WARTAGARUT.COM – Bupati Garut ke 26, H. Rudy Gunawan mengapresiasi penyaluran becak listrik dari Presiden Prabowo kepada para pengemudi becak di Kabupaten Garut.
Ia menilai kendaraan tersebut memberi kenyamanan sekaligus meringankan beban pengemudi saat bekerja.
H. Rudy yang juga tercatat sebagai Dewan Penasihat Partai Gerindra menyampaikan tanggapannya terhadap penggunaan becak listrik yang kini mulai diberikan kepada pengemudi becak di Garut.
Menurut H. Rudy, penggunaan tenaga listrik membuat pengemudi tidak perlu mengandalkan tenaga kaki sepenuhnya, terutama ketika harus melewati jalan menanjak.
“Becak listrik nyaman, mang becak tidak capek,” ujar H. Rudy Gunawan.
Penyaluran becak listrik tersebut berlangsung di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Selasa (29/9/2026).
Sebanyak 260 unit dibagikan secara gratis kepada para pengemudi becak, dengan sasaran utama pengemudi lanjut usia.
Wakil Bupati Garut Putri Karlina juga merasakan langsung kendaraan tersebut.
Ia menilai ruang penumpang lebih luas dan perjalanan terasa lebih nyaman dibandingkan becak konvensional.
“Biasanya becak itu dua orang itu sempit, ini mah lalega. Terus di jalannya lembut, halus, gak kerasa,” kata Putri.
Menurut Putri, keberadaan becak listrik tidak hanya berkaitan dengan kemudahan bekerja bagi pengemudi.
Kendaraan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang pendapatan baru, termasuk dari wisatawan yang ingin berkeliling kawasan perkotaan Garut.
“Intinya mah ini sebagai kailnya, sebagai umpannya untuk rezeki masyarakat yang ada di Kabupaten Garut,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasi Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo, menjelaskan becak listrik tersebut memiliki jarak tempuh maksimal sekitar 30 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Pengemudi juga diminta segera melakukan pengisian daya ketika indikator baterai tinggal satu bagian.
Penerima bantuan diprioritaskan bagi pengemudi becak berusia minimal 55 tahun.
Menurut Sudarwo, perhatian tersebut diberikan karena masih terdapat pengemudi becak yang tetap bekerja meski telah berusia 70 hingga 80 tahun.
“Penerima becak listrik ini usia minimal 55, soalnya beliau sangat prihatin di usia 70 tadi, ada yang 80,” ucap Sudarwo.
Seluruh becak listrik tersebut diberikan secara cuma-cuma dan menjadi hak milik penerima.
Pihak Yayasan GSN juga menyebut telah bekerja sama dengan produsen untuk mendukung perawatan dan ketersediaan suku cadang.
Bagi pengemudi becak, bantuan tersebut bukan sekadar pergantian kendaraan.
Tenaga listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik ketika mencari nafkah, sementara keberadaan becak listrik juga diarahkan menjadi bagian dari alternatif transportasi bagi masyarakat dan wisatawan di Garut.
Salah seorang penerima, Samsul, pengemudi becak asal Kecamatan Karangpawitan, mengaku terbantu dengan kendaraan tersebut untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.
Penyaluran 260 becak listrik ini sekaligus mempertemukan dua kebutuhan: meringankan pekerjaan pengemudi senior dan membuka peluang pemanfaatan becak sebagai transportasi wisata di kawasan perkotaan Garut.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar