WARTAGARUT.COM – IHSG hari ini, Senin, 14 September 2026, ditutup melemah 0,10 persen atau 6,68 poin ke level 6.534,69 setelah sempat anjlok sekitar 2,6 persen ke level 6.371,39 pada perdagangan sesi II.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlangsung sangat volatil di tengah perhatian pasar terhadap perombakan Kabinet Merah Putih, termasuk pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
IHSG Sempat Anjlok ke Level 6.371

Sepanjang perdagangan Senin, IHSG bergerak dalam rentang yang lebar. Indeks dibuka di sekitar level 6.533,87 dan sempat mencapai level tertinggi 6.550.
Tekanan kemudian menguat pada sesi II hingga IHSG menyentuh level terendah sekitar 6.371,39. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan lebih dari 2 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Namun, tekanan tersebut tidak bertahan hingga akhir perdagangan. IHSG berbalik arah dan memangkas sebagian besar pelemahannya menjelang penutupan.
IHSG Berbalik Setelah Suahasil Nazara Dilantik
Perubahan arah IHSG terjadi bertepatan dengan pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil di Istana Negara, Jakarta, pada Senin. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.
Pasar kemudian merespons perubahan tersebut dengan pergerakan yang lebih positif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Reuters melaporkan bahwa pergantian Menkeu mendapat respons positif dari sejumlah analis dan investor yang menilai Suahasil dapat memberikan stabilitas serta kredibilitas kebijakan fiskal.
Meski demikian, hubungan antara pelantikan Menkeu baru dan pembalikan IHSG perlu dibaca sebagai respons pasar, bukan sebagai kepastian bahwa satu peristiwa tunggal menjadi penyebab seluruh pergerakan indeks.
Nilai Transaksi IHSG Hari Ini
Data perdagangan yang dihimpun sejumlah sumber menunjukkan aktivitas transaksi saham berlangsung tinggi dengan nilai transaksi sekitar Rp18 triliun.
Sementara itu, data RTI Business yang dikutip Tirto mencatat nilai transaksi sekitar Rp17,9 triliun dengan 34,9 miliar saham berpindah tangan melalui lebih dari 2,1 juta transaksi.
Perbedaan angka antarsumber dapat terjadi karena waktu pengambilan atau sumber data perdagangan yang digunakan. Karena itu, angka tersebut sebaiknya diperlakukan sesuai sumber masing-masing.
Asing Mulai Memburu Saham Big Banks
Di tengah volatilitas IHSG, aksi beli investor asing pada sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu perhatian pasar.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam ulasan pasar Ajaib Sekuritas yang menjadi bahan berita ini, investor asing mencatatkan inflow sekitar Rp327 miliar pada sesi II. Aksi beli tersebut antara lain terlihat pada BBCA, BBNI, BMRI dan BBRI.
Data yang sama mencatat net buy asing masing-masing sekitar Rp123 miliar pada BBCA, Rp56 miliar pada BBNI, Rp48,6 miliar pada BMRI dan Rp42,1 miliar pada BBRI.
LQ45 dan IDX30 Justru Menguat
Berbeda dengan IHSG yang berakhir di zona merah, sejumlah indeks saham unggulan justru mencatat penguatan.
Indeks LQ45 ditutup naik sekitar 1,43 persen, sedangkan IDX30 menguat sekitar 1,40 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG pada akhir perdagangan tidak menggambarkan pergerakan seluruh saham berkapitalisasi besar secara seragam.
Dengan demikian, perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada bagaimana investor merespons kebijakan Menteri Keuangan baru serta arah kebijakan fiskal pemerintah pada perdagangan berikutnya.
Untuk IHSG, penutupan di level 6.534,69 menjadi hasil akhir dari perdagangan yang sangat volatil: indeks sempat tertekan tajam ke area 6.371 sebelum berhasil memangkas sebagian besar pelemahannya menjelang penutupan.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar