WARTAGARUT.COM – Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, M.A., mengajak seluruh keluarga besar Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) memperkuat karakter, disiplin, budaya mutu, dan kebersamaan.
Pesan tersebut disampaikan Hadiat dalam Apel Gabungan Yayasan dan IKKHG sekaligus apel perdana mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Lapang Parkir Kampus 2 IKKHG, Senin (31/8/2026).
Apel tersebut diikuti unsur yayasan, pimpinan institut, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa lama, serta mahasiswa baru IKKHG.
Hadiat menegaskan, pendidikan di IKKHG tidak semestinya hanya dipandang sebagai sarana untuk memperoleh ijazah dan gelar.
Menurutnya, mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang memiliki karakter dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalian datang ke IKKHG untuk mempersiapkan diri menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat,” ujar Dr. H. Hadiat.
Khusus kepada mahasiswa baru, ia mengingatkan bahwa bidang kesehatan memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang besar.
Setelah lulus, mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang membutuhkan bukan hanya kompetensi, tetapi juga ketulusan dan kepedulian.
“Masyarakat membutuhkan tenaga kesehatan yang jujur, disiplin, terampil, beretika, sabar, dan memiliki hati,” katanya.
Karena itu, mahasiswa diminta menyadari bahwa proses pendidikan yang mereka jalani merupakan bagian dari persiapan untuk memegang amanah kemanusiaan.
Mahasiswa Lama Diminta Jadi Teladan
Kepada mahasiswa lama, Dr. H. Hadiat berpesan agar keberadaan mereka dapat menjadi teladan bagi mahasiswa baru.
Ia mengingatkan agar senioritas tidak digunakan sebagai alasan untuk menciptakan rasa takut, melainkan menjadi kesempatan untuk memberikan contoh positif.
Sementara kepada dosen dan tenaga kependidikan, Dr. H. Hadiat menekankan bahwa tugas mereka tidak hanya sebatas menjalankan pekerjaan administratif maupun akademik, tetapi juga turut membentuk masa depan mahasiswa.
“Tidak ada pekerjaan yang kecil apabila dilakukan dengan amanah,” tegasnya.
Menurut Dr. H. Hadiat, setiap pelayanan, perhatian, dan kebaikan yang diberikan kepada mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka hingga kelak menjadi tenaga kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
GBR Harus Menjadi Karakter IKKHG
Dalam kesempatan tersebut, Dr. H. Hadiat juga menyoroti pentingnya Gerakan Bersih dan Rapi (GBR) sebagai bagian dari pembentukan karakter institusi.
Ia berharap GBR tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan seluruh civitas academica IKKHG.
“Kita ingin GBR menjadi lebih dari sekadar program. GBR harus menjadi salah satu karakter,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar IKKHG tidak menunggu perintah untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.
“Kalau melihat sampah, ambil. Kalau melihat sesuatu tidak rapi, rapikan. Kalau melihat sesuatu kurang baik, perbaiki,” katanya.
Menurutnya, perubahan besar harus dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Mutu Harus Menjadi Budaya
Selain karakter dan kebersamaan, Hadiat menekankan bahwa peningkatan mutu harus menjadi bagian dari budaya institusi.
Ia mengingatkan bahwa mutu tidak semata-mata berkaitan dengan akreditasi, tetapi harus tercermin dalam seluruh aktivitas, mulai dari proses belajar mengajar, pelayanan, pekerjaan administratif hingga tanggung jawab setiap individu.
“Apa yang kita kerjakan harus benar. Apa yang kita katakan harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Untuk memperkuat institusi, ia juga mengajak seluruh unsur yayasan dan IKKHG menjaga persatuan melalui semangat “Satu Visi, Satu Komitmen, Satu Langkah.”
Dr. H. Hadiat menilai kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan sebuah institusi pendidikan.
“Pimpinan yang amanah, dosen yang berdedikasi, pegawai yang profesional, mahasiswa yang berkarakter. Jika manusia-manusianya kuat, insyaallah institusinya juga akan kuat,” tuturnya.
Doakan Warga IKKHG yang Telah Berpulang
Dalam apel tersebut, Ketua Pembina YDHIG juga mengajak seluruh peserta mengheningkan hati untuk mendoakan almarhumah Ibu Hj. Euis Karwati, ibunda H. Rudi Gunawan dari Komite Etik Bidang Hukum Yayasan.
Doa juga ditujukan kepada dua mahasiswa Program Studi Profesi Ners, almarhum Reza Muhamad Zaki dan almarhumah Mutiara Dwi Puamarwati, yang telah berpulang.
Dr. H. Hadiat memimpin pembacaan Al-Fatihah dan mengajak keluarga besar IKKHG menjadikan kepergian mereka sebagai pengingat untuk lebih menghargai kehidupan serta mengisinya dengan kebaikan.
Menutup sambutannya, Hadiat mengajak seluruh keluarga besar IKKHG menjaga lingkungan, memperbaiki mutu, memperkuat persaudaraan, dan terus melakukan perbaikan.
“Mari kita jaga IKKHG bersama-sama. Kita satukan hati, kita kuatkan komitmen, dan kita langkahkan kaki bersama untuk mewujudkan IKKHG yang unggul, religius, berstandar internasional, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Apel gabungan tersebut menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar IKKHG untuk menyambut Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembentukan karakter, peningkatan mutu pendidikan, kedisiplinan, dan kemanfaatan institusi bagi masyarakat.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar