WARTAGARUT.COM – Aktivitas pariwisata di Kabupaten Garut menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Berdasarkan data BPS 2025 yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni mencapai 13,62 persen.
Peningkatan aktivitas wisatawan tersebut turut berdampak terhadap penerimaan daerah.
Pajak perhotelan di Kabupaten Garut tercatat tumbuh 47,17 persen, sedangkan pajak makanan dan minuman meningkat 35,53 persen.
Data tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Garut dalam upaya mengoptimalkan PAD melalui pengembangan sektor pariwisata.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari kinerja sektor pariwisata dan pertanian.
Menurutnya, pertumbuhan yang sudah berjalan perlu dijaga agar tidak kembali mengalami penurunan.
“Di otak kami, kalau sektor (perekonomian bagus) maka harus dijaga pertumbuhannya jangan sampai (turun lagi), susah lagi kalau bertambah. Dan itu juga saya yakin karena kerja keras kita semua dan bapak ibu, yang sudah mampu membujuk orang luar datang ke Garut,” ujar Syakur Amin dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (3/9/2026).
Isi Artikel
Pariwisata Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Garut
Syakur Amin menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event dapat menjadi salah satu strategi untuk menjaga sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut.
Menurut dia, event tidak harus terbatas pada sektor pariwisata. Kegiatan olahraga, budaya hingga keagamaan juga dinilai dapat menggerakkan aktivitas ekonomi dan menarik masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Garut.
“Menurut saya, bahwa salah satu cara yang sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi adalah melakukan event-event yang banyak. Apa saja eventnya? Bisa pariwisata, bisa olahraga, bisa budaya, bahkan keagamaan,” katanya.
Strategi tersebut dinilai penting karena kedatangan wisatawan tidak hanya berdampak pada objek wisata, tetapi juga terhadap sektor pendukung seperti hotel, restoran, usaha makanan dan minuman, transportasi serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Pergerakan Wisatawan Garut Meningkat 26,15 Persen
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengungkapkan pergerakan wisatawan di Kabupaten Garut mengalami peningkatan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi tersebut, pergerakan wisatawan meningkat 26,15 persen.
Mayoritas wisatawan disebut berasal dari Bandung dan wilayah sekitarnya.
Namun, distribusi kunjungan wisatawan masih belum merata.
Sekitar 70 persen kunjungan wisatawan terkonsentrasi di wilayah tengah dan perkotaan, sementara wilayah selatan tercatat 12 persen dan wilayah utara 6,7 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Disparbud Garut untuk memperkuat daya dukung kawasan yang menjadi pusat kunjungan sekaligus mendorong pengembangan destinasi di wilayah lainnya.
“Sehingga kami melihat potensi seperti itu kita akan fokus untuk menunjang terhadap pertumbuhan untuk daya dukung di daerah tengah dan perkotaan,” ujar Beni.
Penataan Kawasan Wisata Cipanas Disiapkan
Sebagai salah satu langkah konkret, Disparbud Kabupaten Garut berencana membangun fondasi penataan pintu gerbang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas pada tahun ini.
Penataan tersebut dirancang dengan konsep kawasan terpadu atau one-role service.
Konsep itu diharapkan dapat memperkuat kawasan Cipanas sebagai salah satu daya tarik wisata sekaligus mendorong wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi lainnya di Kabupaten Garut.
Pengembangan kawasan wisata menjadi penting karena peningkatan jumlah wisatawan perlu diikuti dengan penguatan infrastruktur, pelayanan, serta fasilitas pendukung agar dampak ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
Pajak Hotel Garut Tumbuh 47,17 Persen
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin, mengatakan sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tinggi.
Berdasarkan data BPS 2025 yang dipaparkannya, pertumbuhan sektoral tertinggi tercatat pada sektor akomodasi serta makanan dan minuman sebesar 13,62 persen.
Peningkatan aktivitas tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan penerimaan daerah dari sektor terkait.
Pajak perhotelan tumbuh 47,17 persen, sedangkan pajak makanan dan minuman meningkat 35,53 persen.
Selain itu, Tingkat Hunian Kamar (Occupancy Rate) juga mengalami peningkatan sebesar 6,95 persen.
“Kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan juga luar biasa. Ini data BPS 2025, ini menunjuk pertumbuhan sektoral yang paling tinggi itu ada di akomodasi makan minum sebanyak 13,62 persen,” ujar Ridzky.
Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa sektor akomodasi serta makanan dan minuman memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi Kabupaten Garut.
NIB dan NPWPD Masih Menjadi Tantangan
Di tengah pertumbuhan sektor pariwisata dan usaha pendukungnya, Bapenda Garut juga menyoroti persoalan kepatuhan administrasi perpajakan.
Masih terdapat kesenjangan antara jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak Daerah melalui Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).
Kondisi tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dibenahi dalam upaya memperluas basis pajak daerah.
Optimalisasi PAD tidak hanya bergantung pada meningkatnya aktivitas ekonomi, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah memastikan pelaku usaha yang memenuhi ketentuan dapat terdata dan menjalankan kewajiban perpajakannya.
Rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Garut tersebut akhirnya menjadi forum untuk menyatukan strategi pengembangan pariwisata, peningkatan aktivitas ekonomi dan optimalisasi penerimaan daerah.
Dengan pertumbuhan wisatawan, sektor akomodasi dan makanan-minuman yang terus menunjukkan tren positif, Pemerintah Kabupaten Garut melihat pariwisata sebagai salah satu sektor strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat PAD.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar