WARTAGARUT.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa Aisyiyah telah membuktikan diri sebagai pejuang perdamaian dan pelopor dakwah kemanusiaan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat selama lebih dari satu abad.
Hal itu disampaikannya pada Puncak Milad ke-109 Aisyiyah yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Jl. Raya Garut – Tasikmalaya No. 36, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026).
Menurut Dr. Agus Rahmat Nugraha, usia 109 tahun bukan sekadar angka perjalanan organisasi, tetapi mencerminkan panjangnya kontribusi Aisyiyah dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat manusia dan kehidupan yang lebih damai.
“Aisyiyah sang pejuang perdamaian. Asa dinyalakan di tengah gurun pasir yang panas dan menantang, seakan menjadi oase di tengah kegelapan. Jika ini Milad ke-109, berarti telah lahir 109 paket kebaikan untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kesemestaan,” ujarnya.
Ia menilai tema besar yang diusung Aisyiyah pada tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam memperkuat dakwah kemanusiaan dan membangun peradaban yang lebih damai.
“Tahun ini Aisyiyah benar-benar memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian. Diksi ‘benar-benar’ sangat tepat untuk menggambarkan kontribusi nyata Aisyiyah yang telah dirasakan masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di tingkat global,” katanya.
Aisyiyah Diakui Berkontribusi Nyata untuk Masyarakat
Dr. Agus menjelaskan, kontribusi Aisyiyah selama ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi hadir dalam bentuk aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, kiprah Aisyiyah memenuhi dua unsur utama dalam konsep kebaikan universal.
Pertama, memiliki dasar nalar yang kuat karena program-programnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara logis dan objektif.
Kedua, bersifat universal sehingga manfaatnya dapat diterima oleh berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang tertentu.
“Siapa pun yang mengenal Aisyiyah dan melihat kontribusinya akan mengakui bahwa gerakan ini menghadirkan kebaikan yang nyata dan tidak terbantahkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selama lebih dari satu abad Aisyiyah telah menunjukkan peran penting dalam bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga pembinaan kelompok rentan.
Garut Jadi Pusat Puncak Milad Aisyiyah Jawa Barat
Puncak Milad ke-109 Aisyiyah tahun ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat dan dipusatkan di Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan daerah Aisyiyah dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, termasuk pimpinan cabang dan ranting Aisyiyah se-Kabupaten Garut.
Dr. Agus menyebut penunjukan Garut sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Garut.
“Hari ini betul-betul menggembirakan bagi kami. Ini memberikan harapan bahwa Aisyiyah benar-benar menjadi organisasi otonom khusus yang membanggakan bagi Muhammadiyah,” katanya.
Menurutnya, kehadiran ribuan kader Aisyiyah dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya jaringan gerakan perempuan Muhammadiyah yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran Gubernur Jabar Buka Peluang Kolaborasi
Pada kegiatan tersebut juga hadir Gubernur Jawa Bara, Dedi Mulyadi (KDM) yang menyampaikan sejumlah gagasan kolaborasi bersama Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk permintaan agar Aisyiyah ikut mendampingi kelompok anak-anak yang menghadapi berbagai persoalan sosial.
Menanggapi hal itu, Dr. Agus menyebut apa yang disampaikan Gubernur sejatinya merupakan bagian dari aktivitas yang selama ini telah dijalankan Aisyiyah.
“Aisyiyah sebenarnya sudah lama membina kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, kelompok miskin, dan kelompok yang kurang mendapatkan akses pendidikan. Apa yang disampaikan Pak Gubernur lebih kepada bentuk penguatan dan konfirmasi bahwa gerakan Aisyiyah sudah berada di jalur yang tepat,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat terus diperkuat demi mewujudkan Jawa Barat dan Kabupaten Garut yang lebih maju.
“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kita bisa saling berkolaborasi untuk Jawa Barat berkemajuan dan Garut berkemajuan,” tegasnya.
Aisyiyah Dinilai Jadi Pilar Kemajuan Muhammadiyah
Dr. Agus menegaskan, posisi Aisyiyah sebagai organisasi otonom khusus Muhammadiyah memiliki peran strategis karena mampu mengelola berbagai amal usaha yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut Aisyiyah memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang menjadi kekuatan utama gerakan Muhammadiyah.
“Aisyiyah memiliki kekhususan karena mampu mengelola amal usaha secara nyata. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan adalah bidang-bidang yang menjadi kontribusi besar Aisyiyah bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan perempuan yang dijalankan Aisyiyah juga menjadi penyeimbang penting dalam perjalanan Muhammadiyah.
“Oleh karena itu, kalau Aisyiyah maju, maka itu menjadi indikator bahwa Muhammadiyah juga akan semakin maju,” pungkasnya.**
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar