Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Pangandaran dan Purwokerto

Jumat, 4 September 2026 - 17:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa M5,4 mengguncang wilayah selatan Cilacap pada Jumat 4 September 2026 dan dirasakan hingga Pangandaran.

Gempa M5,4 mengguncang wilayah selatan Cilacap pada Jumat 4 September 2026 dan dirasakan hingga Pangandaran.

WARTAGARUT.COM – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah selatan Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat, 4 September 2026 siang.

Gempa Bumi yang berdasarkan parameter awal BMKG berkekuatan magnitudo 5,4 tersebut terjadi pada pukul 12.04.59 WIB.

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan masyarakat di Cilacap.

Getaran juga tercatat terasa di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Yang perlu diketahui masyarakat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa Bumi Cilacap Terjadi Pukul 12.04 WIB

Berdasarkan informasi awal BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap, Jawa Tengah, pada koordinat 8,42 derajat Lintang Selatan dan 109,02 derajat Bujur Timur.

Gempa awalnya tercatat dengan magnitudo 5,4 dan kedalaman 10 kilometer.

Dalam pemutakhiran analisis, parameter gempa kemudian tercatat dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman 69 kilometer.

Perbedaan tersebut merupakan bagian dari proses pemutakhiran parameter gempa oleh BMKG.

BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng.

Getaran Gempa Terasa di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa Cilacap dirasakan di beberapa daerah dengan intensitas yang berbeda.

Baca Juga :  Milad 1 Tahun PT Surya Garut Abadi, Muhammadiyah Garut Dorong Bisnis Berkelanjutan

Berdasarkan informasi BMKG, gempa dirasakan dengan skala III MMI di Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulonprogo dan Purwokerto.

Sementara itu, masyarakat di Pangandaran merasakan guncangan pada skala II–III MMI.

Getaran juga dilaporkan terasa di Sleman, Pacitan dan Wonogiri dengan intensitas II MMI.

Khusus bagi masyarakat Jawa Barat, Pangandaran menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan getaran akibat gempa yang berpusat di selatan Cilacap tersebut.

Apakah Gempa Cilacap Berpotensi Tsunami?

BMKG memastikan gempa yang terjadi pada Jumat siang tersebut tidak berpotensi tsunami.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai perkembangan gempa maupun kemungkinan gempa susulan sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG.

BPBD Pantau Dampak Gempa

Selain pemantauan parameter gempa oleh BMKG, kondisi di wilayah Cilacap juga dipantau oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Hingga sekitar pukul 15.10 WIB, belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa M5,4 tersebut.

Baca Juga :  MotoGP 2026: Jorge Martin Masih Memimpin, Bezzecchi Rebut Pole Aragon

Pemantauan terhadap kemungkinan dampak di lapangan tetap dilakukan.

Kondisi ini penting diperhatikan karena dampak gempa tidak selalu langsung terlihat setelah guncangan terjadi.

Masyarakat tetap perlu memeriksa kondisi bangunan di sekitar tempat tinggal atau tempat beraktivitas.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika terjadi guncangan gempa.

Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan.

Langkah tersebut penting untuk menghindari risiko tertimpa bagian bangunan yang tidak stabil.

Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

Untuk mengetahui perkembangan gempa, termasuk parameter terbaru dan informasi resmi mengenai potensi tsunami, masyarakat dapat merujuk langsung kepada BMKG.

Gempa Cilacap pada Jumat, 4 September 2026, menjadi pengingat bahwa masyarakat di wilayah selatan Jawa perlu selalu memahami langkah keselamatan ketika terjadi gempa.

Bagi warga yang merasakan guncangan, informasi mengenai lokasi, intensitas dan kondisi di lapangan dapat menjadi bagian penting dalam pemantauan kebencanaan, selama disampaikan berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan kepanikan.***

Penulis : Soni Warta Garut

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyebab Banjir Bandang Nepal Mulai Terungkap, Gletser Runtuh Jadi Sorotan
Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Tembok Penahan Tanah Ambruk di Leuwigoong, Longsor Ancam Mushola dan Rumah Warga Lansia
SMPN 2 Garut Salurkan Donasi Rp15,2 Juta untuk Aceh dan Sumatera

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:48 WIB

Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Pangandaran dan Purwokerto

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Penyebab Banjir Bandang Nepal Mulai Terungkap, Gletser Runtuh Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Minggu, 4 Januari 2026 - 06:39 WIB

Tembok Penahan Tanah Ambruk di Leuwigoong, Longsor Ancam Mushola dan Rumah Warga Lansia

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:40 WIB

SMPN 2 Garut Salurkan Donasi Rp15,2 Juta untuk Aceh dan Sumatera

Berita Terbaru

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membahas optimalisasi PAD melalui sektor pariwisata

GARUT TERKINI

Wisata Garut Makin Ramai, Pajak Perhotelan Tumbuh 47,17 Persen

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:58 WIB