WARTAGARUT.COM – Dua murid MAN 1 Garut, Qisti Fadhilah dan Marsela Azzahra, berhasil meraih Juara 3 lomba Syarhil Qur’an dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Yayasan Assanusiiyah Aly Mitarsih pada 10 September 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi madrasah karena kedua murid mampu menunjukkan keberanian, kekompakan, dan kemampuan dalam menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an di hadapan peserta dan dewan juri.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 1 Garut, H. Asep Wahyudin, S.Pd., memberikan apresiasi atas pencapaian Qisti dan Marsela. Prestasi ini dinilai menjadi salah satu hasil dari proses belajar, latihan, serta dukungan lingkungan madrasah dalam mengembangkan potensi murid.
“Prestasi yang diraih Qisti Fadhilah dan Marsela Azzahra patut kita apresiasi. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi keduanya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, sekaligus menginspirasi murid lainnya agar berani menunjukkan potensi yang dimiliki.”ujarnya.
Syarhil Qur’an, Bukan Sekadar Lomba
Syarhil Qur’an merupakan bentuk penampilan keagamaan yang menyampaikan kandungan Al-Qur’an melalui pembacaan ayat suci, terjemahan, dan penjelasan makna. Penampilan ini membutuhkan pemahaman materi, kemampuan berbicara, penghayatan, serta kerja sama yang baik.
Bagi Qisti Fadhilah dan Marsela Azzahra, keikutsertaan dalam perlombaan tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan memahami dan menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an secara terstruktur.
Selain mengejar prestasi, kegiatan semacam ini juga memberi ruang bagi murid untuk membangun rasa percaya diri, melatih keberanian tampil di depan umum, dan memperdalam pemahaman keislaman.
H. Asep Wahyudin menilai kegiatan keagamaan seperti Syarhil Qur’an memiliki nilai pendidikan yang penting karena menggabungkan pengetahuan agama dengan keterampilan komunikasi.
“Madrasah tidak hanya berupaya mendorong murid meraih prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat pemahaman agama, dan menumbuhkan akhlak yang baik. Melalui kegiatan seperti ini, murid belajar memahami Al-Qur’an sekaligus menyampaikan pesan-pesannya dengan baik.”katanya.
Dorong Murid Terus Mengembangkan Potensi
Prestasi Qisti dan Marsela menjadi bagian dari upaya pengembangan bakat murid di bidang keagamaan. Lingkungan madrasah memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar, berlatih, dan mengikuti berbagai kegiatan sesuai minat serta kemampuannya.
Dukungan guru, orang tua, dan teman sebaya juga menjadi unsur penting dalam proses tersebut. Dengan pendampingan yang tepat, kegiatan perlombaan dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu murid meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental untuk menghadapi tantangan berikutnya.
“Jangan cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Teruslah belajar, berlatih, dan menjaga semangat. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk meraih pencapaian yang lebih baik pada kesempatan berikutnya,” tutur H. Asep memberikan motivasi.
Keberhasilan Qisti Fadhilah dan Marsela Azzahra diharapkan dapat mendorong murid MAN 1 Garut lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang akademik, keterampilan, maupun keagamaan.
Bagi madrasah, prestasi bukan hanya tentang hasil akhir sebuah perlombaan, melainkan juga tentang proses pembelajaran, pembentukan karakter, dan keberanian murid untuk terus berkembang.***
Penulis : Soni Tarsoni
Editor : soni Tarsoni

















Komentar