WARTAGARUT.COM – Di tengah ramainya euforia dan hiruk-pikuk pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sebuah kisah inspiratif datang dari lingkungan pesantren.
Nama lengkapnya Muhammad Ridho Maulana Yusuf Arifin, Santri Murid Al Mashduqi International Islamic Boarding School (IIBS) Garut asal Cirebon, yang dikenal sejak sekolah tingkat SMP memiliki semangat belajar yang tinggi, dan Ridho mampu membuktikan bahwa proses perjuangan yang sungguh-sungguh, tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Ketika Ridho yang merupakan lulusan tahun 2025 ini, belum berjodoh melanjutkan kuliahnya melalui jalur SNBP di Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia, tapi dengan kesungguhannya ia berhasil mewujudkan mimpi besarnya untuk dapat melanjutkan kuliahnya di luar negeri, melalui jalur beasiswa Pemerintah Rusia (Russian Government Scholarship), menyusul teman-teman seangkatannya yang saat ini tengah mengikuti kuliah di luar negeri tepatnya di Universitas Al Azhar Cairo Mesir.
Sukses yang diraih Ridho di tahun 2026 ini, ternyata bukan hasil semalam. Sejak menginjakkan kaki dibangku kelas 10, Ridho bersama teman-temannya di Al Mashduqi IIBS Garut telah mengikuti program wajib, yang dikenal dengan nama penelusuran minat dan bakat (talent mapping) yang diselenggarakan oleh Biro Psikologi dan Konseling Al Mashduqi Garut.
Langkah ini berlanjut di kelas 11, di mana Ridho dan teman-temannya diikutkan dalam program sharing session hingga kunjungan langsung ke kampus di dalam maupun diluar negeri yang ada di wilayah Asia, untuk mendapatkan wawasan dan referensi tentang perguruan tinggi.
Memasuki kelas 12, fokus Ridho semakin terarah dengan mengikuti kelas persiapan intensif sukses masuk perguruan tinggi dalam dan luar negeri, yang menjadi salah satu program unggulan di Al Mashduqi IIBS Garut.
Plot Twist: Dari Ketua Angkatan Poltekkes Kemekes RI di Bandung Menuju Negeri Beruang Merah
Masih dengan spirit belajar yang terjaga, Ridho mencoba berbagai jalur penerimaan universitas. Diakuinya, jalan menuju kampus impian tidak selalu mulus. Kesempatan di jalur SNBP belum menjadi rezeki dan SNBT belum menjadi jodohnya saat itu.
Alih-alih patah semangat, Ridho terus belajar dan mencoba peruntungan di jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Bersama (SIMAMA Poltekkes Kemenkes RI) yang merupakan sistem seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Hasilnya ? Ridho tidak hanya lolos, tetapi juga dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Angkatan.
Sambil menjalani perannya sebagai mahasiswa D4 Gizi dan Dietetika di Poltekkes Kemenkes RI di Bandung, Ridho tidak pernah memadamkan spirit api impiannya untuk kuliah ke luar negeri.
Ia terus berikhtiar menjemput kesempatan kuliah melalui beasiswa ke Rusia.
Bukan perjalanan yang instan, Ridho telah melewati tahapan seleksi beasiswa Rusia yang kompetitif sejak akhir tahun 2025 lalu.
Ridho berhasil melewati fase pendaftaran, seleksi dokumen tahap pertama, hingga dinyatakan lulus wawancara dan masuk ke dalam daftar utama penerima beasiswa Pemerintah Rusia.
Ridho mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. “Ridho juga enggak nyangka awalnya, tapi Alhamdulillah bersyukur mimpi Ridho terwujud,” ungkapnya rendah hati.
Kini, sambil menunggu keberangkatan ke kampus impiannya nanti, Ridho memfokuskan diri pada persiapan bahasa.
“Alhamdulillah sekarang tinggal nunggu jadwal keberangkatan dari Pemerintah Rusianya. Jadi dari bulan Maret sampai Agustus ini saya fokus belajar penguatan bahasa Rusia,” tambahnya.
Kisah Ridho menjadi refleksi bagi pemuda-pemuda Indoensia, bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari pintu pertama yang kita ketuk, melainkan dari keteguhan hati untuk terus melangkah hingga menemukan titik pintu terbaik bagi masa depan.(rkn)***

















