Pernyataan Terbaru Sudaryono Muncul di Tengah Dugaan Keracunan MBG di Garut

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyampaikan komitmen memperketat standar keamanan bahan baku program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah evaluasi setelah muncul sejumlah kasus keracunan. ( foto: Setkab RI)

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono menyampaikan komitmen memperketat standar keamanan bahan baku program Makan Bergizi Gratis sebagai langkah evaluasi setelah muncul sejumlah kasus keracunan. ( foto: Setkab RI)

WARTAGARUT.COM – Di tengah penyelidikan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di berbagai daerah termasuk yang terjadi di Kabupaten Garut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan standar keamanan bahan baku akan diperketat sebagai bagian dari evaluasi nasional terhadap pelaksanaan program.

Sudaryono menegaskan setiap laporan yang diterima akan terus dipantau untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar perbaikan tata kelola program agar pelaksanaannya semakin aman dan efektif.

“Saya sedikit banyak kan ngerti ya, karena di awal-awal dulu waktu membahas MBG saya juga bagian dari orang yang terlibat. Kemudian saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga kita sedikit banyak bersinggungan karena memang terkait rantai pasok dan lain-lain,” kata Sudaryono.

Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Badan Gizi Nasional, Rabu (22/7/2026), dikutip dari Republika.co.id

Sudaryono Soroti Kualitas Bahan Baku MBG

Sudaryono menjelaskan pengalamannya sebagai Wakil Menteri Pertanian membuatnya memahami pentingnya rantai pasok dalam menjaga kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Selain itu, sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, ia mengaku kerap menerima berbagai laporan dari kader di daerah mengenai pelaksanaan program tersebut.

Seluruh masukan itu, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional.

Salah satu fokus pembenahan adalah memperketat standar keamanan dan kualitas bahan baku yang digunakan oleh penyedia makanan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko keracunan pada penerima manfaat program.

“Karena kan ya kita belajar lah dari faktor keracunan dan lain-lain itu kan karena memang selain cara mengolahnya, kan ada juga dari bahan bakunya yang barangkali itu tadi, tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya kualitasnya enggak bagus,” ujarnya.

Dugaan Keracunan MBG di Garut Masih Diselidiki

Di Kabupaten Garut, Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan keracunan yang dialami puluhan santri Pondok Pesantren Al-Almansuriyah.

Berdasarkan informasi dari Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, jumlah pasien yang mendapat penanganan medis mencapai 100 orang, sementara beberapa warga lain masih menjalani pendataan sehingga jumlah korban berpotensi bertambah apabila hasil pemeriksaan menunjukkan gejala serupa.

Baca Juga :  Garudayaksa FC vs Persib Bandung: Starting XI Maung Bandung

Seluruh korban saat ini menjalani pemantauan di Puskesmas Cibatu.

Hingga Kamis (23/7/2026), pemerintah daerah menegaskan penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses pemeriksaan sehingga belum dapat dipastikan berasal dari makanan program MBG.

Presiden Minta Persoalan MBG Diselesaikan Cepat

Sudaryono menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar setiap persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis segera ditangani.

“Target khusus ya efektif, efisien, cepat, cepat selesai. Jadi Pak Presiden satu arahan ya, you have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan,” kata Sudaryono.

Evaluasi terhadap standar keamanan bahan baku, kualitas rantai pasok, hingga proses pengolahan makanan diharapkan menjadi bagian dari upaya mencegah terulangnya kejadian serupa di berbagai daerah.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak
Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Berita Terbaru

Ilustrasi Persebaya Surabaya menang 3-1 atas Madura United dalam Derbi Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/10/2026).

Olahraga

Persebaya vs Madura United 3-1, Bajul Ijo Menang Dramatis

Senin, 26 Okt 2026 - 21:23 WIB

Ilustrasi kondisi langit di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT TERKINI

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:44 WIB