Ketua PDM Garut Ungkap Alasan Aisyiyah Jadi Kebanggaan Muhammadiyah

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 15:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PDM Garut Ungkap Alasan Aisyiyah Jadi Kebanggaan Muhammadiyah

Ketua PDM Garut Ungkap Alasan Aisyiyah Jadi Kebanggaan Muhammadiyah

WARTAGARUT.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa Aisyiyah telah membuktikan diri sebagai pejuang perdamaian dan pelopor dakwah kemanusiaan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat selama lebih dari satu abad.

Hal itu disampaikannya pada Puncak Milad ke-109 Aisyiyah yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Jl. Raya Garut – Tasikmalaya No. 36, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026).

Menurut Dr. Agus Rahmat Nugraha, usia 109 tahun bukan sekadar angka perjalanan organisasi, tetapi mencerminkan panjangnya kontribusi Aisyiyah dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat manusia dan kehidupan yang lebih damai.

“Aisyiyah sang pejuang perdamaian. Asa dinyalakan di tengah gurun pasir yang panas dan menantang, seakan menjadi oase di tengah kegelapan. Jika ini Milad ke-109, berarti telah lahir 109 paket kebaikan untuk kemaslahatan kemanusiaan dan kesemestaan,” ujarnya.

Ia menilai tema besar yang diusung Aisyiyah pada tahun ini sangat relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam memperkuat dakwah kemanusiaan dan membangun peradaban yang lebih damai.

“Tahun ini Aisyiyah benar-benar memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian. Diksi ‘benar-benar’ sangat tepat untuk menggambarkan kontribusi nyata Aisyiyah yang telah dirasakan masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di tingkat global,” katanya.

Aisyiyah Diakui Berkontribusi Nyata untuk Masyarakat

Dr. Agus menjelaskan, kontribusi Aisyiyah selama ini tidak hanya bersifat konseptual, tetapi hadir dalam bentuk aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi

Menurutnya, kiprah Aisyiyah memenuhi dua unsur utama dalam konsep kebaikan universal.

Pertama, memiliki dasar nalar yang kuat karena program-programnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara logis dan objektif.

Kedua, bersifat universal sehingga manfaatnya dapat diterima oleh berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang tertentu.

“Siapa pun yang mengenal Aisyiyah dan melihat kontribusinya akan mengakui bahwa gerakan ini menghadirkan kebaikan yang nyata dan tidak terbantahkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama lebih dari satu abad Aisyiyah telah menunjukkan peran penting dalam bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga pembinaan kelompok rentan.

Garut Jadi Pusat Puncak Milad Aisyiyah Jawa Barat

Puncak Milad ke-109 Aisyiyah tahun ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat dan dipusatkan di Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan daerah Aisyiyah dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, termasuk pimpinan cabang dan ranting Aisyiyah se-Kabupaten Garut.

Dr. Agus menyebut penunjukan Garut sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Garut.

“Hari ini betul-betul menggembirakan bagi kami. Ini memberikan harapan bahwa Aisyiyah benar-benar menjadi organisasi otonom khusus yang membanggakan bagi Muhammadiyah,” katanya.

Menurutnya, kehadiran ribuan kader Aisyiyah dari berbagai daerah menunjukkan kuatnya jaringan gerakan perempuan Muhammadiyah yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kehadiran Gubernur Jabar Buka Peluang Kolaborasi

Pada kegiatan tersebut juga hadir Gubernur Jawa Bara, Dedi Mulyadi (KDM) yang menyampaikan sejumlah gagasan kolaborasi bersama Muhammadiyah dan Aisyiyah, termasuk permintaan agar Aisyiyah ikut mendampingi kelompok anak-anak yang menghadapi berbagai persoalan sosial.

Baca Juga :  Tahun Baru Islam 1448 H, H Aceng Malki Ajak Masyarakat Maknai Semangat Hijrah

Menanggapi hal itu, Dr. Agus menyebut apa yang disampaikan Gubernur sejatinya merupakan bagian dari aktivitas yang selama ini telah dijalankan Aisyiyah.

“Aisyiyah sebenarnya sudah lama membina kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, kelompok miskin, dan kelompok yang kurang mendapatkan akses pendidikan. Apa yang disampaikan Pak Gubernur lebih kepada bentuk penguatan dan konfirmasi bahwa gerakan Aisyiyah sudah berada di jalur yang tepat,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat terus diperkuat demi mewujudkan Jawa Barat dan Kabupaten Garut yang lebih maju.

“Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kita bisa saling berkolaborasi untuk Jawa Barat berkemajuan dan Garut berkemajuan,” tegasnya.

Aisyiyah Dinilai Jadi Pilar Kemajuan Muhammadiyah

Dr. Agus menegaskan, posisi Aisyiyah sebagai organisasi otonom khusus Muhammadiyah memiliki peran strategis karena mampu mengelola berbagai amal usaha yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut Aisyiyah memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang menjadi kekuatan utama gerakan Muhammadiyah.

“Aisyiyah memiliki kekhususan karena mampu mengelola amal usaha secara nyata. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan adalah bidang-bidang yang menjadi kontribusi besar Aisyiyah bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan perempuan yang dijalankan Aisyiyah juga menjadi penyeimbang penting dalam perjalanan Muhammadiyah.

“Oleh karena itu, kalau Aisyiyah maju, maka itu menjadi indikator bahwa Muhammadiyah juga akan semakin maju,” pungkasnya.**

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi
Ketua MUI Banyuresmi Ajak Perkuat Ukhuwah di Tahun Baru Islam 1448 H
Sambut 1 Muharam 1448 H, Kepala Kemenag Garut Serukan Muhasabah dan Persatuan
Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah? Simak Waktu, Adab dan Keutamaannya
Menjelang 1 Muharam, Ini Doa Akhir Tahun Islam 1447 H dan Keutamaannya
KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu
Apakah Idul Adha Boleh Mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin? Ini Penjelasan Lengkapnya
Doa Idul Adha dan Doa Kurban Lengkap Arab, Latin, serta Artinya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 16:23 WIB

Milad ke-109 Aisyiyah Jawa Barat Dipusatkan di Garut, Ketua PWA Ungkap Alasan dan Capaian Besar Organisasi

Senin, 22 Juni 2026 - 15:39 WIB

Ketua PDM Garut Ungkap Alasan Aisyiyah Jadi Kebanggaan Muhammadiyah

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:01 WIB

Ketua MUI Banyuresmi Ajak Perkuat Ukhuwah di Tahun Baru Islam 1448 H

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Sambut 1 Muharam 1448 H, Kepala Kemenag Garut Serukan Muhasabah dan Persatuan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:03 WIB

Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah? Simak Waktu, Adab dan Keutamaannya

Berita Terbaru

Microsoft mengakhiri dukungan Office 2021 mulai 13 Oktober 2026, membuat pengguna Word, Excel, dan PowerPoint perlu mempertimbangkan langkah berikutnya

GADGET DAN TEKNOLOGI

Microsoft Cabut Dukungan Office 2021 Mulai 13 Oktober 2026, Ini Dampaknya

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:00 WIB

error: Content is protected !!