WARTAGARUT.COM – Muhammad Ghailan Septiadi, santri Grade 4 Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut, berhasil meraih Juara 1 pada Tanding Kelas B Remaja Pemula Putra dalam ajang Garut Open Silat Series (G.O.S.S) 2026.
Kejuaraan tersebut berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 dan menjadi salah satu panggung bagi para atlet muda untuk menguji kemampuan setelah menjalani proses latihan.
Bagi Ghailan, keberhasilan tersebut tidak datang secara tiba-tiba.
Minat terhadap pencak silat telah tumbuh sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.
Dari proses tersebut, Ghailan mulai mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus meraih prestasi di cabang olahraga yang ditekuninya.
Orang tua Ghailan, Marga Setiadi, S.Sos, mengatakan pencak silat telah menjadi salah satu bidang yang diminati putranya sejak awal masa SMP.
“Alhamdulillah, dari kelas 1 SMP hingga kelas 2 SMP, anak sudah mulai meraih juara dalam pencak silat,” ujar Marga.
Menurut Marga, pencapaian yang diraih Ghailan tidak terlepas dari kemauan anak untuk terus mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang disukainya.
Ia menilai minat tersebut perlu mendapatkan dukungan selama diarahkan pada kegiatan yang positif dan memberikan ruang bagi anak untuk berkembang.
“Alhamdulillah, anak memang punya kemauan di bidang pencak silat. Saya mendukung bakat anak sesuai dengan keinginannya, selama hal itu positif,” katanya.
Dukungan Keluarga Jadi Bagian dari Proses
Bagi keluarga, prestasi Ghailan tidak hanya dilihat dari gelar juara yang diperoleh dalam sebuah kompetisi.
Proses ketika seorang anak memilih bidang yang diminati, kemudian menjalaninya secara konsisten, menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Dukungan orang tua juga memberikan ruang bagi Ghailan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Pilihan terhadap pencak silat tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi berkembang menjadi bidang yang ditekuni hingga mengikuti kompetisi.
Kejuaraan G.O.S.S 2026 kemudian menjadi salah satu kesempatan bagi Ghailan untuk mengukur hasil latihan dan keberaniannya di arena pertandingan.
Keberhasilan meraih posisi pertama pada Tanding Kelas B Remaja Pemula Putra sekaligus memperlihatkan hasil dari proses yang telah dijalani Ghailan sejak masa SMP.
Bagi atlet muda, pengalaman mengikuti pertandingan juga menjadi bagian dari proses belajar.
Setiap kompetisi memberikan kesempatan untuk mengenali kemampuan, menghadapi tekanan pertandingan, serta mengevaluasi hal-hal yang masih perlu dikembangkan.
Prestasi Santri di Luar Ruang Akademik
Sebagai santri Al Mashduqi IIBS Garut, Ghailan menjalani aktivitas pendidikan sekaligus mengembangkan minat di bidang olahraga.
Pencak silat menjadi salah satu ruang bagi dirinya untuk mengasah kemampuan di luar kegiatan akademik.
Latihan dan kompetisi memberikan pengalaman berbeda yang dapat melatih kedisiplinan serta konsistensi dalam mengejar target.
Prestasi di G.O.S.S 2026 juga menjadi bagian dari perjalanan Ghailan dalam menekuni pencak silat.
Bagi keluarga, capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan dukungan terhadap potensi yang dimiliki anak.
Marga mengatakan prinsip utama yang dipegang keluarga adalah memberikan dukungan terhadap pilihan dan bakat anak selama berada dalam kegiatan yang positif.
Pendekatan tersebut membuat proses pengembangan bakat berjalan berdasarkan kemauan anak, bukan semata-mata karena dorongan untuk mengejar prestasi.
Dengan dukungan tersebut, Ghailan diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuannya di bidang pencak silat sekaligus menjalankan pendidikan sebagai santri.
Prestasi Juara 1 di G.O.S.S 2026 akhirnya menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Ghailan.
Lebih dari sekadar medali, capaian itu menjadi hasil dari minat yang terus dikembangkan dan dukungan keluarga terhadap pilihan positif anak.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar