Tembok Penahan Tanah Ambruk di Leuwigoong, Longsor Ancam Mushola dan Rumah Warga Lansia

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tembok Penahan Tanah Ambruk di Leuwigoong, Longsor Ancam Mushola dan Rumah Warga Lansia

Tembok Penahan Tanah Ambruk di Leuwigoong, Longsor Ancam Mushola dan Rumah Warga Lansia

WARTAGARUT.COM – Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Pakandangan RT 02 RW 12, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama.

Peristiwa ini menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) ambruk dan mengancam sarana ibadah, rumah warga, serta lahan pertanian di dua desa.

Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, longsor terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 WIB, dengan titik koordinat 07.146740° LS dan 107.929163° BT.

BPBD Kabupaten Garut menerima laporan kejadian pada Jumat, 2 Januari 2026, dan langsung menurunkan Pusdalops PB (Unit Reaksi Cepat) ke lokasi untuk melakukan assessment lapangan, pendataan, serta pemetaan wilayah terdampak bersama Forkopimcam dan pemerintah desa setempat.

Hasil assessment menunjukkan, longsor dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam jangka waktu lama, kondisi TPT tanpa lubang drainase (suling-suling), kualitas campuran semen yang kurang memadai, serta kemiringan tembok mencapai ±85 derajat.

Baca Juga :  Legislator Asal Garut, Ceng Malki Tegas: Kritik Jalan Rusak Hak Warga, Intimidasi Tak Bisa Dibenarkan

Selain itu, struktur tanah berupa tanah urug yang labil serta terkikisnya saluran irigasi tersier turut memperparah kondisi hingga air langsung meresap ke pori-pori tanah.

Akibat kejadian tersebut, TPT sepanjang ±10 meter, tinggi ±9 meter, dan lebar ±3 meter mengalami kerusakan berat dan ambruk.

Longsoran ini mengancam Mushola Nurul Ihsan, satu unit rumah warga milik Ibu Sari’ah (75 tahun), serta saluran irigasi pertanian yang berdampak pada wilayah Desa Margahayu dan Desa Margacinta.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD menegaskan bahwa retakan tanah dan bangunan masih terlihat jelas, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan apabila tidak segera dilakukan penanganan permanen.

Sebagai langkah awal, BPBD Kabupaten Garut telah melakukan koordinasi dan assessment lanjutan pada Sabtu, 3 Januari 2026, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Baca Juga :  STIKes Karsa Husada Garut Resmi Buka KKN PKMD Bertema 1000 Hari Pertama Kehidupan

“Saat ini penguatan sementara sudah dilakukan menggunakan bambu, namun kondisi masih labil dan material longsoran masih menutupi saluran irigasi tersier,” demikian keterangan BPBD dalam laporan situasi terkini.

BPBD Kabupaten Garut merekomendasikan percepatan penanganan struktural, termasuk perbaikan dan penguatan TPT melalui penanganan darurat maupun permanen oleh dinas teknis terkait.

Selain itu, BPBD juga mengusulkan kajian teknis lanjutan kepada Dinas PUPR dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta mendorong Dinas Pertanian untuk mendata potensi kerugian lahan pertanian dan risiko gagal panen.

Untuk penanganan darurat, BPBD menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya bronjong, terpal penutup area longsoran, serta logistik untuk kegiatan kerja bakti dan penanganan darurat.

BPBD juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat sekitar guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

401 Sertifikat Dibagikan, Bupati Garut Buka Fakta Masih Ada 700 Aset Negara Belum Aman
Pesta Patok Piala Rektor Uniga, Domba Garut Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah
Bahlil Blak-blakan soal Isu ‘Turun Menteri’ hingga Kuota BBM: Negara Tak Bisa Digertak
Membanggakan, Santri Al Mashduqi IIBS Garut Raih Medali Emas Kimia Tingkat Nasional
Apresiasi Nyata, SMK Muhammadiyah Garut Gratiskan SPP untuk Siswa Peringkat Terbaik
PDAM Tirta Intan Garut Targetkan Perluasan Layanan, Putri Karlina Tekankan Akses Mudah dan Cepat
Bangga! Siswa SMK Muhammadiyah Garut Juara Olimpiade PKN dan Matematika Tingkat Nasional
STIKes Karsa Husada Garut Resmi Buka KKN PKMD Bertema 1000 Hari Pertama Kehidupan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:02 WIB

401 Sertifikat Dibagikan, Bupati Garut Buka Fakta Masih Ada 700 Aset Negara Belum Aman

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:52 WIB

Pesta Patok Piala Rektor Uniga, Domba Garut Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:24 WIB

Bahlil Blak-blakan soal Isu ‘Turun Menteri’ hingga Kuota BBM: Negara Tak Bisa Digertak

Senin, 12 Januari 2026 - 16:29 WIB

Membanggakan, Santri Al Mashduqi IIBS Garut Raih Medali Emas Kimia Tingkat Nasional

Senin, 12 Januari 2026 - 15:10 WIB

PDAM Tirta Intan Garut Targetkan Perluasan Layanan, Putri Karlina Tekankan Akses Mudah dan Cepat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!