WARTAGARUT.COM – Sebanyak sembilan nama telah masuk dalam proses awal seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut.
Seluruh kandidat berasal dari lingkungan internal Pemerintah Kabupaten Garut dan diproses melalui mekanisme manajemen talenta.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, kandidat tersebut merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang masuk dalam pemetaan kinerja dan potensi menggunakan skema 9 box.
Menurut Syakur, pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan ASN yang dinilai memiliki kinerja dan potensi tinggi untuk mengikuti proses pengisian jabatan Sekda.
“Sekda itu kan kita gunakan manajemen talenta, di mana kita menggunakan yang namanya kinerja 9 box. Kita hanya akan mengajukan orang-orang yang ada di box 8 dan 9,” kata Syakur.
Ia menjelaskan, pemetaan tersebut mempertimbangkan kinerja dan potensi ASN.
Kandidat yang berada pada kategori tersebut dinilai memiliki kinerja di atas ekspektasi dan potensi di atas rata-rata, meskipun terdapat perbedaan karakteristik pada masing-masing kategori.
Nama 9 Kandidat Belum Diumumkan
Meski sudah terdapat sembilan nama dalam proses awal, Syakur belum mengungkap identitas para kandidat.
Menurutnya, seluruh nama tersebut masih menjalani proses dan informasi lebih lanjut mengenai kandidat akan disampaikan melalui panitia seleksi (pansel).
“Sudah ada 9 orang, tapi maaf belum bisa saya sampaikan. Itu kan mereka masih proses, nanti saja lah,” ujarnya.
Syakur mengatakan, Pemkab Garut juga telah menyiapkan panitia seleksi untuk menjalankan tahapan pengisian jabatan Sekda secara objektif dan komprehensif.
Pansel nantinya akan menggali profil para kandidat melalui sejumlah tahapan seleksi, termasuk tes kompetensi.
Ia meminta informasi mengenai nama-nama yang akan mengikuti tahapan tersebut ditanyakan kepada pansel setelah prosesnya berjalan.
“Nanti tanya saja sama panselnya siapa aja. Pasti kan nanti ada informasi tentang yang akan diundang untuk mengikuti mulai dari tes kompetensi akademik, tes kompetensi dan lain-lain,” katanya.
Kandidat Sekda Berasal dari Internal Pemkab Garut
Syakur memastikan proses pengisian jabatan Sekda kali ini tidak diarahkan untuk mengambil kandidat dari luar Pemerintah Kabupaten Garut.
Menurutnya, penggunaan mekanisme manajemen talenta memang ditujukan untuk mengembangkan karier ASN di lingkungan internal pemerintahan.
“Enggak ada dari luar, makanya manajemen talenta kan internal. Nah itu lebih cepat dan saya menghargai ini adalah proses karier tertinggi dari seorang PNS,” tegasnya.
Dengan demikian, sembilan nama yang saat ini masuk dalam proses awal seleksi merupakan kandidat dari lingkungan internal Pemkab Garut.
Seleksi Sekda Tidak Berhenti pada Keputusan Bupati
Syakur menjelaskan, proses pengisian jabatan Sekda tidak berakhir pada keputusan kepala daerah.
Masih terdapat tahapan berjenjang, termasuk proses administrasi dan pertimbangan teknis dari pemerintah pusat.
Menurutnya, mekanisme tersebut juga berlaku dalam pengisian sejumlah jabatan pimpinan di lingkungan pemerintahan daerah.
Kepala daerah tidak dapat langsung menetapkan seseorang sebagai Sekda tanpa melalui tahapan seleksi, administrasi, serta pertimbangan teknis sesuai mekanisme yang berlaku.
Sinergi dengan Bupati dan Wakil Bupati Jadi Pertimbangan
Selain kinerja dan potensi, Syakur menyebut kemampuan membangun sinergi dengan kepala daerah juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari figur Sekda.
Menurutnya, posisi Sekda memiliki peran strategis karena pejabat tersebut akan menjadi mitra kerja langsung Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan pemerintahan daerah.
“Tapi sejujurnya juga satu hal lagi bahwa calon Sekda itu kan adalah partner saya dan Bu Wakil Bupati. Jadi kami ada penilaian-penilaian yang mengedepankan sinergisitas di antara kita semua,” tegasnya.
Proses seleksi selanjutnya akan menentukan kandidat yang memenuhi persyaratan dan kompetensi untuk melanjutkan tahapan pengisian jabatan Sekda Kabupaten Garut.
Untuk saat ini, Pemkab Garut baru mengungkap jumlah kandidat yang masuk proses awal, sementara nama-nama mereka belum disampaikan kepada publik.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar