WARTAGARUT.COM – MAN 1 Garut mengirim dua murid untuk bersaing dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Keduanya mewakili bidang mata pelajaran (Mapel) ekonomi dan biologi dalam kompetisi yang berlangsung 5–6 Oktober 2026 di MAN 1 Garut.
Plt Kepala MAN 1 Garut H. Asep Wahyudin, SPd., mengatakan kedua murid tersebut berhasil lolos setelah mengikuti seleksi OMI tingkat Kabupaten Garut.
Muhammad Ridwan, menjadi peraih peringkat pertama Mata pelajaran (Mapel) Ekonomi di tingkat Kabupaten Garut.
Sementara Saski yang saat ini duduk di kelas XII, meraih peringkat ketiga Mepel Biologi.
Capaian tersebut menjadi modal optimisme MAN 1 Garut untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi, terutama pada bidang ekonomi.
“Kalau melihat peluang, kita cukup besar. Optimis, spesial untuk mata pelajaran ekonomi. Karena kalau dilihat dari hasil OMI Kabupaten Garut, kita ranking 1 untuk ekonomi dan untuk biologi kita peringkat 3,” kata H. Asep Wahyudin.
Kirim 18 Siswa di Tingkat Kabupaten
Menurut H. Asep, MAN 1 Garut sebelumnya mempersiapkan murid untuk mengikuti kompetisi pada sejumlah mata pelajaran.
Di tingkat Aliyah, MAN 1 Garut mempersiapkan enam mata pelajaran yang masing-masing diikuti tiga murid.
Dengan komposisi tersebut, MAN 1 Garut mengirimkan 18 murid untuk mengikuti OMI tingkat Kabupaten Garut.
Dari proses tersebut, dua murid berhasil melanjutkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat, masing-masing dari bidang ekonomi dan biologi.
“Setiap mapel itu diikuti oleh tiga murid. Tiga siswa, jadi kita mengirimkan 18 siswa untuk OMI Kabupaten, tapi tahun sekarang kita baru lolos dua,” ujar H. Asep.
Bagi pihak madrasah, hasil tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan.
Persiapan tidak hanya dilakukan menjelang kompetisi, tetapi melalui upaya murid mendalami bidang mata pelajaran yang diperlombakan.
Ekonomi Jadi Salah Satu Andalan
Dari dua wakil MAN 1 Garut, bidang ekonomi menjadi salah satu yang paling diharapkan sekolah.
Muhammad Ridwan datang ke tingkat provinsi dengan modal sebagai peringkat pertama OMI tingkat Kabupaten Garut.
Posisi tersebut membuat madrasah memiliki ekspektasi terhadap peluangnya untuk bersaing dengan peserta dari kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Meski demikian, H. Asep tidak ingin membebani kedua murid dengan target berlebihan.
Menurutnya, madrasah akan berusaha memberikan dukungan maksimal selama kompetisi berlangsung.
“Kita berusaha saja secara maksimal karena MAN 1 Garut juga sekaligus jadi tempat pelaksana, baik OMI Kabupaten maupun provinsi yang sedang berlangsung,” katanya.
Bidik Tiket ke Tingkat Nasional
H. Asep berharap perjuangan kedua murid tersebut tidak berhenti di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Sekolah menaruh harapan agar Saski dan Muhammad Ridwan mampu meraih hasil terbaik sehingga dapat melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
“Dengan OMI Jawa Barat ini, kami berharap cukup besar kepada murid-murid kami supaya bisa lolos OMI tingkat provinsi dan masuk tingkat nasional,” ujar H. Asep.
OMI tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober.
Tahapan tersebut menjadi penentu bagi peserta yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional.
Bagi MAN 1 Garut, dua wakil yang berhasil lolos menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan murid di level yang lebih tinggi.
Hasil OMI tingkat provinsi nantinya akan menentukan apakah perjuangan Saski dan Muhammad Ridwan berlanjut ke tingkat nasional.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar