Pelatihan pengawetan pangan dengan metode canning/retort dorong kelompok wanita pengolah hasil perikanan meningkatkan kapasitas, mutu, dan daya saing produk.
GARUT – Potensi perikanan Kabupaten Garut tidak hanya terletak pada ketersediaan ikan dari kegiatan budidaya dan penangkapan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya simpan, dan peluang pasar yang lebih luas.
Semangat inilah yang menjadi salah satu landasan pelaksanaan PESONA Perikanan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut.
Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut menyelenggarakan pelatihan pengawetan makanan berbasis hasil perikanan dengan metode canning/retort di Balai Benih Ikan (BBI) Bayongbong.
Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari kelompok wanita pengolah produk perikanan yang berasal dari Kecamatan Karangpawitan, Pakenjeng, Cisurupan, Pasirwangi, dan Sukawening.
Pelatihan menghadirkan instruktur dari SSCOOL, yaitu Ibu Alfin dan Ibu Elfi.
Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada metode pengawetan pangan canning/retort sebagai salah satu teknologi pengolahan yang dapat dipelajari untuk mendukung pengembangan produk berbasis hasil perikanan.
Meningkatkan Kapasitas, Membuka Peluang Usaha
Bagi kelompok wanita pengolah hasil perikanan, peningkatan keterampilan merupakan bekal penting untuk mengembangkan usaha.
Bahan baku ikan dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi ketika diolah dengan teknik yang tepat, memperhatikan mutu, keamanan pangan, dan kebutuhan konsumen.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan dan kompetensi dalam pengawetan produk pangan berbasis hasil perikanan.
Pengenalan metode canning/retort juga membuka wawasan mengenai pilihan teknologi pengolahan yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan, kesiapan sarana, serta pemenuhan standar keamanan pangan yang berlaku.
PESONA Perikanan: Menguatkan Nilai Tambah melalui Kolaborasi
PESONA Perikanan merupakan singkatan dari Penguatan Sistem Olahan dan Inovasi Produk Perikanan sebagai upaya peningkatan nilai tambah produk perikanan.
Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha, mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan, mengembangkan kelembagaan kelompok, dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Keterlibatan instruktur dari SSCOOL dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses peserta terhadap pengetahuan dan keterampilan teknis.
Kolaborasi semacam ini penting agar proses peningkatan kapasitas tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat menjadi bekal bagi kelompok untuk menilai peluang penerapan teknologi dan pengembangan produk di tingkat usaha.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula diseminasi informasi mengenai katalog digital produk olahan ikan PESONA Perikanan melalui aplikasi Garut Fish Market yang dapat diakses melalui laman sakana-diskannak.garutkab.go.id.
Dari Pelatihan Menuju Kesejahteraan Bersama
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, melalui pengembangan PESONA Perikanan mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi pengolah produk makanan berbasis hasil perikanan agar mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produknya.
Penguatan keterampilan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi tumbuhnya usaha pengolahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Ke depan, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan praktik yang tepat, pendampingan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan mutu dan pemasaran produk.
Dengan demikian, potensi perikanan lokal tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung peningkatan pendapatan keluarga.
Melalui PESONA Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut terus mendorong sinergi antara pemerintah, kelompok pengolah, instruktur, dan pemangku kepentingan lainnya.
Tujuan akhirnya adalah agar nilai tambah hasil perikanan dapat dirasakan lebih luas dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Garut.***

















Komentar