Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta

Wamendikdasmen Dorong Pemda Garut Berdayakan Sekolah Swasta

WARTAGARUT.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah merupakan salah satu pilar penting pendidikan di Kabupaten Garut.

Karena itu, pemerintah daerah diminta memberikan ruang yang adil bagi sekolah swasta agar dapat berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan Fajar Riza Ul Haq saat menjadi pembicara dalam Studium Generale bertema “Deep Learning dan Transformasi Pendidikan untuk Perguruan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Garut yang Berkemajuan” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sekolah swasta untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di daerah.

“Peran serta sekolah Muhammadiyah menjadi salah satu pilar pendidikan yang ada di Kabupaten Garut. Kalau sekolah-sekolah ini berkembang dan memiliki mutu yang baik, Insya Allah akan berdampak pada perbaikan kualitas pendidikan di Garut,” ujar Fajar Riza Ul Haq.

Garut Dinilai Punya Peran Strategis di Jawa Barat

Menurut Fajar, Garut merupakan salah satu kabupaten terbesar di Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang besar.

Kondisi tersebut membuat Garut memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia berharap lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat terus memperkuat kualitas layanan pendidikan sehingga mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.

“Garut adalah salah satu wilayah terbesar di Jawa Barat. Harapannya tentu memiliki kontribusi yang lebih besar dalam proses pembangunan sumber daya manusia,” katanya.

Sekolah Swasta Jangan Didiskriminasi

Dalam paparannya, Fajar menegaskan bahwa regulasi pendidikan harus memberikan keadilan bagi seluruh penyelenggara pendidikan, termasuk sekolah swasta.

Baca Juga :  SMK Muhammadiyah Garut Dorong Pelajar Berdampak di Milad IPM ke-65

Menurutnya, sekolah swasta selama ini telah membantu pemerintah menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.

Karena itu, keberadaannya perlu didukung melalui kebijakan yang berpihak dan tidak diskriminatif.

“Saya tekankan pentingnya pemerintah daerah menggandeng sekolah swasta, bukan hanya Muhammadiyah tetapi juga sekolah swasta lainnya. Regulasi pendidikan harus berkeadilan dan memberikan ruang kepada sekolah swasta untuk tumbuh,” ujarnya.

Ia menilai kualitas pendidikan akan lebih mudah ditingkatkan apabila pemerintah dan sekolah swasta berjalan bersama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Rata-Rata Lama Sekolah Garut Masih Jadi Tantangan

Fajar juga menyoroti data rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut yang masih berada di sekitar tingkat SMP kelas 2.

Angka tersebut dinilai masih berada di bawah target rata-rata nasional yang sudah mendekati tingkat SMA kelas 2.

Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mempersempit kesenjangan tersebut melalui peningkatan akses pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta bantuan pendidikan bagi masyarakat.

“Minimum nasional sudah mendekati kelas 2 SMA. Maka yang harus dilakukan adalah memperkuat akses pendidikan, dukungan infrastruktur, dan bantuan bagi siswa yang membutuhkan,” jelasnya.

Daripada Bangun Sekolah Negeri Baru, Berdayakan Sekolah Swasta

Salah satu poin penting yang disampaikan Wamendikdasmen adalah terkait keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Menurutnya, ketika daya tampung sekolah negeri tidak mencukupi, solusi yang lebih efektif bukan selalu membangun sekolah negeri baru, melainkan memperkuat sekolah swasta yang sudah ada.

“Kalau ada kekurangan daya tampung sekolah negeri, solusinya bukan langsung membangun sekolah baru. Lebih baik memberdayakan sekolah swasta yang sudah ada dan memperkuat mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Prediksi Argentina vs Spanyol: Opta Beri Peluang 56 Persen untuk La Furia Roja

Ia menjelaskan bahwa pembangunan sekolah baru membutuhkan anggaran besar, mulai dari pembangunan gedung, pengadaan lahan, rekrutmen tenaga pendidik, hingga biaya operasional yang seluruhnya ditanggung pemerintah.

Sebaliknya, sekolah swasta telah memiliki sumber daya sendiri sehingga pemerintah cukup memberikan dukungan kebijakan dan bantuan yang proporsional.

“Kalau pemerintah membangun sekolah baru, yang menggaji guru siapa? Pemerintah. Yang membangun siapa? Pemerintah. Yang menanggung operasional siapa? Pemerintah. Sementara sekolah swasta sudah memiliki sistemnya sendiri. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang adil dan tidak diskriminatif,” katanya.

Kunjungi SMA Welas Asih Samarang

Dalam rangkaian kunjungannya ke Garut, Fajar juga dijadwalkan mengunjungi SMA Welas Asih Samarang.

Ia menilai sekolah tersebut memiliki potensi besar menjadi salah satu model pendidikan unggulan di Kabupaten Garut karena menggabungkan konsep pendidikan formal dengan sistem pesantren dan boarding school.

“Saya melihat SMA Welas Asih Samarang sebagai salah satu sekolah yang menjanjikan. Sekolah ini menekankan pembangunan karakter, nilai perdamaian, dan cinta kasih. Nilai-nilai itu tetap penting bahkan di era kecerdasan buatan saat ini,” ungkapnya.

Jaga Konsistensi Kebijakan Pendidikan Nasional

Fajar menegaskan kunjungan ke daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan kebijakan pendidikan nasional dapat dipahami dan dijalankan secara konsisten hingga tingkat daerah.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah adanya perbedaan implementasi kebijakan di lapangan yang menyebabkan tujuan awal kebijakan tidak tercapai secara optimal.

“Kebijakan pusat sudah baik, tetapi kadang implementasinya berbeda di lapangan. Karena itu kami datang langsung ke daerah untuk menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan komunikasi antara pemerintah pusat, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah tetap berjalan baik,” pungkasnya.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Era AI Butuh Ahli Teknologi Pendidikan, IPI Garut Buka PMB S-2
IPI Garut Buka PMB S-2, Siapkan Ahli Teknologi Pendidikan Era Digital
IPI Garut Buka PMB S-2 Teknologi Pendidikan Akreditasi Unggul
SMK Muhammadiyah Garut Dorong Pelajar Berdampak di Milad IPM ke-65
Anggota DPD RI Agita Nurfianti Motivasi Peserta MPLS Khaira Ummah Cirebon, Tekankan Karakter dan Disiplin
Agita Nurfianti Dorong Siswa SMK Muhammadiyah Garut Jadi Generasi Unggul dan Berkarakter
Keren! Mahasiswa PPG IPI Garut Juara 1 Essay Competition Internasional
Mahasiswa IPI Garut Ukir Prestasi, Juara Best Ideasi WiraHebat 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:20 WIB

Era AI Butuh Ahli Teknologi Pendidikan, IPI Garut Buka PMB S-2

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:15 WIB

IPI Garut Buka PMB S-2, Siapkan Ahli Teknologi Pendidikan Era Digital

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:28 WIB

IPI Garut Buka PMB S-2 Teknologi Pendidikan Akreditasi Unggul

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:10 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Dorong Pelajar Berdampak di Milad IPM ke-65

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:21 WIB

Anggota DPD RI Agita Nurfianti Motivasi Peserta MPLS Khaira Ummah Cirebon, Tekankan Karakter dan Disiplin

Berita Terbaru

Selebrasi Timnas Spanyol setelah menjuarai Piala Dunia 2026 yang mengantarkan La Furia Roja ke puncak ranking FIFA.

EVENT OLAHRAGA

Ranking FIFA Terbaru Resmi Rilis, Ada Perubahan Besar di Puncak

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:54 WIB