WARTAGARUT.COM – Mahasiswa baru Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA) Garut perlu mengenal Muhammadiyah sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.
Pengenalan itu dinilai penting agar mahasiswa memahami identitas lembaga, visi pendidikan, serta posisi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., saat memberikan materi Pengenalan Muhammadiyah kepada mahasiswa baru IMDA Garut Tahun Akademik 2026/2027 di Aula IMDA Garut, Jalan Bratayudha No. 39, Regol, Kecamatan Garut Kota, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Dr. Agus, mahasiswa yang masuk ke lembaga pendidikan Muhammadiyah perlu mengetahui terlebih dahulu lembaga yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.
“Mereka perlu mendapatkan informasi yang secepatnya karena mereka ada di usaha Muhammadiyah dan mereka harus mengenal lembaganya,” ujar Dr. Agus Rahmat Nugraha.
Ia mengatakan, pemahaman tersebut juga diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman mengenai posisi Muhammadiyah di tengah organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Dr. Agus Rahmat Nugraha menilai, ada kalangan yang masih memahami Muhammadiyah secara kurang tepat, termasuk anggapan seolah-olah Muhammadiyah berada pada posisi menggantikan Islam.
Padahal, menurut dia, Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang bergerak dalam dakwah dan berbagai bidang kehidupan.
“Yang paling penting saya sampaikan pada hari ini adalah mereka mengenal Muhammadiyah,” katanya.
Memahami Arah Lembaga
Bagi Dr. Agus, pengenalan Muhammadiyah bukan hanya persoalan mengenalkan sebuah organisasi kepada mahasiswa.
Lebih dari itu, mahasiswa perlu memahami visi lembaga tempat mereka belajar.
Ia menegaskan bahwa visi tersebut bukan milik pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan bagian dari tujuan persyarikatan Muhammadiyah.
Tujuan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan tinggi.
Karena itu, mahasiswa perlu memahami hubungan antara keberadaan IMDA dengan tujuan besar Muhammadiyah.
“Mereka harus terhubung kepada situasi mereka, tahu sedang di mana dan mau ke mana,” ujar Dr. Agus.
Ia memberikan gambaran bahwa mahasiswa jangan sampai masuk ke sebuah lembaga pendidikan tanpa mengetahui arah dan identitas lembaga tersebut.
“Jangan sampai masuk ke lembaga tapi tidak kenal ini mau ke mana, kendaraan siapa,” katanya.
Latar Belakang Mahasiswa Beragam
Dr. Agus Rahmat Nugraha juga melihat pentingnya pengenalan Muhammadiyah karena mahasiswa baru IMDA Garut datang dari latar belakang yang berbeda.
Tidak seluruh mahasiswa memiliki pengalaman langsung dengan lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.
Sebagian justru berasal dari keluarga atau lingkungan di luar Muhammadiyah.
Karena itu, pengenalan sejak awal diharapkan dapat memberikan gambaran dasar mengenai lembaga tanpa membuat mahasiswa merasa terbebani oleh identitas Muhammadiyah.
Menurut Dr. Agus, mahasiswa tetap harus memiliki ketenangan dalam menjalani proses belajar di IMDA.
Sementara pemahaman mengenai Muhammadiyah menjadi bagian tambahan yang dapat mereka dalami selama berada di lingkungan kampus.
Sejarah hingga Arah Masa Depan
Dalam materi pengenalan tersebut, Dr. Agus menjelaskan bahwa mahasiswa perlu mengenal Muhammadiyah melalui beberapa aspek.
Pertama adalah sejarah. Menurutnya, sejarah penting karena mahasiswa perlu mengetahui latar belakang berdirinya Muhammadiyah, alasan keberadaannya, serta kondisi yang melatarbelakangi gerakan tersebut.
“Sejarah itu bicara tentang latar belakang. Kenapa ini harus berdiri, urgensi apa, dan atas setting apa,” kata Dr. Agus Rahmat Nugraha.
Setelah memahami sejarah, mahasiswa juga perlu mengetahui apa yang sedang dikerjakan Muhammadiyah saat ini serta arah gerakannya pada masa mendatang.
Selain sejarah, Dr. Agus menekankan pentingnya memahami identitas Muhammadiyah.
Ia memperkenalkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, gerakan dakwah, gerakan ilmu, sekaligus gerakan tajdid.
Pengenalan tersebut, menurutnya, baru merupakan pintu awal bagi mahasiswa untuk memahami Muhammadiyah secara lebih luas.
“Sekarang itu materi ke-Muhammadiyahan kan bisa dicari di mana saja. Kita hanya membuka pintu-pintu kecil saja, pintu besarnya biar dibuka sendiri,” ujarnya.
Mahasiswa Didorong Terus Belajar
Dr. Agus Rahmat Nugraha berharap mahasiswa baru IMDA Garut tidak berhenti pada materi pengenalan yang diberikan dalam kegiatan orientasi.
Mereka diharapkan terus mempelajari Muhammadiyah secara lebih mendalam selama menjalani pendidikan.
Ia juga mengaitkan proses memahami Muhammadiyah dengan pemahaman terhadap Islam yang menjadi dasar gerakannya.
“Harapannya mereka mau terus belajar memahami Muhammadiyah, yang itu adalah memahami Islam, dan mereka bisa melakukan tata kehidupan sesuai dengan ajaran yang diajarkan di Muhammadiyah, yaitu ajaran Islam itu sendiri,” tutur Dr. Agus.
Bagi mahasiswa baru IMDA Garut, pengenalan tersebut menjadi langkah awal untuk memahami lingkungan akademik sekaligus mengenali identitas lembaga yang menaungi pendidikan mereka.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : Soni Tarsoni

















Komentar