WARTAGARUT.COM – Akses jalan di Kampung Ciangkrong, Desa Jatimanah, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, kini dapat dimanfaatkan masyarakat setelah diresmikan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Selasa (29/9/2026).
Kehadiran jalan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka akses distribusi hasil pertanian.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah komoditas kopi dari kawasan Pamulihan dan sekitarnya.
Putri menjelaskan, pembangunan ruas jalan tersebut menggunakan skema pembiayaan yang berasal dari hibah perseorangan dan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Bapak ibu jalan ini khususnya dari mulai jembatan tadi sampai ke ujung sana sedikit 530 meter ya, adalah hasil hibah perseorangan yang nanti di atas masih dibantu lagi dengan 372 meter itu dari APBD,” ujar PutriKarlina.
Dengan akses yang lebih baik, ia berharap masyarakat lebih mudah menjangkau berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan, kesehatan, serta kegiatan ekonomi.
Rilis resmi Pemkab Garut juga menyebut jalan tersebut berperan dalam mendukung distribusi hasil pertanian, khususnya kopi.
Jalan dan rantai distribusi kopi
Peresmian jalan itu juga membawa cerita yang berkaitan langsung dengan aktivitas usaha Putri Karlina.
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan baru mengetahui bahwa Desa Panawa di kawasan tersebut merupakan salah satu daerah pemasok biji kopi bagi perusahaan yang dikelolanya.
Karena itu, ia mengaitkan perbaikan akses jalan dengan peluang bagi petani kopi untuk meningkatkan aktivitas ekonominya.
“Jadi mungkin ini bisa disebutkan rasa terima kasih saya kepada para petani kopi di Desa Panawa dan juga semoga tadi memperlancar akses ekonomi,” kata Putri.
Ia berharap akses menuju wilayah Garut Kota menjadi lebih mudah bagi hasil pertanian yang berasal dari Panawa maupun desa-desa di sekitarnya.
Pesan tersebut terutama diarahkan kepada petani dan pelaku usaha kopi agar peningkatan akses dapat dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas.
Jalur tersebut dipandang memiliki peran dalam mobilitas masyarakat dan distribusi komoditas kopi.
Perbaikan jalan dilakukan bertahap
Putri mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan infrastruktur secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran.
Dukungan pembangunan, menurutnya, dapat berasal dari pemerintah maupun melalui kerja sama dengan pihak swasta.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai dinamika dan keterlambatan yang terjadi selama proses pengerjaan di lapangan.
Setelah jalan selesai dimanfaatkan, Putri mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bagi kawasan pertanian seperti Pamulihan, keberadaan akses jalan tidak hanya berkaitan dengan perjalanan warga sehari-hari.
Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari jalur yang menghubungkan sentra produksi dengan wilayah tujuan distribusi.
Karena itu, jalan Ciangkrong kini memiliki fungsi yang lebih luas: memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi petani di kawasan tersebut.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar