WARTAGARUT.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut mendorong SMA Muhammadiyah 1 Garut (SMAM 1 Garut) menghidupkan kembali identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (ISMUBA) sebagai ciri khas utama sekolah.
Dorongan tersebut disampaikan Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., saat memberikan pembinaan kepada guru dan komite SMAM 1 Garut di aula sekolah, Jalan Bratayudha No. 39, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.
Dr. Agus Rahmat Nugraha mengatakan SMAM 1 Garut merupakan bagian dari perguruan Muhammadiyah di Kabupaten Garut yang memiliki sejarah tersendiri.
Ia menyebut sekolah tersebut pernah berada dalam kondisi besar sebelum menghadapi perubahan seiring perjalanan waktu.
Meski demikian, ia meminta guru dan tenaga kependidikan tidak berkecil hati. Menurutnya, peluang untuk membangun kembali SMAM 1 Garut tetap terbuka.
“Saya harus memberikan motivasi, memberikan semangat, jangan berkecil hati bahwa harapan itu selalu ada,” kata Dr. Agus Rahmat Nugraha.
Tidak Menyalahkan Pihak Luar
Menurut Dr. Agus, upaya membangun kembali SMAM 1 Garut perlu dimulai dari lingkungan internal sekolah.
Ia meminta warga sekolah tidak menjadikan pihak luar sebagai penyebab utama berbagai persoalan yang dihadapi.
Sebaliknya, persoalan yang ada perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar sekolah dapat memperbaiki diri dan kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Jangan menyalahkan pihak luar, kesalahan ada di kita dan mari kita perbaiki,” ujarnya.
Dr. Agus Rahmat Nugraha berharap perbaikan tersebut dapat membawa SMAM 1 Garut kembali menjadi sekolah unggulan dan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk pendidikan anak-anaknya.
ISMUBA Bukan Sekadar Mata Pelajaran
Salah satu hal yang menurut Dr. Agus perlu diperkuat adalah pemahaman terhadap visi dan tujuan berdirinya perguruan Muhammadiyah.
Ia menegaskan sekolah Muhammadiyah tidak hanya dibangun sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga merupakan bagian dari gerakan Islam, gerakan dakwah, dan gerakan ilmu yang menyatu dalam gerakan pendidikan.
Karena itu, identitas Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tidak seharusnya berhenti pada materi pembelajaran di kelas.
“Bukan sebatas mata pelajaran, tetapi ruhnya ada di situ,” kata Dr. Agus.
Menurutnya, ruh ISMUBA dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan sekolah, mulai dari simbol, kegiatan, ajaran hingga cita-cita yang dibangun bersama.
Identitas tersebut dinilai penting karena menjadi pembeda antara perguruan Muhammadiyah dengan lembaga pendidikan lainnya.
“Kalau ini hilang, apa bedanya perguruan Muhammadiyah dengan perguruan yang lain?” ujarnya.
Bangkit dengan Kekuatan Bersama
Dr. Agus Rahmat Nugraha juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam upaya membangun kembali SMAM 1 Garut.
Guru, tenaga kependidikan, komite dan unsur terkait tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.
Menurutnya, kemajuan sekolah membutuhkan kebersamaan sehingga manfaatnya juga dirasakan bersama.
“Apapun bisa menjadi besar kalau kita bekerja bersama-sama,” kata Agus.
Ia menekankan bahwa kebangkitan sekolah tidak seharusnya hanya menghasilkan keuntungan bagi satu pihak.
Seluruh unsur yang terlibat perlu memiliki semangat untuk maju, berkembang dan membesarkan sekolah secara bersama-sama.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali pemahaman warga sekolah terhadap identitas perguruan Muhammadiyah sekaligus membangun semangat untuk membawa SMAM 1 Garut menghadapi tantangan pendidikan ke depan.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar