WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut memperkuat ideologi Kemuhammadiyahan bagi guru dan staf tata usaha melalui Pengajian Pembinaan Jilid 4 yang digelar di Ruang Multimedia sekolah, Sabtu (29/8/2026).
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I., mengatakan pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman ideologi Muhammadiyah bagi guru dan staf tata usaha yang mengabdikan diri di lingkungan amal usaha Muhammadiyah.
Menurut Yan Yan, pemahaman tersebut penting karena mereka yang mengabdikan diri di amal usaha Muhammadiyah perlu mengetahui dan menaati kaidah persyarikatan.
“Sebagaimana orang yang mengabdikan diri di amal usaha Muhammadiyah wajib mengetahui dan menaati qaidah persyarikatan,” kata Yan Yan.
Nilai Kemuhammadiyahan Didorong dalam Kehidupan Sehari-hari
Pembinaan tidak hanya diarahkan pada pemahaman secara konseptual. Yan Yan mengatakan nilai-nilai ideologi Kemuhammadiyahan diharapkan dapat direalisasikan dalam aktivitas sehari-hari, baik ketika berada di sekolah maupun di rumah.
Ia menyebut penerapan tersebut antara lain dilakukan melalui pembiasaan ibadah sesuai kaidah dan tuntunan Muhammadiyah dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, penguatan pembinaan juga berkaitan dengan kebutuhan untuk menjawab adanya keraguan mengenai kesesuaian kehidupan sehari-hari sebagian guru dengan ideologi dan fikih Muhammadiyah.
“Menjawab keragu-raguan tentang adanya guru-guru SMK Muhammadiyah Garut yang berkehidupan sehari-harinya terutama ibadah belum sesuai dengan ideologi dan fiqih Muhammadiyah,” ujarnya.
Yan Yan mengatakan pembinaan sebelumnya juga telah menekankan pentingnya bermuhammadiyah di lingkungan sekolah, terutama dalam penerapannya pada kehidupan sehari-hari.
Guru dan Staf Diharapkan Menguatkan Ideologi Siswa
Bagi SMK Muhammadiyah Garut, penguatan ideologi Kemuhammadiyahan pada guru dan staf tata usaha juga berkaitan dengan proses pendidikan siswa.
Yan Yan menilai dampaknya terhadap pelayanan pendidikan sangat besar karena guru dan staf dapat memberikan penguatan ideologi kepada siswa.
Dengan demikian, pemahaman yang diperoleh melalui pembinaan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi diharapkan diterapkan dalam pelaksanaan tugas di sekolah dan kehidupan bermasyarakat.
“Apa yang didapat dari kegiatan baik ilmu maupun materi, diterapkan di sekolah maupun di masyarakat,” kata Yan Yan.
Ia menambahkan, target dari pembinaan tersebut adalah terbentuknya kader-kader guru dan staf tata usaha yang loyal serta berbakti kepada persyarikatan dengan penuh kepedulian.
Drs. Uum Syarif Usman Isi Ceramah Pembinaan
Pengajian Pembinaan Jilid 4 tersebut menghadirkan Drs. H. Uum Syarif Usman, Mudir Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Singaparna, Tasikmalaya, sebagai pengisi ceramah.
Kegiatan diikuti keluarga besar SMK Muhammadiyah Garut, di antaranya guru dan staf tata usaha.
Yan Yan menilai pembinaan keislaman bagi pendidik memiliki posisi penting karena menjadi salah satu modal dasar dalam proses pembelajaran kepada siswa.
Melalui pembinaan tersebut, sekolah menargetkan penerapan nilai-nilai Kemuhammadiyahan tidak hanya berlangsung dalam kegiatan formal, tetapi menjadi bagian dari pembiasaan dalam pekerjaan, kehidupan sehari-hari, serta aktivitas di masyarakat.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar