukur karena resepsi puncak Milad mendapat respons luar biasa dari warga Aisyiyah dan masyarakat.
Delegasi dari seluruh daerah di Jawa Barat hadir dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus hingga kendaraan pribadi.
“Hampir 2.000 peserta hadir. Semua 27 kabupaten dan kota mengirimkan utusan. Alhamdulillah, ini menunjukkan bahwa keputusan menggelar puncak Milad di Garut adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.
Kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menjadi perhatian peserta. Ia menyebut sosok KDM memiliki kesamaan visi dengan gerakan sosial yang selama ini dijalankan Aisyiyah.
“Pak Gubernur memiliki program yang dekat dengan semangat Aisyiyah, seperti perhatian kepada anak-anak, perempuan, kelompok rentan, pendidikan, dan inklusi sosial. Karena itu kehadiran beliau memberi semangat tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Salah satu momen yang mendapat apresiasi besar adalah penampilan kelompok lansia Aisyiyah yang memainkan angklung. Penampilan tersebut bahkan mendapat penghargaan langsung dari Gubernur Jawa Barat.
PWA Jawa Barat Fokus Bangun Universitas hingga Daycare Lansia
Dalam kesempatan itu, Dra Ia Kurniati juga memaparkan sejumlah capaian dan program unggulan PWA Jawa Barat yang terus dikembangkan.
Salah satu program terbesar adalah penguatan Universitas Aisyiyah Bandung yang kini menjadi universitas keempat milik Aisyiyah secara nasional.
“Ini amanat besar dari persyarikatan. Saat ini kami sedang mengawal pembangunan kampus baru dan terus memperkuat eksistensi Universitas Aisyiyah Bandung sebagai perguruan tinggi unggulan,” katanya.
Selain itu, Aisyiyah Jawa Barat juga mengembangkan Boarding School Aisyiyah di Kabupaten Bandung yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Program unggulan lainnya adalah Kulliyatul Mubalighat, yakni pendidikan khusus bagi perempuan dan lansia untuk menjadi mubalighat atau pendakwah perempuan.
Program tersebut dilaksanakan selama satu tahun melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring.
“Kami menargetkan memiliki seribu mubalighat Aisyiyah yang tersebar di seluruh Jawa Barat,” ujarnya.
Sekolah untuk Putus Sekolah dan Daycare Lansia Jadi Perhatian
PWA Jawa Barat juga mengembangkan Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang telah hadir di 27 kabupaten dan kota. Program ini memberikan akses pendidikan nonformal bagi masyarakat yang putus sekolah.
Tidak hanya itu, Aisyiyah juga mengembangkan program daycare lansia yang menyediakan kegiatan mengaji, olahraga, kesenian, hingga pembinaan keagamaan bagi warga lanjut usia.
“Saat ini sudah ada tiga daerah yang memperoleh pengakuan resmi pemerintah untuk program daycare lansia dan jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya.
Menurut Ia Kurniati, seluruh program tersebut berjalan seiring dengan misi utama Aisyiyah untuk memperkuat dakwah dan menjaga akidah warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, terutama yang berada di lingkungan amal usaha.
“Kami ingin seluruh warga Aisyiyah dan Muhammadiyah, khususnya yang berada di amal usaha, tetap memiliki pemahaman akidah yang kuat sesuai dengan tuntunan Muhammadiyah. Itu menjadi bagian penting dari dakwah yang terus kami lakukan,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar