Deep Learning Jadi Fokus, Muhammadiyah Garut Siap Implementasikan Kebijakan Kemendikdasmen

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PDM Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan dalam Studium Generale Deep Learning dan Transformasi Pendidikan yang menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu (6/6/2026).

Ketua PDM Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menyampaikan sambutan dalam Studium Generale Deep Learning dan Transformasi Pendidikan yang menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu (6/6/2026).

WARTAGARUT.COMKetua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menegaskan Muhammadiyah Garut siap menjadi pelopor dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan terbaru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk konsep Deep Learning yang saat ini menjadi fokus transformasi pendidikan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Rahmat Nugraha dalam kegiatan Studium Generale bertema “Deep Learning dan Transformasi Pendidikan untuk Perguruan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Garut yang Berkemajuan” yang menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., sebagai pembicara utama di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal (PNF) PDM Garut tersebut dihadiri kepala sekolah, pengelola pendidikan Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PDM Garut, serta Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Aisyiyah Kabupaten Garut.

Muhammadiyah Garut Naungi Ribuan Guru dan Dosen

Dalam sambutannya, Agus mengungkapkan bahwa Muhammadiyah Garut saat ini memiliki kekuatan sumber daya manusia pendidikan yang cukup besar.

“Tadi saya sampaikan data kami, guru Muhammadiyah di Kabupaten Garut berjumlah kurang lebih antara 1.800 sampai 2.000 guru dan dosen. Jumlah itu belum termasuk guru-guru yang berada di lingkungan Aisyiyah,” ujar Agus.

Menurutnya, jumlah tersebut menjadi modal penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Garut sekaligus mempercepat implementasi berbagai program pendidikan nasional.

Ia menyebut saat ini Muhammadiyah Garut tengah memasuki penghujung tahun ajaran dan sedang melakukan proses evaluasi menyeluruh terhadap capaian pendidikan di seluruh perguruan Muhammadiyah.

“Kami sedang melaksanakan proses akhir pembelajaran dan evaluasi. PDM Garut saat ini menunggu laporan dari seluruh perguruan Muhammadiyah dan juga dari jajaran Aisyiyah sebagai bahan penguatan kualitas pendidikan ke depan,” katanya.

Muhammadiyah Ingin Jadi yang Terdepan Implementasikan Kebijakan Pendidikan

Agus menegaskan bahwa kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi momentum penting bagi insan pendidikan Muhammadiyah untuk memahami arah kebijakan terbaru pemerintah.

Menurutnya, para guru dan kepala sekolah membutuhkan pemahaman yang utuh mengenai konsep pendidikan yang sedang dikembangkan Kemendikdasmen agar implementasinya di lapangan berjalan efektif.

“Kami memerlukan bekal, pencerahan, dan pemaknaan tentang konsep dasar yang sedang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Muhammadiyah ingin tetap menjadi pionir, menjadi yang paling awal dan paling depan dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan nasional,” tegasnya.

Ia berharap konsep Deep Learning yang disampaikan langsung oleh Wakil Menteri dapat menjadi referensi penting dalam memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Apresiasi Dukungan Kemendikdasmen untuk Pendidikan Muhammadiyah Garut

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang selama ini dinilai telah memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Garut.

Menurutnya, berbagai dukungan yang diberikan pemerintah pusat telah membuka ruang bagi peningkatan kualitas sarana pendidikan maupun kapasitas sumber daya manusia.

“Kami harus berterima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Wamen. Selama masa kepemimpinan beliau, Muhammadiyah di Kabupaten Garut telah banyak diberikan ruang, kesempatan, dan akses untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan serta peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Agus berharap sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat demi menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata bagi masyarakat.

Guru dan Kepala Sekolah Diharapkan Mendapat Energi Baru

Selain menjadi forum akademik, Studium Generale tersebut juga diharapkan menjadi ruang motivasi bagi para guru dan kepala sekolah yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan.

Agus menilai para pendidik membutuhkan informasi, wawasan, dan inspirasi baru agar mampu menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang, terutama di era digital dan kecerdasan buatan.

“Hari ini kami berharap ada informasi yang menggembirakan bagi para guru dan kepala sekolah. Kami berharap kegiatan ini memberikan kesadaran baru dan energi baru agar dunia pendidikan tetap berada pada koridor yang diharapkan bersama,” katanya.

Ia optimistis transformasi pendidikan yang saat ini digagas pemerintah dapat berjalan lebih cepat apabila didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, organisasi pendidikan, sekolah, dan masyarakat.

Studium Generale Diharapkan Perkuat Pendidikan Berkemajuan

Menutup sambutannya, Agus berharap kegiatan Studium Generale mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi dunia pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kabupaten Garut.

“Mudah-mudahan kegiatan Studium Generale ini membawa kemanfaatan, kemaslahatan, dan keberkahan bagi seluruh warga persyarikatan serta masyarakat Kabupaten Garut secara umum,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Dikdasmen PNF PDM Garut Luncurkan Batik Sekolah Khas Garut, Target 18 Ribu Siswa
Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta
Wamendikdasmen: Deep Learning Bukan Hafalan, Tapi Cara Membentuk Anak Cerdas
Uniga Gelar Kreafest Digital Garut 4.0, Budaya Sunda Dikemas Lebih Kekinian
PIP Juni 2026 Belum Cair? Ini Jadwal Termin 2 dan Cara Cek Penerima
SMK Muhammadiyah Garut Siap Ikuti Pembinaan Kepala Sekolah Bersama Wamendikdasmen
MAN 1 Garut Diserbu Pendaftar, Jalur Reguler Tembus 450 Peserta pada PMBM 2026
UIN Bandung dan Yayasan Al-Musaddadiyah Garut Sepakat Perkuat Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:01 WIB

Dikdasmen PNF PDM Garut Luncurkan Batik Sekolah Khas Garut, Target 18 Ribu Siswa

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:35 WIB

Deep Learning Jadi Fokus, Muhammadiyah Garut Siap Implementasikan Kebijakan Kemendikdasmen

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:39 WIB

Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:36 WIB

Wamendikdasmen: Deep Learning Bukan Hafalan, Tapi Cara Membentuk Anak Cerdas

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:12 WIB

Uniga Gelar Kreafest Digital Garut 4.0, Budaya Sunda Dikemas Lebih Kekinian

Berita Terbaru

Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta

PENDIDIKAN

Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta

Sabtu, 6 Jun 2026 - 16:39 WIB

error: Content is protected !!