WARTAGARUT.COM – Di tengah penyelidikan dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), di berbagai daerah termasuk yang terjadi di Kabupaten Garut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan standar keamanan bahan baku akan diperketat sebagai bagian dari evaluasi nasional terhadap pelaksanaan program.
Sudaryono menegaskan setiap laporan yang diterima akan terus dipantau untuk mengetahui penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar perbaikan tata kelola program agar pelaksanaannya semakin aman dan efektif.
“Saya sedikit banyak kan ngerti ya, karena di awal-awal dulu waktu membahas MBG saya juga bagian dari orang yang terlibat. Kemudian saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga kita sedikit banyak bersinggungan karena memang terkait rantai pasok dan lain-lain,” kata Sudaryono.
Pernyataan tersebut disampaikan di Gedung Badan Gizi Nasional, Rabu (22/7/2026), dikutip dari Republika.co.id
Sudaryono Soroti Kualitas Bahan Baku MBG
Sudaryono menjelaskan pengalamannya sebagai Wakil Menteri Pertanian membuatnya memahami pentingnya rantai pasok dalam menjaga kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.
Selain itu, sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, ia mengaku kerap menerima berbagai laporan dari kader di daerah mengenai pelaksanaan program tersebut.
Seluruh masukan itu, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional.
Salah satu fokus pembenahan adalah memperketat standar keamanan dan kualitas bahan baku yang digunakan oleh penyedia makanan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko keracunan pada penerima manfaat program.
“Karena kan ya kita belajar lah dari faktor keracunan dan lain-lain itu kan karena memang selain cara mengolahnya, kan ada juga dari bahan bakunya yang barangkali itu tadi, tidak terstandar atau mungkin bahan bakunya kualitasnya enggak bagus,” ujarnya.
Dugaan Keracunan MBG di Garut Masih Diselidiki
Di Kabupaten Garut, Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan keracunan yang dialami puluhan santri Pondok Pesantren Al-Almansuriyah.
Berdasarkan informasi dari Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, jumlah pasien yang mendapat penanganan medis mencapai 100 orang, sementara beberapa warga lain masih menjalani pendataan sehingga jumlah korban berpotensi bertambah apabila hasil pemeriksaan menunjukkan gejala serupa.
Seluruh korban saat ini menjalani pemantauan di Puskesmas Cibatu.
Hingga Kamis (23/7/2026), pemerintah daerah menegaskan penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses pemeriksaan sehingga belum dapat dipastikan berasal dari makanan program MBG.
Presiden Minta Persoalan MBG Diselesaikan Cepat
Sudaryono menambahkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar setiap persoalan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis segera ditangani.
“Target khusus ya efektif, efisien, cepat, cepat selesai. Jadi Pak Presiden satu arahan ya, you have to run into the problem. Kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan,” kata Sudaryono.
Evaluasi terhadap standar keamanan bahan baku, kualitas rantai pasok, hingga proses pengolahan makanan diharapkan menjadi bagian dari upaya mencegah terulangnya kejadian serupa di berbagai daerah.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar