WARTAGARUT.COM – Pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat karakter sekaligus kompetensi manajerial kepala sekolah di lingkungan pendidikan Muhammadiyah, termasuk di SMK Muhammadiyah Garut.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I., mengatakan pembinaan AIK diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai Al Islam dan ideologi Muhammadiyah agar dapat diterapkan dalam pengelolaan satuan pendidikan.
“Pembinaan AIK ini bertujuan menguatkan nilai-nilai Al Islam dan ideologi Muhammadiyah bagi kepala sekolah untuk diterapkan di satuan pendidikan Muhammadiyah,” ujar Yan Yan, saat menghadiri pembinaan AIK Majelis Dik dasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Kamis, (20/8/2026).
Menurutnya, pembinaan tersebut tidak berhenti pada pemahaman nilai keislaman dan ideologi organisasi.
Kepala sekolah juga didorong meningkatkan kompetensi manajerial dengan tetap berlandaskan nilai-nilai AIK.
“Kepala sekolah diharapkan tidak hanya memahami nilai Islam dan Muhammadiyah, tetapi juga meningkatkan kompetensi manajerial yang berbasis AIK,” katanya.
AIK Diterapkan dalam Aktivitas Sekolah
Yan Yan menjelaskan, penerapan AIK di sekolah dilakukan melalui pembelajaran yang bersifat praktis kepada siswa.
Nilai-nilai tersebut juga disosialisasikan kepada guru dan komponen sekolah lainnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar AIK tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi bagian dari kehidupan di lingkungan satuan pendidikan.
Target akhirnya adalah terciptanya kondisi AIK yang mengakar pada setiap unsur dan komponen sekolah.
“Targetnya adalah terciptanya kondisi AIK yang mengakar pada setiap unsur dan komponen satuan pendidikan,” ujar Yan Yan.
Ia menilai penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas pendidikan Muhammadiyah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sekolah.
Persaingan Antar-Satuan Pendidikan Jadi Tantangan
Di sisi lain, Yan Yan mengakui sekolah saat ini menghadapi tantangan berupa persaingan dengan satuan pendidikan lain yang memiliki potensi lebih baik.
Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas sekolah, baik dari sisi pengelolaan maupun kompetensi peserta didik, menjadi kebutuhan yang harus terus diperhatikan.
“Tantangan sekolah saat ini adalah persaingan dengan satuan pendidikan lain yang memiliki potensi lebih baik, sehingga peningkatan kualitas harus terus dilakukan,” katanya.
Dalam konteks pendidikan vokasi, peningkatan kualitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di ruang kelas.
Sekolah juga perlu memastikan siswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Targetkan Lulusan Siap Bersaing di Dunia Industri
Yan Yan mengatakan salah satu program yang menjadi perhatian SMK Muhammadiyah Garut adalah menyiapkan lulusan agar memiliki kompetensi tinggi dan siap memasuki dunia usaha maupun dunia industri.
“Kami ingin setiap lulusan memiliki kompetensi tinggi, siap bekerja, dan mampu bersaing di dunia usaha maupun dunia industri,” ujarnya.
Kesiapan tersebut didukung dengan perangkat pembelajaran, uji kompetensi siswa, serta kerja sama dengan sejumlah dunia usaha.
Menurut Yan Yan, rangkaian tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan siswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki bekal ketika memasuki dunia kerja.
“Dengan perangkat pembelajaran yang lengkap, uji kompetensi siswa, dan kerja sama dengan dunia usaha, insya Allah siswa kami siap bersaing di dunia kerja,” katanya.
AIK dan Pendidikan Vokasi
Bagi Yan Yan, nilai-nilai AIK juga memiliki keterkaitan dengan pendidikan vokasi.
Ia memandang AIK sebagai salah satu sumber nilai yang relevan untuk membekali siswa menghadapi kondisi yang penuh tantangan.
Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak hanya diarahkan untuk membangun keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap dan nilai yang menjadi bekal siswa ketika memasuki lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Penguatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lulusan SMK Muhammadiyah Garut agar mampu memberikan kontribusi bagi daerah.
Ingin Lulusan Berkontribusi untuk Garut
Yan Yan menegaskan bahwa keberadaan SMK Muhammadiyah Garut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga masyarakat Kabupaten Garut.
Sekolah ingin menghasilkan kader-kader yang memiliki kompetensi sekaligus kesiapan untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Kami ingin menyiapkan kader-kader yang siap berbakti demi kemajuan Garut dan tidak menambah jumlah pengangguran di Garut,” tegasnya.
Karena itu, penguatan AIK dan peningkatan kompetensi vokasi ditempatkan sebagai bagian dari upaya membentuk lulusan yang tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki nilai dan karakter yang sesuai dengan pendidikan Muhammadiyah.***
Penulis : Soni Warta Garut
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar