Panen Kentang dan Telur di Bandung, GP Ansor Jabar Siapkan Program hingga Garut

Rabu, 9 September 2026 - 18:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Panen kentang dalam kegiatan program ketahanan pangan GP Ansor Jawa Barat di Kertasari, Selasa, 8 September 2026 ( foto: gugah.co)

Panen kentang dalam kegiatan program ketahanan pangan GP Ansor Jawa Barat di Kertasari, Selasa, 8 September 2026 ( foto: gugah.co)

WARTAGARUT.COM – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat menyiapkan perluasan program ketahanan pangan ke sejumlah daerah, termasuk Garut, setelah menggelar panen telur ayam dan kentang di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Selasa (8/9/2026).

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Barat, H. Subhan Fahmi, mengatakan Kertasari menjadi salah satu titik awal pelaksanaan program yang diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang pemberdayaan bagi kader dan masyarakat.

Menurut H. Subhan Fahmi, program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor.

Pelaksanaannya tidak hanya akan berfokus di Kabupaten Bandung.

“Program ini sesuai dengan arahan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor. Panen di Kertasari, Kabupaten Bandung, ini menjadi titik awal. Bukan hanya di Bandung, tetapi juga akan terus dilaksanakan di Tasikmalaya, Indramayu, Majalengka dan Garut,” ujar H. Subhan Fahmi.

Program Dilakukan dengan Berbagai Pola

H. Subhan Fahmi menjelaskan, pengembangan ketahanan pangan GP Ansor Jawa Barat dilakukan melalui sejumlah pola.

Program dapat dijalankan secara mandiri oleh kader, melalui kelompok, maupun dengan berkolaborasi bersama program pemerintah daerah setempat.

Untuk pengembangan pertanian kentang, GP Ansor Jawa Barat juga bekerja sama dengan petani yang telah memiliki pengalaman dan keahlian dalam komoditas tersebut.

“Kita bekerja sama dengan petani kentang yang memang sudah terbiasa dan berpengalaman sebagai petani kentang. Tentunya, kerja sama ini bukan hanya berbicara mengenai teknis menanam dan memanen saja, tetapi juga bagaimana manajemennya,” katanya.

Baca Juga :  Hari Santri 2026, Ini Pesan Kepala SMK Muhammadiyah Garut untuk Generasi Muda

H. Subhan Fahmi menilai aspek manajemen menjadi bagian penting agar program ketahanan pangan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurut dia, kegiatan tidak cukup hanya berorientasi pada produksi. Pengelolaan yang baik diperlukan agar hasil pertanian dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kader dan masyarakat.

Diharapkan Berkembang Menjadi Gerakan Nasional

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H. Addin Jauharudin, berharap kegiatan panen kentang di Kertasari dapat berkembang menjadi agenda sekaligus gerakan nasional.

Addin melihat GP Ansor dan Nahdlatul Ulama memiliki sumber daya kader yang tersebar hingga tingkat desa.

Potensi tersebut, menurutnya, perlu diarahkan melalui kegiatan produktif yang dapat membuka lapangan pekerjaan.

“Saya berharap panen kentang di Bandung ini bisa menjadi agenda nasional. Karena saya melihat sebenarnya di Ansor dan NU, bahan bakunya semuanya sudah ada. Orang yang tinggal di desa banyak, Ansor banyak, Banser banyak. Tetapi pertanyaannya, apa yang akan dikerjakan? Harus ada yang dikerjakan,” ujar Addin.

Ia mengatakan pendampingan dan arahan yang tepat dapat membantu kader mengembangkan kegiatan ekonomi yang sekaligus menjadi sarana pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan.

Dorong Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir

Selain memperluas kegiatan produksi, Addin menekankan pentingnya membangun sistem ekonomi yang menghubungkan seluruh mata rantai usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Baca Juga :  Qisti dan Marsela Harumkan MAN 1 Garut Lewat Lomba Syarhil Qur’an

Menurutnya, integrasi tersebut penting agar kegiatan pertanian tidak berhenti pada proses menanam dan memanen, tetapi memiliki keterhubungan dengan penyediaan lahan, pupuk, pengangkutan, pergudangan, pengolahan hingga pemasaran.

“Ada satu hal penting dalam membangun ekonomi, yaitu bagaimana kita menyatukan atau mengintegrasikan rantai pasok ekonomi. Kalau kita menanam sesuatu, maka hulu sampai hilirnya harus kita tangani bersama-sama,” katanya.

Addin mencontohkan bahwa dalam satu kegiatan pertanian perlu jelas pihak yang menyediakan lahan, menanam kentang, mengangkut hasil, menyediakan gudang, mengolah produk, hingga memasarkannya kepada konsumen.

Ia menilai kegiatan ekonomi yang berjalan sendiri-sendiri dapat membuat posisi petani menjadi lebih lemah, termasuk dalam memenuhi kebutuhan produksi maupun menentukan pasar.

“Kita kadang-kadang kurang sejahtera karena berjalan sendiri-sendiri. Kita tidak tahu siapa yang menyuplai bahan baku, siapa yang menyuplai pupuk, termasuk kita tidak bisa mengendalikan siapa yang membeli hasilnya. Akibatnya, kita menjual secara kecil-kecilan dan terkadang harganya dinaikkan oleh tengkulak,” ungkapnya.

Karena itu, Addin berharap momentum panen kentang dan telur ayam di Kertasari dapat menjadi awal penguatan ekosistem ekonomi kader yang terintegrasi.

“Maka dalam kesempatan ini, saya berharap momentum panen ini harus terintegrasi dari hulu ke hilir,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Warta Garut

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Baznas Garut Masih Menunggu Seleksi Pimpinan, Masa Jabatan Ketua Berakhir November
Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK
Peringati HUT ke-25, Partai Demokrat Garut Gelar Donor Darah Serentak, Dukung Ketersediaan Darah PMI
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Dirut PDAM Tirta Intan Garut Ungkap Pesan Sekda Jelang Purna Tugas
Sampah Menumpuk di Garut, Yudha Puja Turnawan Desak Anggaran 2027 Naik
Galaksi Security Academy Buka Diklat Satpam Kualifikasi Gada Pratama Angkatan I di Kabupaten Garut
82 Ahli Waris di Garut Terima Santunan JKM Rp2,659 Miliar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Baznas Garut Masih Menunggu Seleksi Pimpinan, Masa Jabatan Ketua Berakhir November

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Peringati HUT ke-25, Partai Demokrat Garut Gelar Donor Darah Serentak, Dukung Ketersediaan Darah PMI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Dirut PDAM Tirta Intan Garut Ungkap Pesan Sekda Jelang Purna Tugas

Berita Terbaru

Kegiatan Readhaton Masagi menjadi bagian dari GELIS MASAGI untuk menumbuhkan budaya membaca di MTsN 1 Garut, Jumat (23/10/2026).

PENDIDIKAN

Readhaton Masagi MTsN 1 Garut Hidupkan Budaya Literasi Siswa

Sabtu, 24 Okt 2026 - 08:59 WIB